SINTESIS

Inggris: synthesis, Latin synthesis, dari Yunani synthesis (meletakkan bersama, komposisi), dari syn (bersama, dengan) tithenai (meletakkan).

Beberapa Pengertian

1. Menyatukan gagasan yang terpisah-pisah atau ideologi yang berbeda-beda ke dalam suatu keseluruhan.

2. Hasil penyatuan gagasan-gagasan yang terpisah dan ideologi- ideologi yang berbeda.

3. Gabungan dari hal-hal (gagasan, konsep, sifat) ke dalam keseluruhan yang lebih rumit dari hal-hal yang lebih sederhana.

4. Hasil dari nomor 3.

5. Fase ketiga dalam proses dialektika: tesis, antitesis, sintesis, yang menghasilkan sesuatu yang secara kualitatif amat berbeda dari tesis dan antitesis tersebut, dengan mengambil unsur-unsur yang terkandung di tesis dan antitesis itu.

Dalam peristilahan filosofis, sintesis menandakan penyatuan beberapa ide untuk menciptakan suatu struktur konseptual yang sempurna atau lengkap. Ini merupakan salah satu dari fungsi terpenting kesadaran.

Sintesis, sekalipun sebagian terbesar dari aktivitas itu tidak sadar, sudah ada dalam intuisi. Kesan-kesan yang diterima oleh indra-indra khusus dikaitkan bersama-sama dalam intuisi ruang dengan “akal sehat” {common sense, sensus communis). Lalu keadaan ini dilengkapi oleh imajinasi atau ingatan (memori) atas dasar pengalaman sebelumnya dan dengan demikian masuk ke dalam waktu. Akhirnya, hal-hal itu dikombinasikan ke dalam pelbagai “bentuk” atau “struktur” (Pengetahuan Inde- rawi).

Sebagai metode, sintesis merupakan suatu usaha sadar meng- gabung-gabungkan struktur-struktur konseptual ke dalam kesatuan-kesatuan yang lebih tinggi. Dalam arti ini, sintesis merupakan lawan dari analisis dan penyelesaian analisis yang niscaya. Dengan sintesis, konsep yang rumit timbul dari konsep- konsep dasar. Dan dengan memakai jenis sintesis lainnya penilaian tersebut muncul dari konsep-konsep. Dengan demikian, kalau setiap konsep, menurut Aristoteles, dapat disebut “sintesis konsep-konsep”, secara khusus konsep-konsep itu juga dapat disebut “putusan-putusan sintetik”. Dalam putusan ini, predikat menambahkan sesuatu yang baru pada ide subjek. Unsur baru ini tidak merupakan sesuatu yang sudah terkandung dalam ide subjek, sebagaimana hal putusan analitik.

Putusan sintetik disebut sintetik a posteriori kalau predikat ditambahkan atas dasar pengalaman. Disebut sintetik a priori kalau predikat putusan ditambahkan secara lepas dari pengalaman dan merupakan hasil dari pemahaman (insight) yang secara niscaya datang dari isi subjek.

Akhirnya, dengan sintesis semua pengetahuan khusus digabungkan menjadi kesatuan aliran atau sudut pandangan, baik sebagai suatu ilmu atau sebagai suatu Weltanschauung, sikap/pandangn hidup.

 

Sintetik

Inggris: synthetic, Yunani synlhetikos (orang yang terampil meng- gabung-gabungkan sesuatu, orang yang menggabungkan sesuatu).

Mengacu pada suatu pernyataan (kalimat, proposisi) yang menegaskan sesuatu tentang dunia nyata (dan tidak tentang bagaimana kata-kata itu digunakan atau tentang arti kata-kata itu). Sintetik kontras dengan analitik, tautologis, definisional, a priori, pasti, niscaya, apodeotik, dan digunakan secara bergantian dengan kontingen, empiris, probabel, a posteriori, deskriptif.

Incoming search terms:

  • pengertian sintesis
  • sintesis adalah
  • pengertian sintesa
  • pengertian sintetis
  • Arti sintesis
  • Apa itu sintesis
  • definisi sintesis
  • metode sintesis
  • apa yang dimaksud dengan sintesis
  • arti sintetis

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian sintesis
  • sintesis adalah
  • pengertian sintesa
  • pengertian sintetis
  • Arti sintesis
  • Apa itu sintesis
  • definisi sintesis
  • metode sintesis
  • apa yang dimaksud dengan sintesis
  • arti sintetis