PENGERTIAN ASAL-USUL BAHASA

25 views

PENGERTIAN ASAL-USUL BAHASA – Tidak diketahui dengan pasti kapan dan bagaimana bahasa muncul untuk pertama kalinya. Para ahli bahasa banyak berbeda pendapat tentang sejak kapan bahasa mulai tercipta. Sebagian memandangnya sebagai perkembangan evolusioner yang relatif baru munculnya, barangkali tidak lebih dari 100.000 tahun yang lalu, sementara sebagian lainnya yakin bahwa bahasa telah berkembang sejak sejuta tahun yang lalu.

Karya terkenal yang berusaha mengetahui asal-usul bahasa adalah karya Hockett dan Ascher (1964). Kedua ilmuwan ini berusaha mendeskripsikan proses tahap-demi-tahap melalui mana sistem penyebutan tertutup nenek moyang pra-manusia berkembang menjadi bahasa yang sebenarnya. Mereka memulai dengan mendeskripsikan ciri-ciri dasar yang terkandung dalam sebuah sistem penyebutan. Sistem tersebut terdiri dari sejumlah kecil tanda yang berbeda, yang masing-masing ada hubungannya dengan situasi yang terjadi secara berulang-ulang dan penting secara biologis. Situasi tersebut meliputi, antara lain, penemuan makanan, pendeteksian bahaya, keinginan berkawan, penunjukkan tempat tinggal seseorang, hasrat seks, dan.terjadinya penderitaan. Ketika nenek moyang kita keluar dari hutan dan mulai hidup di alam datar, maka tangan, yang sebelumnya diperlukan untuk memanjat dan berayun di hutan, dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Tangan dipergunakan untuk berbagai tujuan, seperti membuat dan membawa senjata dan peralatan kasar, membawa makanan yang diperoleh. Selanjutnya, ini mengakibatkan mulut, yang semula digunakan untuk membawa sesuatu, dapat digunakan untuk sesuatu pekerjaan yang lain. Hockett dan Ascher berpendapat bahwa kegunaan baru mulut adalah berbicara.

Pada titik evolusioner sejarah inilah Hockett dan Ascher memandang awal munculnya bahasa. Mereka memandang bahasa muncul dari “pembukaan” sistem penyebutan. Adalah memungkinkan, misalnya, membayangkan sebuah situasi di mana urutan huruf, katakanlah ABCD, memberikan makna “ada makanan di sini”, sementara rangkaian EFGH berarti “ada bahaya”. Dapat dipahami bahwa dalam satu situasi di mana ada makanan dan juga bahaya, hominid awal mungkin melahirkan ungkapan yang baru, ABGH, yang berarti “”makanan dan bahaya”. Hockett dan Ascher menyatakan bahwa ini sangat me-nyerupai tahap awal yang diperlukan dalam pembukaan sistem penyebutan, dan dengan demikian merupakan tahap awal ke arah bahasa yang sebenarnya.

Tentu saja, ungkapan baru, ABGH, itu sendiri hanyalah sebuah sebutan baru dan bukan simbol (mungkin dapat disebut penyebutan gabungan). Namun, sebutan baru tersebut adalah sebutan yang lebih rumit: Ia mentransmisikan lebih banyak informasi dengan cara yang lebih efisien. Akhirnya, Hockett dan Ascher berpendapat bahwa seluruh sistem penyebutan gabungan tersebut pasti berkembang, sistem tersebut pasti telah ditransmisikan kepada generasi baru derigan mengandalkan pengajaran. Sistem tersebut, yang disebut Hockett dan Ascher sebagai pra-bahasa, pasti telah berfungsi sebagai tali penghubung antara sistem penyebutan yang tertutup pada masa yang lebih awal dengan bahasa yang sebenarnya.

Pra-bahasa ini, walaupun melahirkan sejenis “sistem penyebutan terbuka”, tidak mengandung salah satu unsur penting bahasa yang sebenarnya: dualitas susunan. Akhirnya, dengan perkembangan lebih lanjut dari sistem penyebutan dalam kaitannya dengan jumlah dan kerumitan penyebutan, ini juga berkembang. Ciri-ciri dasar suara menunjukkan serangkaian komponen fonologis dasar yang dapat dikombinasikan dan direkombinasikan ke dalam susunan yang telah disepakati dan memberikan makna-makna yang telah dilekatkan secara arbitrer. Hockett dan Ascher memandang bahwa yang terpenting dalam proses ini adalah bahwa ini telah tercapai sekitar sejuta tahun yang lalu. Dengan mengembangkan sebuah sistem bahasa yang sebenarnya, umat manusia telah melintasi apa yang hanya dapat dianggap sebagai ambang pintu perjalanan evolusioner yang kritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *