Advertisement

Atau lebih populer aditif makanan, adalah setiap zat yang ditambahkan ke dalam bahan makanan, untuk suatu tujuan, terlepas dari soal apakah bahan tambahan ini akhirnya akan muncul sebagai suatu komponen dalam hasil akhir. Yang termasuk dalam definisi ini adalah pestisda, bahan antigulma, obat veteriner, zat pengatur penumbuhan, dan dalam arti luas juga pupuk. Namun bahan-bahan ini lebih tepat disebut pencemar makanan, yang idealnya tidak boleh lagi terdapat dalam makanan yang dikonsumsikan. Juga hasil urai atau metabolitnya sebaiknya telah hilang ketika makanan itu dikonsumsikan.

Bahan-bahan tambahan dengan maksud-maksud lain adalah: bahan pengawet, bahan citarasa maupun penghilang bau dan citarasa yang tidak disukai, bahan yang memperbaiki penampilan, yang memperbaiki atav. mempertahankan tekstur, yang mengembalikan atau meningkatkan nilai gizi, bahan pembantu proses pengolahan, dan bahan untuk mempermudah pengemasan.

Advertisement

Proses pembusukan makanan dapat bersifat kimiawi, biokimiawi, maupun oleh mikroba. Oksigen dari udara dapat menyebabkan lemak menjadi tengik. Oleh karena itu berbagai antioksidan ditambahkan, misalnya asam askorbat (vitamin C), tokoferol, fenol tersubstitusi. Bahan pengelat akan mengomplekskan ior logam, sehingga ion ini tidak mengatalisis berbagai proses penguraian. Bahan pengawet tradisional yang menghambat pertumbuhan mikroba antara lain adalah asam dan garam benzoat, propionat, dan sorbat.

Bahan tambahan citarasa memberikan citarasa yang enak, meningkatkan citarasa itu, maupun menutupi citarasa yang tidak enak. Termasuk di sini berbagai asam (cuka, asam sitrat, dsb.), basa (sebagai bufer seperti bikarbonat), dan garam, rempah, minyak asiri, ekstrak nabati lain, dan asap kayu. Selanjutnya juga beroagai bahan sintetis, misalnya berbagai bahan pemanis. Mononatrium glutamat menggurihkan berbagai daging.

Zat warna dan bahan pengelantang (ozon, klor, klor dioksida), bahan penstabil emulsi, bahan penjernih, bahan pembusa, dapat dikelompokkan sebagai aditif yang memperbaiki penampilan.

Roti memerlukan berbagai aditif untuk memperbaiki tekstur. Demikian pula es krim. Juga termasuk dalam kelompok ini bahan pengental (untuk sup, kecap, keju), kapur tohor untuk berbagai buah yang akan dijadikan manisan, dan tawas untuk buah yang diacar.

Dalam proses pengolahan banyak vitamin yang ru-sak. Tambahan vitamin dan mineral dapat dianggap sebagai aditif makanan. Dalam proses ini juga ditambahkan berbagai bahan yang akan membantu (mengawali, mengendalikan, atau mengatur), misalnya dalam hal fermentasi, pemasakan buah, pendadihan (keju), dan koagulasi. Pelarut yang digunakan untuk mengekstrak, melarutkan, maupun mengencerkan; bahan antibusa, antikerak, pengemulsi, dan pelumas juga dikelompokkan sebagai -aditif pembantu proses.

Dalam kehidupan modern dengan berbagai swalayanan, dianggap perlu adanya kemasan yang dapat memperagakan makanan'; dengan menarik. Maka diperlukan bahan aditif yang akan meluweskan atau malahan membuat makanan jadi kaku, bahan penyalut, dan bahan untuk memperbaiki tekstur permukaan makanan. Bahkan tinta yang terpaksa bersentuhan dengan makanan juga dapat dianggap sebagai bahan aditif makanan.

Incoming search terms:

  • pengertian bahan tambahan makanan
  • pengertian bahan tambahan
  • apa yang dimaksudkan denfan bahan tambahan pangan
  • maksud dari makanan tambahan itu apa?
  • maksud memperbaiki tekstur
  • pengertian bahan tambahan obat
  • pengertian bahan utama pangan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian bahan tambahan makanan
  • pengertian bahan tambahan
  • apa yang dimaksudkan denfan bahan tambahan pangan
  • maksud dari makanan tambahan itu apa?
  • maksud memperbaiki tekstur
  • pengertian bahan tambahan obat
  • pengertian bahan utama pangan