Advertisement

Secara lingguistis, Eropa didominasi ba­hasa Indo-Eropa. Bahasa ini pertama kali berkembang di sekitar Laut Hitam dan daerah steppe. Penelitian arkheologis membuktikan bahwa bahasa ini dibawa ke barat bersamaan dengan proses migrasi bangsa pa­da tahun 3000 hingga 2000 SM. Kontak lokal dan per­kawinan antarbangsa mempercepat perluasan baha­sa Indo-Eropa ini.

Varian bahasa Indo-Eropa ini antara lain Proto- Seltik yang mulai digunakan di Jerman Selantan ta­hun 1800 SM. Ketika menyebar ke Eropa Barat, yaitu ke Irlandia, Skotlandia, Wales, Inggris, bahasa ini berubah menjadi Neo-Seltik.

Advertisement

Berdasarkan suatu pembagian yang lebih rinci, ke­luarga bahasa Indo-Eropa dikelompokkan dalam ti­ga cabang besar di Eropa, yaitu Balto-Slavia, Germa- nika, dan Romanika. Kebanyakan orang di Eropa Ti­mur berbicara bahasa Balto-Slavia yang meliputi ba­hasa Bulgaria, Cekoslowakia, Polandia, dan Rusia. Bahasa Germanika, seperti Denmark, Inggris, Jerman, dan Swedia, terutama digunakan di negara-negara Eropa Barat. Bahasa Romanika digunakan di negara bagian selatan Eropa Barat seperti Perancis, Italia, Spanyol.

Bahasa non-Indo-Eropa meliputi bahasa-bahasa Fino-Ugrik serta sebagian bahasa yang digunakan pen­duduk Basque dan Kaukasus. Bahasa Fino-Ugrik di­gunakan antara lain di Hungaria, Finlandia, Estonia, Udmurt.

Bahasa, yang tak ada hubungannya dengan kedua bahasa ini, bahasa Turki, digunakan juga di sekitar Sungai Volga, Laut Kaspia, daerah Balkan, sebagai akibat dari penyerbuan orang Asia di masa lalu.

Advertisement