TAOISME

Inggris: taoism, dari bahasa Cina tao (jalan).

Beberapa Pengertian

1. Agama asli Cina yang sudah disistematisasi. Kitab sucinya adalah Tao Te Cbing. Pendirinya, dan penulis Tao Te Ching konon adalah Lao Tzu. Tetapi nama itu kemungkinan pseudonim, karena hanya berarti “satu yang tua” atau “filsuf yang tua”.

2. Ajaran tentang tao atau “jalan”. Taoisme dalam filsafat dan agama Cina dikembangkan oleh Lao-tzu kira-kira pada abad ke-6 SM. Lao-tzu dianggap sebagai pendiri taoisme. Dan dalam masa Tan (abad ke-7 sampai ke-9 SM), Lao-tzu digelari sebagai orang kudus. Ia menguraikan gagasan-gagasannya dalam buku Tao Te Ching. Ia menganjurkan manusia untuk menjalani kehidupan alami. Dia juga berpendapat bahwa segala sesuatu tumbuh dan berubah menurut jalan’ atau tao-nya sendiri. Di balik segala sesuatu terdapat tao. Tao bersifat impersonal. Tao merupakan cara alam ini bekerja. Dan tao merupakan realitas yang iamanen dalam alam dan manusia. Lao-tzu berusaha mengembalikan keharmonisan yang sebelumnya hilang antara manusia dan manusia, maupun antara manusia dan alam. Kalau orang sungguh-sungguh hidup sederhana dan tidak mencampuri kejadian-kejadian alam, ia akan mencapai eksistensi bahagia, serasi dengan Tao.

Segala hal berubah. Dan dalam proses perubahan, hal-hal itu berubah menjadi penentang dirinya sendiri. Manusia selayaknya mengikuti kodrat alamiah benda-benda, tanpa berfilsafat. Taoisme menentang dominasi dan operasi. Ajaran ini menganjurkan untuk kembali kepada masyarakat primitif orang-orang purba.

Yang Chu, Yin Wen dan Chuang Tzu merupakan eksponen terkemuka Taoisme dalam abad ke-4 dan ke-3 SM. Yang Chu mengemukakan bahwa dengan mengamati hukum-hukum alam

kehidupan (tao) manusia akan “melestarikan keutuhan alamnya”. Sementarta Yin Wen yakin bahwa kesetiaan kepada tao akan mengaruniai semua manusia kebijaksanaan dan pengetahuan tentang kebenaran. Yin Wen menegaskan, jiwa manusia terdiri dari partikel-partikel material halus, yang datang dan pergi tergantung pada “kemurnian” dan” kecemaran” dari “organ pikiran” (hsin) kita. Chuang Tzu melihat objek kognisi dalam dialektika yang tunggal dan yang jamak, yang mutlak dan yang nisbi, yang tetap dan yang berubah. Chuang Tzu mencoba untuk memutlakkan yang tunggal dalam yang jamak dan bersandar pada gerak. Ia berusaha memisahkan tao dari benda- benda. Ini berguna sebagai basis teorinya tentang “inaction” (non-aksi, kelambanan, ketidakbergiatan). (Taoisme selaku filsafat, hendaknya dibedakan dari Taoisme sebagai agama.)

 

Taoisme dan Sejarahnya

1. Sumber penggerak pokoknya adalah mistisisme Cina, dan visi mistik sebagaimana terbentang dalam Tao Te Ching. Pandangan ini menyatakan bahwa cara hidup yang tepat melampaui akal ( “tao yang dapat diungkapkan dengan kata-kata bukanlah tao yang kekal”), tetapi tersedia bagi seluruh keberadaan seseorang Orang menang dengan kelembutan, mengalah, dan menghar moniskan diri dengan alam. Terdapat dua himpunan kualitas yang bertolak belakang, Yin dan Yang, yang membantu menyusun alam semesta, dan mesti merupakan bagian dari keselarasan atau keseimbangan personal seseorang.

2. Menjelang akhir abad ke-2 SM, kaum mistik Taois mengorganisasi suatu jemaah, dan mengambil Tao Te Ching sebagai kitab suci mereka. Agama baru itu meminjam nama kitab su cinya dan menjadi Agama Jalan, Tao Chiao, asal-usul Taoisme

3. Tao menjadi sarana kebahagiaan, kekayaan, umur panjang, ‘li tapi studi dan pemahaman intelektual tentang kitab hanya mungkin untuk segelintir orang. Orang awam, selain bermaii raga, hams percaya akan roh yang hidup, mantra guna penyeni buhan penyakit, pengakuan dosa dan penghapusan dosa berd.i sarkan perbuatan-perbuatan baik. Para cerdik cendekia Taor. pada abad-abad yang kemudian mempelajari alkimia, dengan mencari sarana kebakaan, dan menambahkan pada pengetahuan tentang anatomi manusia, kimia, metalurgi, mesiu, anestetik, dan farmasi.

4. Sekitar abad ke-3 M, Taoisme dan Confutianisme merupakan dua aliran yang bersaing berat satu sama lain, dengan Budhisme yang lebih populer di antara rakyat dan Taoisme di kalangan golongan yang berkuasa dan terpelajar. Budhisme merebut kemenangan, sedang Taoisme menderita kekalahan sebagian di bawah kekuasaan Mongol, tetapi situasinya terbalik di bawah dinasti Ming.

Incoming search terms:

  • pengertian taoisme
  • ajaran lao tse atau taoisme adalah ajaran tentang
  • taoisme
  • apakah yang dimaksud ajaran taoisme
  • ajaran lao tse
  • arti taoisme
  • pengertian ajaran taoisme
  • ajaran taoisme
  • taoisme adalah
  • ajaran taoisme dari lao tse adalah

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian taoisme
  • ajaran lao tse atau taoisme adalah ajaran tentang
  • taoisme
  • apakah yang dimaksud ajaran taoisme
  • ajaran lao tse
  • arti taoisme
  • pengertian ajaran taoisme
  • ajaran taoisme
  • taoisme adalah
  • ajaran taoisme dari lao tse adalah