PENGERTIAN – ARTI ROH

73 views

ROH

Inggris: spirit dari bahasa Latin spiritus (roh, napas); dari spirare (bernapas, meniup). Istilah Yunaninya adalah psyche, dan istilah ini menunjuk pada prinsip kehidupan.

Beberapa Pengertian

1. Nafas kehidupan. Sebab kehidupan yang dipahami sebagai suatu uap air atau udara yang menjiwai organisme. Dalam manusia, kadang-kadang dipahami sebagai pengantara antara tubuh dan jiwa. Juga sering dipandang sebagai anugerah dari Tuhan (atau para dewa-dewi) dan/atau bahkan sebagai bagian dari nafas Tuhan.

2. Jiwa. Pelaku imaterial dalam manusia yang merupakan sebab kesadaran (termasuk kehendak) dan fungsi-fungsi kehidupan seperti: pertumbuhan, selera, perasaan.

3. Jiwa dunia.

4. Jiwa yang tidak menjelma seperti setan, hantu. Tidak terjelmanya ini bisa mengambil berbagai bentuk: a) jiwa tanpa suatu tubuh yang mendiami suatu dunia yang tidak kelihatan seperti “Hades, Surga, Neraka;

b) jiwa tanpa suatu tubuh tetapi yang tampak pada kehidupan dalam rupa suatu tubuh;

c) jiwa tanpa tubuh fisik di mana ia melekat selama hidup tetapi melekat pada tubuh rohaninya seperti pada kebangkitan sese orang sesudah mati.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Para filsuf kuno menganggap roh sebagai kegiatan pemikiran abstrak. Bagi Aristoteles, misalnya, kegiatan roh tertinggi adalah pemikiran tentang pemikiran. Namun, roh juga dianggap sebagai prinsip adirasional yang ditangkap secara langsung dan intuitif. Pandangan ini tampaknya berhubungan erat dengan agama. Menurut agama, roh tertinggi adalah Tuhan, Ada Adikodrati, yang hanya bisa dikenal melalui iman.

2. Suatu distingsi awal yang bukan merupakan ciri khas perkembangan-perkembangan yang kemudian dikemukakan oleh Telesio. Selain jiwa, ia mengintrodusir ide roh sebagai materi subtil (halus) dan prinsip seluruh gerakan alam semesta

3. Ide roh dalam arti ini sebetulnya sudah terjadi dalam gerakan Idealisme abad ke-19- Mengantisipasi gerakan itu, Vico menjadikan sejarah pusat dari apa yang dapat dimengerti manusia.

4. Fichte menyumbang pengertian roh macam ini, dengan menyatakan bahwa tujuan kehidupan merupakan perkembangan tata rohani.

5. Hegel mempunyai tujuan yang sama. Dan dalam karyanya Phenomenology of the Spirit ia mulai melacak garis-garis perkembangan itu. Dalam deduksinya dari kategori-kategori, Hegel membedakan antara roh objektif dan mutlak. Hegel melihat roh sebagai kesatuan kesadaran-diri dan kesadaran yang dicapai dengan rasio. Ia juga menganggapnya sebagai kesatuan kegiatan praktis dan teoritis. Roh berada sejauh it aktif, kendati satu-satunya kegiatan roh adalah pengenalan, Menurut Hegel, roh mengatasi yang alamiah, yang inderawi Dan roh memperoleh kediriannya dalam proses pengenalan- diri. Sejarah adalah dialektika roh.

6. Dilthey membedakan ilmu-ilmu tentang roh, Geisteswissenschaften, dari ilmu-ilmu alam.

7. Santayana berbicara tentang roh yang adalah kualitas kehidupan intelektual, yang didukung oleh tata material.

8. Croce menampilkan “filsafat roh”, yang terdiri atas estetika, logika, ekonomi, dan etika.

9. Klages membedakan antara jiwa dan roh. Yang belakangan dianggap sebagai mengandung rasionalitas sesat dan harus dihindari guna mendukung kekuatan-kekuatan vital kreatif di dalam jiwa.

10. Bagi Scheler dimensi rohani manusia mempunyai nilainya sendiri dan berkaitan dengan perkembangan diri kita sebagai pribadi. Romero mengangkat, sambil mengembangkan, pandangan Scheler tentang roh.

11. Bagi N. Hartmann roh adalah dimensi keberadaan kita yang sanggup berkontak dengan suatu realitas ideal, dan mempertimbangkan nilai-nilai.

Incoming search terms:

  • pengertian roh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *