Kepemimpinan politik.

Pengertian avant-garde adalah Istilah Perancis ini secara harfiah berarti barisan depan atau garda depan (vanguard) dari tentara. Penggunaan metaforisnya mulai dipakai pada perempat terakhir abad ke-19, meskipun ide ini, yakni LEADERSHIP (kepemimpinan) politik dan kultural oleh elite tercerahkan, dalam satu pengertian adalah sudah ada sejak seabad sebelumnya, dan dalam pengertian lain, sudah setua usia ras manusia. Dalam penggunaan Anglophone, istilah “vanguard” dalam bahasa Inggris biasanya dipakai untuk kepemimpinan politik (seperti dalam ide Lenin tentang “partai garda-depan”), dan dalam bahasa Perancis untuk kepemimpinan kultural dan artistik.

Bakat atau keunggulan personal. Pengertian avant-garde.

Avant-garde tidak ditentukan oleh determinan status konvensional seperti kekayaan, garis keturunan, atau fungsi administratif, tetapi semata berdasarkan bakat atau keunggulan personal (yang dinilai oleh orang itu sendiri). Ia berdiri di antara relasi ambivalen antara keter­gantungan simultan dan ALIENATION dalam kultur sekitar mereka. Walaupun mereka punya akar dalam gerakan ENLIGHTENMENT dan Romantik, avant-garde pada dasarnya adalah feno­mena INTELLECTUALS modernis dan proto­modernis, yang saling berkaitan satu sama lain. Bahkan ketika menganut pandangan konservatif secara kultural dan politik (se­perti kasus T. S. Eliot dan banyak moder­nis lain), avant-garde menggunakan teknik ekspresi yang radikal, yang sengaja dibuat samar, sopan, ironis, terpelajar, halus, atau bahkan tak bermakna (seperti dalam ge­rakan Dadais dari Tristan Tzara dan yang lainnya di awal abad ke-20).

Institusionalisasi avant-garde.

Seperti modernisme pada umumnya, avant-garde sebagian adalah reaksi ter­hadap demokrasi borjuis, aristokratisme declasse. Karenanya, mereka sering kali tergantung kepada aristokrasi tradisio­nal untuk mendapat dukungan. Namun, “pelanggan” (clientele) utama mereka se­karang adalah: (a) pemerintah demokratis yang, ketika ingin membangun gedung publik, menunjuk kurator dan mendanai organisasi seni, untuk menunjukkan man­dat “progresif” mereka; dan (h) borjuis kaya yang serius tetapi masih haus status kultural. Ini menimhulkan apa yang dina­makan “institusionalisasi avant-garde” dan telah mem ba ha ya kan k red i bi itas (walau tidak membahayakan profitabili­tas) avant-garde. Belakangan iiii tampak­nya tradisionalisme ‘yang bangkit kembali (terutama dalam biding arsitektur) akan mendominasi ranch k ultura I, tetapi ini masih jauh dari terwujud. Dari semua seni, literatur atau karya sastra, yang banyak mengandalkan pada pasar populer, selama beberapa dekade ini tidak banyak menghasilkan karya avant-garde, meski, berbeda dengan seni visual kontemporer, jelas tidak berhenti berkembang dengan cara yang menarik dan tak terduga.

Filed under : Bikers Pintar,