Advertisement

1.            Realitas dasar, Dasar Dunia, atau Prinsip Kosmis yang merupakan asal-usul eksistensi dan semua kegiatannya, kesatuan dan keberagamannya.

2.            Yang-ada yang tidak menggantungkan keberadaan dan kegiat-annya pada sesuatu yang lain. Sebaliknya, segala sesuatu lainnya menggantungkan keberadaan dan kegiatannya pada Yang-ada ini. Dan segala sesuatu lainnya akhirnya dapat dikembalikan pada Yang-ada ini.

Advertisement

3.            Keseluruhan organis dan pemikiran yang ada dalam proses aktua lisasi dan pemenuhan semua eksistensi yang sementara dan terbatas.

4.            Realitas (Yang-ada, Substansi) sebagaimana ada dalam dirinya sendiri, yang berlawanan dengan segi yang tampak dari realitas itu.

5.            Realitas yang memuat segala sesuacu yang terbatas.

6.            Konsep yang digunakan dalam filsafat idealis untuk menunjukkan subyek yang kekal, tidak terbatas, tidak bersyarat, sempurna dan tidak berubah. Subyek ini tidak bergantung pada yang lain. Di dalam dirinya terkandung segala sesuatu yang berada dan menciptakan segala sesuatu yang ada. Dalam agama, Sang Absolut adalah Tuhan (Allah). Dalam Fichte, Sang Absolut adalah EGO. Dalam Hegel, Sang Absolut adalah Rasio Dunia (roh mutlak). Dalam Schopenhauer, Sang Absolut adalah Kehendak. Dalam Bergson, Sang Absolut adalah Intuisi.

Advertisement