Advertisement

REDUKSI

Inggris: reduction, dari Latin reductio (pengurangan, tindakan membuat suatu salinan pada skala yang lebih kecil, misalnya, peta bumi).

Advertisement

Beberapa Pengertian

1. Reduksi merupakan perangkat metodologi dengan cara membawa data dan persoalan-persoalan pada bentuk yang cocok buat analisis data atau pemecahan persoalan-persoalan tersebut dengan kata lain, melalui penyederhanaan hal yang rumit atau kompleks. Metode ini diterapkan dalam logika, matematika, biologi, filsafat, ilmu bahasa, dan seterusnya.

2. Pemutlakan reduksi menyebabkan reduksionisme.

Reduksi dalam Fenomelogi Husserl

1. Bagi Husserl, reduksi merupakan upaya untuk mencapai hakikat dari segala sesuatu. Ia memaparkan tiga macam reduksi: reduksi fenomenologis, reduksi eidetis dan reduksi transendental.

2. Di dalam reduksi fenomenologis kita harus memilah pengalaman-pengalaman kita untuk mendapatkan fenomena dalam wujud semurni-murninya. Segala sesuatu tampak kepada kita. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mempedulikan penampakan itu sendiri. Yang lebih kita pentingkan ialah apa yang menampakkan diri, apa yang ada di belakang penampakan itu. Fenomen yang menyodorkan diri sebagai hal yang nyata ada itu tidak boleh kita terima begitu saja. Misalnya, kita jangan tergesa-gesa berkata “ada rumah”. Keputusan ini harus ditangguhkan dulu atau ditempatkan di antara tanda kurung. Setelah itu kita harus memandang atau menilik apa yang kita alami di dalam kesadaran kita. Apa yang ditempatkan untuk sementara di antara tanda kurung tadi ialah: pandangan adat atau agama, pandangan umum, pandangan ilmu pengetahuan, bahkan pandangan kita sendiri yang sudah kita miliki sebelum kita menyelidiki apa yang tampak itu. Kalau reduksi fenomenologis berhasil, kita akan menemukan fenomen yang sesung-guhnya. Kita akan mengenal fenomen dalam dirinya sendiri.

3. Di dalam reduksi eidetis, kita harus menempatkan di antara tanda kurung segala sesuatu yang bukan eidos (inti sari, hakikat) dari fenomen. Dengan kata lain, dalam reduksi eidetis kita “mencari hakikat”. Di sini kita melihat hakikat sesuatu. Untuk menjelaskan reduksi eidetis ini baiklah kita kembali ke contoh “rumah” tersebut di atas. Telah ada banyak pendapat tentang rumah. Segala dalil dan pandangan tradisional, bahkan mungkin juga pandangan ilmiah yang telah ada mengenai rumah, kita tempatkan di antara tanda kurung lebih dahulu. Sisanya mewujudkan gejala “rumah” yang tampak kepada kita (besarnya, kokohnya, bahan-bahannya, dan sebagainya). Semua gejala itu kita tinjau lagi, mana yang termasuk inti sari “rumah”, mana yang tidak. Segala gejala atau fenomen yang tidak termasuk inti sari rumah kita pahami sebagai gejala-gejala yang boleh lain daripada “rumah”, akan tetapi “rumah” tetap “rumah”. Demikianlah akhirnya kita akan tiba pada inti sari “rumah”, hakikat rumah.

4. Di dalam reduksi transendental, kita harus menempatkan di antara tanda kurung eksistensi dan segala sesuatu yang tidak mempunyai hubungan timbal balik dengan kesadaran murni, agar kita mencapai apa yang ada pada subjek sendiri melalui objek yang tampak di hadapan kita.

Incoming search terms:

  • pengertian reduksi
  • arti reduksi
  • apa itu reduksi
  • pengertian reduksi dalam biologi
  • pengertian reduksi data
  • Definisi reduksi
  • pengertian kata reduksi
  • arti kata reduksi
  • reduksi artinya
  • apa arti reduksi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian reduksi
  • arti reduksi
  • apa itu reduksi
  • pengertian reduksi dalam biologi
  • pengertian reduksi data
  • Definisi reduksi
  • pengertian kata reduksi
  • arti kata reduksi
  • reduksi artinya
  • apa arti reduksi