Advertisement

SENI ABSTRAK adalah seni rupa (lukis, pahat, gambar, grafis) yang tidak menggambarkan wujud- wujud realitas yang ada di dunia. Seni abstrak mengolah bahan yang ada menjadi suatu karya estetik, tanpa tujuan membentuk sesuatu, dan tidak mewakili bentuk apa pun. Seni ini sangat terkenal pada abad ke-20, setelah muncul seni lukis abstrak-ekspresionisme yang dipelopori oleh Kandinsky.

Perintis seni ini adalah Cezanne, Seurat serta Gauguin, yang hidup pada akhir abad ke-19. Mereka mengatakan bahwa unsur seni— garis, warna, dan komposisi—dapat melahirkan karya seni yang dapat dinikmati. Dengan unsur seni tersebut, seniman menyampaikan emosinya dan berkomunikasi dengan pemirsa karyanya. Perintis lainnya adalah Malevich dari Rusia dan tokoh mazhab New York— Jackson Pollock, Willem de Kooning dan Marc Tobey—dari Amerika.

Advertisement

Lalu muncul pertunjukan-pertunjukan melukis di depan khalayak Ahran lukisan abstrak tersebut disebut ekspresionisme abstrak. Aliran abstrak Mondriaan dan Van Doesburg yang tergabung dalam De Stijl pada tahun 1917 di Belanda, melahirkan karya matematis yang tersusun dan bidang kotak-kotak. Aliran ini terlihat pada pelukis Muchtar Apin. Sejak tahun 1970, banyaklah pengikut seni abstrak. Penganut seni ini yang terkenal adalah Achmad Sadali dan A.D. Pirous.

Uraian dan Sejarah. Secara lebih rinci kemunculan seni abstrak pada abad ke-20 dapat dipelajari lewat apa yang dilakukan oleh Wassily Kandinsky, seorang kelahiran Rusia yang memperdalam seni lukisnya di Eropa Barat. Ia hidup antara tahun 1866-1944.

Pada tahun 1910, lewat sebuah pamerannya, Kandinsky menampilkan bentuk-bentuk yang sama sekali non-figuratif (tidak mempunyai bentuk yang da¬pat diartikan); yang terlihat di kanvasnya hanyalah susunan warna harmonis yang meliuk-liuk berirama. Bersamaan dengan itu, Kandinsky menulis suatu teori yang berjudul Concerning the spiritual in art. Teori mengenai seni abstrak ini diedarkan dalam pameran, kemudian terbit sebagai buku dua tahun kemudian. Buku ini menjadi pegangan penganut seni abstrak pada kurun waktu berikutnya.

Dalam buku itu ia menulis, “Suatu hasil seni terdiri atas dua unsur, yakni unsur dalam dan unsur luar. Unsur dalam ialah emosi dalam jiwa seorang seniman. Emosi ini mempunyai kemampuan untuk membangunkan emosi serupa dalam diri pemirsa. Unsur dalam, atau emosi itu, harus ada dalam suatu hasil seni. Tanpa unsur tersebut, hasil seni itu tentulah sebuah kepalsuan, sebab unsur dalam justru menentukan bentuk hasil seni.” Selanjutnya Kandinsky juga mengatakan bahwa warna dan bentuk merupakan materi yang dapat mengekspresikan emosi. Ini tidak ubahnya seperti nada-nada musik yang dapat langsung mengusik hati.

Dalam penutup bukunya, Kandinsky mengutarakan adanya tiga sumber inspirasi bagi lahirnya seni abstrak, atau seni non-figuratif, atau seni non-objektif itu. Yang pertama ialah impresi, yaitu kesan langsung dari segala sesuatu yang ada di luar seniman, manusia, alam semesta, atau benda, dan sebagainya. Kedua, improvisasi, yaitu ekspresi yang spontan dan tidak disadari munculnya. Di sini inspirasi muncul dalam diri seseorang dan sifatnya spiritual. Sumber ketiga, komposisi, yaitu ekspresi perasaan yang terbentuk secara sadar, walaupun tetap dalam kadar tidak rasional. Ekspresi secara perlahan tersusun dalam harmoni, sehingga terbentuk komposisi yang enak dilihat.

Karena teorinya itu, Kandinsky menjadi terkena dalam sejarah sebagai perintis ekspresionisme abstrak aliran seni yang paling banyak pengikutnya di abac ke-20. Dan aliran ini semakin dibesarkan oleh pelukis Amerika, Jackson Pollock.

Teori-teori Kandinsky menjadi dasar seniman seniman abstrak yang berasal dari akademi seni Pelukis Nashar, dibuat dari cat akrilik di atas kanvas, terlihat berawal dari impresi, terutama impresi alam, yang digubah secara improvisasi. Karya-karyanya menampilkan sebuah komposisi garis dan warna unik dengan warna warni terang benderang.

Selain Nashar, pelukis Indonesia lain yang abstrak ekspresionistik ialah Amri Yahya. Pelukis ini mula-mula juga mengekspresikan impresi alam yang dilihatnya dalam bentuk tarikan-tarikan garis spontan dan lincah. Di kanvasnya terkesan gambar-gambar rumput di atas dataran basah seperti air. Karya-karya abstrak ekspresionistik Amri Yahya tidak hanya diwujudkan dalam medium cat minyak di atas kanvas, tetapi juga dalam batik.

Lukisan-lukisan Bagong Kussudiardjo sebagian juga menampakkan pengaruh tersebut. Biasanya ia mengambil impresi dari figur-figur penari, dengan gerak garis dan pulasan kuas yang lancar dan spontan.

Sementara itu, aliran seni abstrak lain juga bermunculan, walaupun gemanya tidak sebesar ekspre-sionisme abstrak. Kasimir Malevich, rekan Kandinsky, yang juga lahir di Rusia (1878-1935), bertolak dari teori-teori Kandinsky, lalu menggubah gaya abstrak lain. Gaya abstraknya ia sebut suprematisme. Aliran ini lahir di Moskwa pada tahun 1913. Teori mengenai seni ini baru muncul pada tahun 1927, dan diterbitkan oleh Bauhaus. Di situ tertulis pernyataan Malevich, bahwa suprematisme adalah supremasi dari perasaan murni di dalam seni. Supremasi itu berbentuk garis-garis serta bidang geometrik yang sangat sederhana. Maka muncullah, misalnya, lukisan bujur sangkar hitam di atas bidang putih, atau bahkan bidang persegi putih di atas kanvas putih.

Bagi penganut suprematisme, objek lukisan sungguh tidak perlu. Objek dianggap unsur penjajah kemurnian di dalam seni, seperti halnya pikiran-pikiran sadar. Dalam seni ini, perasaan adalah faktor yang paling menentukan.

Di Indonesia, bentuk seperti itu pernah dimuncul¬kan oleh seniman Danarto di Taman Ismail Marzuki. Pada kanvas putih, ia memamerkan bentuk-bentuk yang juga putih. Walaupun konsepnya tidak persis sama dengan suprematisme, perwujudan karya seni Danarto mengejar supremasi perasaan murni. Seni rupa Danarto ini mendapat tanggapan positif dan luas. Selain aliran seni abstrak di atas ada juga yang disebut neoplastisisme, (majalah yang menyiarkan ide-idenya). Aliran bstrak jenis ini dipelopori oleh Piet Mondriaan 1872-1944), yang pada mulanya adalah seorang pelukis pemandangan. Ia bekerja sama dengan Theo van oesburg serta Bart van der Leck. Dalam aliran ini uga bercokol para pematung, arsitek, dan lain-lain, mumnya dari Belanda.

Pernyataan neoplastisisme ialah bahwa:

(1) semua ukisan itu terdiri atas garis dan warna. Karena itu, aris dan warna, yang merupakan esensi dari semuanya, harus dibebaskan dari peniruan alam. Garis dan arna harus berdiri sebagai garis dan warna itu sendiri;

(2) lukisan itu menempati bidang datar, oleh arenanya, bidang datar harus dihormati, tidak boleh ikalahkan oleh gambaran ruang. Lukisan harus sejajar bidang tempat beradanya;

(3) pelukis harus berusaha mengejar keuniversalan bentuk. Bentuk itu semakin sederhana, semakin universal. Karena itu, bentuk persegi empat adalah bentuk yang paling tepat untuk neoplastisisme;

(4) warna murni, atau warna primer; kuning, merah, dan biru. Warna-warni itu diharapkan berbicara sendiri. Bentuk lukisan neo-plastisisme ini mirip saputangan laki-laki, sangat sederhana dan nyaris tidak memiliki emosi sama sekali. Di Indonesia pengikutnya hampir tidak ada.

Incoming search terms:

  • seni abstrak
  • pengertian abstrak dalam seni rupa
  • seni rupa abstrak
  • pengertian abstrakisme
  • pengertian seni abstrak
  • pengertian lukisan abstrak
  • pengertian bentuk abstrak
  • pengertian gambar abstrak
  • pengertian abstraksionisme
  • pengertian seni rupa abstrak

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • seni abstrak
  • pengertian abstrak dalam seni rupa
  • seni rupa abstrak
  • pengertian abstrakisme
  • pengertian seni abstrak
  • pengertian lukisan abstrak
  • pengertian bentuk abstrak
  • pengertian gambar abstrak
  • pengertian abstraksionisme
  • pengertian seni rupa abstrak