TELEOLOGI

Inggris teleology, dari Yunani telos (tujuan, akhir) dan logos (wacana atau doktrin). Istilah ini diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Christian Wolff.

1. Studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Studi ini mencapai doktrin bahwa tujuan, sebab final, atau maksud harus diketengahkan sebagai prinsip-prinsip penjelasan.

2. Teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan-tujuan dan “kebijaksanaan” objektif di luar manusia, la terungkap dalam antrofomorfisme idealistik dari objek-objek dan proses-proses alamiah. Ia mengaitkan hal-hal itu dengan tindakan prinsip-prinsip penetapan-sasaran (target-setting principles) untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang ditentukan sebelumnya. Tesis ini mengandaikan adanya seorang pencipta yang intelijen dan mendasari bukti teleologis dari adanya Allah.

3. Menurut teleologi transendental-antroposentrik, prinsip penetapan-sasaran, atau Allah, yang berada di luar dunia, memperkenalkan tujuan-tujuan dalam alam yang diciptakan bagi manusia (Wolff). Menurut teleologi imanen, setiap objek dalam alam dalam dirinya sendiri mempunyai suatu tujuan vital yang intrinsik, suatu sebab yang mempunyai tujuan. Tujuan vital atau sebab yang bertujuan itu merupakan sumber gerakan dari bentuk-bentuk yang lebih tinggi (Aristoteles).

4. Dengan bermacam-macam bentuk, teleologi, terdapat dalam stoisisme, Neoplatonisme, dalam konsepsi harmoni yang ditetapkan sebelumnya (Leibniz), dalam teori “jiwa-dunia” dari Schelling, dalam idealisme objektif Hegel, neo-Kantianisme, neo- Thomisme, personalisme, dan sebagainya.

Fideisme kontemporer, holisme, dan sebangsanya, menggunakan data genetika, kibernetika dan psikologi, yang ditafsirkan secara idealistik, untuk memodernisasi konsep teleologi. Dalam periode sejarah modern, ilmu-ilmu alam (fisika, mekanika, astronomi) menghancurkan gambaran dunia religius yang geo- sentrik dan antroposentrik dan menjelaskan proses-proses gerakan maupun Alam Semesta dengan ilmu-ilmu alam. Darwinisme memungkinkan manusia untuk memahami watak alamiah “kebijaksanaan” dalam dunia organik. Pandangan ini kemudian diperdalam oleh genetika, biologi molekuler dan sibernetika.

 

Beberapa Pandangan dan Peranannya

1. Biarpun Anaxagoras dan Plato merintis jalan bagi suatu pandangan tentang dunia sebagai bertujuan, Aristoteleslah yang menyempurnakan analisis tersebut. Sebab final merupakan salah satu dari empat sebab, dan berhubungan, langsung atau tidak langsung, dengan semua hal di dunia.

2. Teleologi mempunyai peranan dalam semua konsepsi teistik mengenai alam semesta dan argumen teleologis merupakan satu dari tiga argumen pokok untuk Allah.

3. Lebih jauh, etika teleologis merupakan salah satu pendekatan baku problem benar dan salah.

4. Ketika ilmu pengetahuan berkembang, bidang penjelasan teleologis menghilang. Ditendang oleh fisika, teleologi terkadang masih dianut dalam teori-teori biologi vitalistik. Kehadirannya dalam psikologi mendapat tantangan, sedikit kurang berhasil, dari Behaviorisme dan Operasionalisme.

5. Berkenaan dengan biologi dan psikologi, Nagel memandang penjelasan-penjelasan teleologis dan non-teleologis sebagai sama saja dan dapat dipertukarkan.

 

Etika Teleologis

Etika teleologis adalah cabang etika normatif yang menyatakan bahwa baik-buruknya tindakan dari sudut pandang etika ditentukan oleh suatu tujuan tertentu. Karena itu, norma etis atau etika adalah konsep yang relatif terhadap tujuan.

Etika teleologi kosmik merupakan suatu trend dalam filsafat moral yang sedang beredar di paruh pertama abad ke-20 di USA dan Inggris. Aliran ini mengandung unsur-unsur naturalisme etik dan idealisme objektif. Menurut Etika Teleologi Kosmik, moralitas hanya dapat dipahami dari sudut perkembangan evolusioner Alam Semesta, yang diduga didasarkan pada suatu maksud/tujuan dunia. Setiap tahap dalam perkembangan itu ditakdirkan sebelumnya dan disebabkan oleh penyesuaian cara yang ada dengan tujuan tersebut. Para pengikut Etika Teleologi kosmik berpandangan bahwa manusia merupakan bagian dari alam dan kosmos dan tujuan moralnya terus menerus menciptakan alam. Dengan demikian, Etika Teleologi Kosmik mempertalikan pada kegiatan moral manusia, suatu arti biologis dan kosmik serta ekstra-sosial.

Incoming search terms:

  • teleologi
  • Teleologis
  • etika teleologi
  • pengertian teleologis
  • teleologis adalah
  • pengertian teleologi
  • teleologi adalah

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • teleologi
  • Teleologis
  • etika teleologi
  • pengertian teleologis
  • teleologis adalah
  • pengertian teleologi
  • teleologi adalah