PENGERTIAN – ARTI RELATIVISME

209 views

RELATIVISME

Inggris: relattvism, dari relative, dari Latin: relativus (berhubungan dengan).

Pengertian Umum dan Masalah Terkait Ajaran bahwa tidak ada hal-hal absolut.

1. Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Ajaran seperti ini tampaknya dianut oleh Protagoras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik dengan segala macamnya.

2. Relativisme etis berpendapat bahwa tidak terdapat kriteria absolut bagi putusan-putusan moral. Westermarck memeluk relativisme etis, yang menghubungkan kriteria putusan dengan kebudayaan individual, yang memperlihatkan perbedaan-perbedaan individual. Etika situasi dari Joseph Fletcher menganggap moralitas suatu tindakan relatif terhadap kebaikan tujuan tindakan itu.

 

Relativisme Protagoras

Dalam dunia filsafat terdapat sebuah relativisme yang cukup terkenal pada permulaan munculnya pemikiran filosofis dan dikaitkan dengan tokoh Protagoras. Beberapa hal yang terkait dengan relativisme ini dapat diurutkan sebagai berikut.

1. Teori tentang relativitas pengetahuan dan relativitas persepsi inderawi. Sering dihubungkan dengan teori bomo mensura (manusia sebagai ukuran) yang berdasarkan suatu perkataan yang dihubungkan dengan Protagoras, pengikut Sofisme, yakni “Manusia adalah ukuran dari segala sesuatu; dari segala sesuati yang ada sebagaimana adanya; dari segala sesuatu yang tidal ada sejauh tidak ada”.

2. Beberapa keyakinan di dalam relativisme Protagoras: a) Ap; yang diamati ada sebagaimana diamati oleh si pengamat, b Apa yang diamati adalah benar bagi si pengamat, c) Kebenarai adalah identik dengan apa yang diamati dan berhubungan de ngan kondisi fisik si pengamat, d) Dengan adanya alat-ala indera yang berbeda, apa yang diamati akan berbeda dan ap; yang dianggap benar akan berbeda, e) Kebenaran tidak ad; terlepas dari si pengamat dan dari pernyataan bahwa sesuati itu benar, f) Adalah keliru mengatakan bahwa satu pribad adalah benar (mempunyai kebenaran) dan pribadi lain adalal salah (tidak mempunyai kebenaran) tentang pengamatan in derawi. g) Kapan saja kebenaran tidak berhubungan dengai pengamatan dan manusia sepakat tentangnya, kebenaran iti dapat dianggap didasarkan pada suatu kesepakatan atau perse tujuan umum (bersama) untuk menyebut hal itu benar dai bukan didasarkan pada keadaan peristiwa deskriptif mana pun juga.

3. Contoh dari beberapa pokok di atas: X berkata “Angin itu di ngin”. Y berkata “Angin itu panas”. Kedua pernyataan ini ti dak benar. Baik X maupun V mengucapkan pernyataan yan s salah. Kedua pernyataan adalah benar berhubungan dengai bagaimana X dan Y mengamati (merasakan) angin. Tidak adi metode atau standar yang mengatasi persepsi tersebut dai yang dapat digunakan untuk menentukan pernyataan mana yang benar dan pernyataan mana yang salah.

Incoming search terms:

  • pengertian relativisme
  • teori relativisme
  • definisi relativisme
  • relativisme
  • arti relativisme
  • relativitas etika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *