SUBJEK

Inggris: subject’, dari Latin subjectus—dari kata sub (di bawah) dan

jacert (melempar, menempatkan).

Beberapa Pengertian

1. Apa yang diafirmasikan atau disangkal oleh suatu kualitas, re¬lasi, ciri, sifat.

2. Apa yang dikatakan sebagai tempat melekatnya sesuatu. Dalam kaitan dengan metafisika subjek dapat ditukar dengan kata- kata seperti: substansi, substratum, dasar, yang-ada, hal real, yang mutlak.

3. Pelaku yang berpikir yang menjadi pendukung atau sebab peristiwa-peristiwa mental.

4. Pikiran.

5. Aku, ego.

 

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Dalam konteks logika Aristoteles berbicara tentang “subjek” dan “predikat” suatu proposisi. Apa yang merupakan subjek juga merupakan substansi yang bereksistensi di dunia.

2. Duns Scotus mengidentikkan “subjektif” dan “objektif dengan pembedaan antara intensi pertama dan kedua. Intensi-intensi pertama bersifat subjektif, yaitu substansi-substansi konkret. Intensi-intensi kedua bersifat objektif, yaitu hal-hal sebagaimana dikonstitusikan oleh operasi-operasi mental.

3. Descartes meneruskan penggunaan Abad Pertengahan, dengan menghubungkan yang objektif dengan pemikiran, dan subjektif dengan hal-hal itu sendiri.

4. Kant berpendapat bahwa “hal yang berpikir” tidak lain tidak bukan adalah subjek transendental yang diketahui hanya “melalui pemikiran-pemikiran yang merupakan predikat-predikatnya sendiri”, jelaslah bahwa pusat kesadaran menjadi subjek, dan objek dibuat-buat di luar dunia kesadaran subjektif. Inilah makna subjek” yang menjadi penggunaan umum dalam dunia modern.