SIMBOL

Inggris: symbol, Latin symbolium, dari Yunani symbolon — dari symballo

(menarik kesimpulan, berarti, memberi kesan).

Beberapa Pengertian

1. Sesuatu yang biasanya merupakan tanda kelihatan yang menggantikan gagasan atau objek.

2. Kata, tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek.

3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.

4. Arti simbol sering terbatas pada tanda konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.

5. Dalam peristilahan modern sering kali setiap unsur dari suatu sistem tanda-tanda disebut simbol. Dengan demikian, orang berbicara tentang logika simbolik. Dalam arti yang tepat simbol sama dengan “citra” (image) dan menunjuk pada suatu tanda indrawi dari realitas supra-indrawi. Tanda-tanda indrawi pada dasarnya mempunyai kecenderungan tertentu untuk menggambarkan realitas supra-indrawi. Dan dalam suatu komunitas tertentu tanda-tanda indrawi langsung dapat dipahami. Misalnya, sebuah tongkat melambangkan wibawa tertinggi. Kalau suatu objek tidak dapat dimengerti secara langsung dan penafsiran terhadap objek itu bergantung pada proses-proses pikiran yang rumit, maka orang lebih suka berbicara secara alegoris.

Dalam Sejarah Pemikiran

Dalam sejarah pemikiran, istilah ini mempunyai dua arti yang sangat berbeda. Dalam pemikiran dan praktik keagamaan, simbol- simbol biasa dianggap sebagai gambaran kelihatan dari realitas transenden. Dalam sistem pemikiran logis dan ilmiah, lazimnya istilah ini dipakai dalam arti tanda abstrak.

1. Bagi Peirce simbol merupakan satu dari tiga kias tanda, tanda dengan “konotasi yang disepakati”. Dengan demikian Peirce menggunakan istilah itu dalam arti yang kedua dari kedua arti simbol. Dalam analisisnya tentang tanda-tanda, kata benda biasa dan proposisi disebut simbol Rhematik dan Dicent.

2. Russel menganggap kias-kias sebagai “simbol yang tidak lengkap”, dan dapat digantikan oleh deskripsi-diskripsi.

3. Urban membedakan tanda dari simbol. Simbol dihubungkan dengan baik seni maupun agama. Tipe simbol tertentu menyanggupkan kita menembus realitas, dan memuat suatu karakter hal yang disimbolkan.

4. Cassirer mendefinisikan manusia sebagi makhiuk “bersimbol”. Filsafat bentuk-bentuk simboliknya mencakup semua penggunaan tanda, mulai dari matematika hingga agama. Maka ia menggunakan istilah “simbol” untuk merangkum baik penggunaan keagamaan maupun ilmiah; tetapi konsep- konsep ilmiah ekstensif, sedangkan konsep mitos dan konsep agama intensif.

5. Paul Tillich memakai istilah “simbol” dalam arti religius. Dengan cara yang berlainan dari tanda-tanda lain, simbol “berpartisipasi” dalam realitas yang ditunjuknya. Lebih jauh, simbol memiliki kehidupan: ada, berkembang, dan kadang mati.

6. Susanne Langer, yang mendefinisikan manusia sebagi “makhluk simbolik”, membuat pembedaan antara simbol representasional dengan makna perkamusan dan “simbol tidak utuh” dari seni.

Incoming search terms:

  • pengertian simbol
  • contoh simbol dan artinya
  • simbol sama artinya dengan
  • definisi simbol
  • pengertian makna simbol

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian simbol
  • contoh simbol dan artinya
  • simbol sama artinya dengan
  • definisi simbol
  • pengertian makna simbol