SANKHYA

Satu dari enam sistem ortodoks filsafat India, yang muncul sebagai jawaban atas Veda-Veda dan sistem-sistem heterodoks. Sistem ini dikaitkan dengan Kapila, yang kabarnya hidup pada abad ke- 7 SM. Filsafat ini berkisar pada Sankhya-pravacana-sutra, yang juga dikaitkan, tetapi tanpa bukti, dengan Kapila. Teks paling tua tentang filsafat ini ialah Sankhya-Karika, yang dipertalikan dengan Isvara Krishna, abad ketiga atau keempat Masehi.

1. Eksistensi ditandai oleh dualitas dasariah subjek yang tahu (purusha) dan objek yang diketahui (prakriti). Dengan dua kategori ini semua yang lain dapat dijelaskan. Purusha dan prakriti mirip dengan roh dan materi, jiwa dan tubuh.

2. Terdapat banyak diri, baik dalam keadaan terbelenggu maupun bebas. Sesungguhnya, seluruh dunia empiris dengan diri-dirinya yang empiris, yang bergabung dengan tubuh-tubuh empiris, tidak lebih dari fenomen belaka. Diri individual sejati adalah bebas dan tak berjasmani, dan keselamatan tercapai dengan belajar, lewat purusha, bahwa kenyataan inilah yang benar (yaitu bahwa diri individual sejati adalah bebas dan tak berjasmani). Keterbelakangan terjadi karena kegiatan pengaruh prakriti dalam individu empiris yang tidak memiliki pengetahuan macam ini. Pengetahuan dan pembebasan akan tercapai lewat kebajikan dan metode-metode yoga.

3. Kendati hanya fenomenal, terdapat penjelasan-penjelasan yang rumit dan halus mengenai perkembangan dunia inderawi. Sebagai contoh, perkembangan prakriti dapat terjadi hanya melalui pengaktifan purusha. Kedua kategori ini bekerja sama. Dapat dibandingkan dengan seorang tunanetra yang berkaki bagus, yang memanggul seorang lumpuh yang bermata bagus. Dan melalui kerjasama ini terjadilah suatu evolusi prakriti ke dalam dunia fenomenal.

4. Prakriti terdiri atas tiga unsur: sattva (kesadaran potensial); rajas (sumber aktivitas); tamas (sumber resistensi kegiatan). Ketiga unsur ini secara berturut-turut berhubungan secara kausal dengan kesenangan, kesakitan, dan indiferensi.

5. Evolusi prakriti timbul karena produksi: a) Mahat (dasar kosmik inteligensi); b) Buddhi (inteligensi substansi semua proses mental); c) Ahankara (prinsip individuasi): d) Dari Ahankara lahirlah tiga garis perkembangan: dari sattva lahir pikiran, lima alat persepsi, dan lima instrumen tindakan; dari rajas timbul energi yang mendorong baik perkembangan sattva maupun tamas; dari tamas muncul lima unsur halus yang menjadi asal-usul perkembangan unsur-unsur kasar. Dalam evolusi ini seluruh dunia fenomenal lahir. Kehancurannya sama dengan peleburan dunia ini ke dalam prakriti orisinalnya.