Advertisement

RASIO

Inggris: reason; Latin: ratio yang berarti hubungan, pikiran. Dalam

Advertisement

bahasa Yunani terdapat tiga istilah yang secara garis besar sama artinya: phronesis, nous, dan logos.

Pengertian Umum

1. Kemampuan untuk melakukan abstraksi, memahami, menghubungkan, merefleksikan, memperhatikan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan, dan sebagainya.

2. Kemampuan untuk menyimpulkan. Bila dipikirkan sebagai kemampuan, rasio berbeda dengan kemampuan kehendak, kemampuan cita rasa, kemampuan perasaan, kemampuan intuisi, dan sebagainya. Dan biasanya rasio dianggap sebagai ciri khas manusia yang membedakannya dengan makhluk-makhluk yang lebih rendah. Rasio juga dibedakan dari iman, wahyu, intuisi, emosi atau perasaan, pencerapan, persepsi, pengalaman.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Diterapkan pada kemampuan di dalam manusia untuk menarik kesimpulan logis, suatu tradisi yang panjang telah memandang rasio sebagai fakultas manusia yang paling khas. Tradisi itu barangkali sudah mulai pada Plato yang membuat pembedaan antara kehendak, rasio, dan nafsu dalam diri manusia.

2. Aristoteles membuat pembedaan antara rasio aktif dan pasif. Rasio aktif adalah bentuk penalaran “murni”, sedangkan rasio pasif adalah bentuk penalaran yang berkaitan dengan panca¬indra.

3. Pada abad pertama SM, Panaetius membedakan antara rasio teoretis dan praktis, sambil memprioritaskan yang belakangan.

4. Hubungan iman dengan rasio (akal) banyak dikupas dalam konteks fdsafat agama, karena memang ada tema yang amat penting: hubungan antara kemahakuasaan Allah dan kebebasan manusia. Pandangan Aquinas bahwa keduanya saling melengkapi, tetapi iman unggul, dianut oleh banyak pemikir.

5. Hobbes, yang mengangkat pendekatan materialistik pada rasio (akal), menggambarkan rasio sebagai operasi mekanis.

6. Pascal membuat pembedaan antara “rasio pikiran”, dan “rasio hati” yang tidak diketahui oleh pikiran.

7. Kant, sama seperti Panaetius, membedakan antara rasio teoritis dan praktis. Ia membeberkan panjang-lebar kajian yang cocok untuk keduannya, termasuk pembedaan antara pengertian dan rasio.

8. Hegel mengangkat pembedaan Kant, sambil menjadikan perkembangan Rasio sebagai basis deduksi kategori-kategorinya.

9. Newman membedakan antara penalaran formal dan informal dan menyatakan bahwa yang belakangan itu lebih berarti.

10. Ritschl membuat dikotomi tajam antara rasio (akal) dan iman, sambil menekankan otonominya masing-masing.

11. Dilthey mengembangkan konsep rasio historis, dengan memperluas analisis Kant ke sejarah.

12. Peirce menekankan bahwa rasio adalah tidak mungkin tanpa kehendak dan perasaan. Menurutnya, rasio (akal) memperhalus keyakinan.

13. Ortega y Gasset membangun filsafatnya seputar konsep “rasio vital” yang lebih langsung dan lebih subtil daripada rasio teoritis atau formal.

14. Jaspers menganggap Existenz sebagai akibat penting bagi rasio, yang menghubungkan manusia dengan realitas.

15. Tillich membedakan antara rasio heteronom, otonom, dan teonom. Yang disebut terakhir merupakan nama untuk sesuatu yang menghubungkan kita dengan kedalaman dari yang-ada.

 

Dalam Kaitan dengan Intelek

1. Rasio dalam arti luas sama dengan intelek. Rasio dalam arti luas ini adalah daya tahu rohani manusia yang berbeda dari daya indra.

2. Dalam arti sempit rasio tidak sama dengan intelek. Secara umum, intelek terutama mengacu pada kegiatan mengabstraksikan, membandingkan dan menganalisis pemikiran. Sedangkan, rasio menunjuk pada kegiatan-kegiatan pikiran yang lebih tinggi yang mencari keteraturan dan kesatuan positif dalam pikiran dan tindakan.

3. Kaum skolastik membuat pembedaan antara intellectus dan ratio. Intellectus mendekati sejenis visi rohani dalam pengetahuan hakikinya yang langsung dan dalam pemahamannya terhadap prinsip-prinsip pertama pengetahuan. Ratio adalah daya pemikiran diskursif dan merupakan ciri intelek insani, yang mengabstraksi. Dalam bahasa Inggris intellectus biasanya diterjemahkan sebagai intellect, sedangkan ratio sebagai reason. Dalam Kant intelek adalah daya untuk membentuk konsep dan penilaian atau putusan. Sedangkan rasio dalam arti sempit merupakan daya untuk menarik kesimpulan dan karenanya mencari yang tidak bersyarat di dalam yang bersyarat. Karena itu, rasio itu mengalami kesesatan atau kekeliruan dan karenanya rasio lebih rendah daripada intelek dalam nilai pengetahuannya. Disebut rasio praktis (dalam arti luas) sejauh rasio menentukan kehendak dengan menggunakan hukum moral. Dalam Hegel, intelek tetap melekat dalam konsep-konsep abstrak, baku. Di lain pihak, rasio spekulatif merealisasi secara penuh gerakan dialektis konsep dan dengan cara ini tiba pada konsep-konsep “konkret”. Karena itu, rasio spekulatif melebihi intelek dan merupakan kekuatan sejati pemikiran metafisis.

Incoming search terms:

  • Pengertian rasio
  • apa itu rasio
  • rasio adalah
  • arti rasio
  • pengertian ratio
  • apa itu ratio
  • definisi rasio
  • apa itu rasio?
  • arti ratio
  • apa yang dimaksud dengan rasio

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian rasio
  • apa itu rasio
  • rasio adalah
  • arti rasio
  • pengertian ratio
  • apa itu ratio
  • definisi rasio
  • apa itu rasio?
  • arti ratio
  • apa yang dimaksud dengan rasio