PENGERTIAN – ARTI SENSASI/PENCERAPAN

30 views

SENSASI/PENCERAPAN

Inggris: sensation, dari Latin sensatio — dari sentire, sensum (merasa, menerima, mempersepsi).

Pengertian

Kendati bervariasi penggunaannya, “sensasi” (penginderaan; pencerapan) biasanya dikaitkan lebih dekat dengan rangsangan eksternal dibandingkan dengan istilah “persepsi”. Sensasi dalam bahasa sehari-hari berarti sejenis pengalaman langsung atau perasaan. Secara historis, psikologi telah menggunakan kata tersebut untuk menunjukkan unsur final dalam suatu persepsi inderawi, seperti: biru atau manis; ini merupakan pencerapan dalam arti sempit. Pencerapan selalu membentuk suatu bagian dari suatu rangkaian yang lebih besar di sini pencerapan menjadi bagian dari persepsi (misalnya, pencerapan tentang sebuah rumah yang saya lihat).

Terdapat kondisi-kondisi tertentu bagi sensasi/pencerapan. Misalnya, proses-proses jasmani dalam dunia luar mengkondisikan penglihatan: gelombang-gelombang elektromagnetis yang dipantulkan dari objek-objek secara tidak teratur menghasilkan perubahan-perubahan dalam retina mata. Karena stimulus ini, suatu stimulus yang terkait disampaikan kepada saraf optik dan akhirnya kepada otak. Suatu pencerapan dan persepsi yang sungguh-sungguh langsung, bersama dengan bentuk, warna, ukuran, dan sebagainya, tergantung pada perubahan-perubahan jasmani ini. Kondisi-kondisi jasmani seperti itu disebut stimulus (rangsangan, jamak stimuli). Sebagian rangsangan ini bersifat eksternal, berasal dari luar organisme dan memiliki bermacam-macam jenis: mekanis, akustik, optik, dan seterusnya. Sebagian lagi bersifat internal, dalam organ indra dan dalam saraf-saraf. Dalam otak masing-masing indera berlokasi dalam tempatnya sendiri-sendiri: bidang penglihatan, bi¬dang bunyi, dan sebagainya. Aktivitas saraf-saraf dan kegiatan sadar yang menyertainya disebut aktivitas psikofisik.

Pencerapan memperlihatkan sejumlah ciri khas: kualitas, intensitas, aspek-aspek spasial (figur, ukuran), dan aspek-aspek temporal. Di dunia luar ciri khas ini tidak berada sama seperti hal-hal itu ada dalam diri seseorang yang mencerap. Ciri-ciri itu bersifat intensional dan menyangkut hanya menyangkut citra persepsi.

Beberapa Pandangan

1. Demokritos menafsirkan pencerapan (sensasi) sebagai penerimaan gambar objek-objek.

2. Aristoteles menafsirkan fenomen yang sama sebagai modifikasi subyek pencerap oleh suatu substansi.

3. Sang Platonis Cambridge, John Smith, beranggapan bahwa terdapat “pencerapan-pencerapan rohani”, yang mengantar seseorang kepada kebenaran tentang Allah.

4. Bagi Kant suatu pencerapan merupakan isi intuisi indrawi yang ditangkap oleh fakultas sensibilitas.

5. Meskipun suatu tradisi panjang yang berawal dari Parmenides memandang pengalaman indrawi sebagai khayali, suatu tradisi yang berlawanan, yang terkadang dinamakan Sensasionalisme, menganggap pengalaman ini membentuk satu-satunya lokus pengetahuan. Salah seorang penganutnya, Ernst Mach, memandang dunia sebagai sesuatu yang tersusun dari pencerapan kita.

6. Plekhanov menganut “teori-hieroglifik tentang pencerapan”. Menurut ajaran ini, pencerapan-pencerapan tidak mereproduksi melainkan melambangkan realitas.

7. Dengan mengangkat pendekatan Psikologi Genetik, Ward membedakan tiga fase dalam pelintasan dari pencerapan ke ide.

8. Hartshorne memandang pencerapan sebagai “perasaan tentang perasaan”, dan dengan begitu bersumberkan hal-hal yang kualitatif.

Intensitas Sensasi

Stimulus yang paling lemah yang masih dapat menghasilkan pencerapan disebut ambang-batas stimulus. Gelombang-gelombang harus melampaui suatu intensitas tertentu sebelum suatu bunyi dapat didengar. Sensibilitas mutlak dari suatu indra tertentu berbanding terbalik dengan ambang-batas stimulus. Semakin lemah stimulus pendengaran, semakin tajam indra pendengaran. Hukum Weber menyimak diferensial ambang-batas: Dalam batas rata-rata dari kekuatan stimulus, diferensial ini bersifat sebanding (proporsional). Akibatnya, bagi jarak-jarak menengah diferensial ambang-batas yang relatif (diferensial yang dibagi oleh stimulus) bersifat konstan kendati ia menyimpang dari nilai konstan pada hal-hal yang ekstrem. Dengan demikian, kalau suatu stimulus berkekuatan 10 memerlukan tambahan 1 (satu) sehingga penambahan dapat diperhatikan, stimulus berkekuatan 30 memerlukan

tambahan 3 (tiga).

Lokasi Pencerapan

Lokasi pencerapan merupakan proses jasmani dalam organisme yang memungkinkan pencerapan sadar. Dengan demikian, pencerapan berlangsung dalam otak. Kalau hubungan dengan otak diputuskan atau kalau bidang indra terkait, yang berlokasi dalam otak, dihancurkan, maka pencerapan berhenti sekalipun organ indra tetap utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *