Advertisement

REALITAS/KENYATAAN

Inggris: reality, dari Latin realitas, diturunkan dari res (benda). Masalah Istilah

Advertisement

Istilah ini diperkenalkan ke dalam filsafat pada abad ke-13, rupanya oleh Duns Scotus, yang menggunakan istilah itu sebagai sinonim being (yang-ada, pengada). Sesungguhnya tidak dapat ditarik pembedaan yang tegas antara dua istilah itu, tidak pula antara “aktualitas” dan “eksistensi”. Pandangan filsuf mana pun mengenai “apa yang ada” dapat saja didiskusikan di bawah judul Yang- Ada” atau “Realitas”. Bila ditarik suatu pembedaan antara apa yang bereksistensi dan apa yang bersubsistensi (misalnya kemungkinan-kemungkinan), istilah “aktualitas” dan “eksistensi” kadang diidentikkan dengan yang disebut “apa yang bereksistensi”, sedang “yang-ada” dan “realitas” mencakup baik apa yang bereksistensi maupun yang bersubsistensi. Komentar-komentar berikut berkenaan dengan mereka yang sendiri menggunakan istilah “realitas”.

Beberapa Pengertian

1. Apa yang ada, lawan kata “tampakan”.

2. Segala sesuatu yang ada; jumlah seluruh semua yang ada; alam semesta.

3. Semua apa yang ada terlepas dari “kesadaran”.

4. Keadaan atau kualitas sesuatu yang real, atau benar-benar ada, mencakup segala sesuatu yang ada.

5. Sesuatu ditangkap dalam tangkapan yang dapat dipercaya, yang dilawankan dengan apa yang ditangkap dalam impian atau khayalan. Tangkapan yang dapat dipercaya ialah tangkapan yang tidak mengandung kesalahan. Patut dicatat bahwa yang nyata mempunyai sifat ada, tetapi sesuatu yang mempunyai sifat ada tidak harus bersifat real/nyata. Ini disebabkan sesuatu yang ada itu hanya berada dalam khayalan/impian, tetapi tidak sungguh-sungguh ada dalam kenyataan.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Filsuf India, Nagarjuna, memandang realitas sebagai melebihi intelek (akalbudi), Sang Absolut yang non-dwita, di mana semua pembedaan melebur.

2. Campanella menulis tentang suatu realitas yang berderajat, yang memiliki kesempurnaan dalam berbagai tingkat, dan semua hal yang memiliki “primalitas” (kepertamaan, keasalian) pengetahuan, daya, dan cinta.

3. Kant mengidentikkan yang real sebagai apa yang selaras dengan kondisi-kondisi material pengalaman.

4. Fichte berpandangan bahwa realitas ditetapkan oleh ego.

5. Peirce, di lain pihak, mendefinisikan realitas sebagai apa yang diyakini oleh komunitas peneliti pada akhir suatu deretan ideal penelitian-penelitian.

6. Bradley memandang realitas sebagai suatu absolut yang terletak di belakang pengalaman.

7. Ostwald, yang mendekati materi dari sudut ilmu pengetahuan, menafsirkan realitas sebagai energi dan bukan materi.

8. Freud menggunakan istilah “prinsip realitas” untuk menunjuk pada tujuan terapi, di mana individu yang matang mampu mengatasi ilusi untuk berpijak pada kenyataan.

9. Lossky menganggap realitas sebagai suatu keseluruhan organik.

10. Buber mengutarakan bahwa pendekatan terhadap realitas terdalam hanya mungkin melalui suatu hubungan “Aku-Engkau”.

11. Romero memandang transendensi sebagai kunci realitas.

Incoming search terms:

  • pengertian realitas
  • pengertian realita
  • arti realita
  • arti realitas
  • pengertian kenyataan
  • realitas adalah
  • definisi realita
  • lawan kata realita
  • perbedaan realita dan realitas
  • definisi realitas

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian realitas
  • pengertian realita
  • arti realita
  • arti realitas
  • pengertian kenyataan
  • realitas adalah
  • definisi realita
  • lawan kata realita
  • perbedaan realita dan realitas
  • definisi realitas