SOLIPSISME

Inggris solipsism, dari Latin solus (“sendirian”) dan ipse (“diri”).

Maksudnya adalah ajaran bahwa pikiran manusia perseorangan tidak mempunyai landasan untuk percaya akan apa saja kecuali dirinya sendiri. Kadang ditarik konsekuensi bahwa pikiran perseorangan yang tiba pada kesimpulan itu mengkonstitusikan semua yang mempunyai realitas. Klaim yang pertama, dilihat dari dirinya

sendiri, dapat diistilahkan “solipsisme epistemologis”. Bila konsekuensi tadi ditarik, pandangan ini dapat disebut “solipsisme metafisis’. Konsekuensi itu sering ditarik sebagai reductio ad absurdutn untuk menyatakan bahwa klaim awal tadi adalah tidak benar.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Skeptisisme, yang berkutat dengan problem pengetahuan, condong kepada posisi solipsisme epistemologis. St. Agustinus dan Descartes memakai skeptisisme seperti ini sebagai momen menuju pembangunan dan pengukuhan puspa ragam kebenaran.

2. Pada abad ke-17 dan ke-18 kadang istilah ini digunakan dalam arti moral untuk menunjuk pada pandangan Egoisme.

3. Bradley menyatakan bahwa solipsisme adalah konsekuensi yang muncul kalau pengalaman individual tidak ditransendensikan oleh Sang Absolut.

4. Santayana menjadikan titik tolak pemikiran suatu “solipsisme saat sekarang” yang dapat dipatahkan hanya oleh “iman kebinatangan”.

5. Dalam ajarannya tentang “predikamen egosentrik”, Perry pada dasarnya mengemukakan bahwa predikamen solipsisme epistemologis tidak membenarkan loncatan kepada solipsisme metafisis.

Incoming search terms:

  • solipsis adalah
  • solipsisme

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • solipsis adalah
  • solipsisme