Advertisement

Terdiri atas dua bagian, yaitu bagian darat dan rantau. Bahasa Minangkabau darat meliputi daerah Minangkabau yang mula-mula terbagi atas tiga wilayah adat yang disebut luhak, yaitu Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Kota. Bahasa Minangkabau rantau merupakan bahasa perluasan Minangkabau darat. Perluasan itu sebagian menuju ke arah barat, dan meliputi daerah Muko-muko, Propinsi Bengkulu sebelah selatan sampai ke Tapak Tuan, Propinsi Aceh di sebelah utara; sebagian ke arah timur, dan daerahnya meliputi Bengkinang dan Indragiri.

Bahasa Minangkabau sebagai suatu bahasa daerah di Indonesia perlu dikembangkan, terutama peranannya dalam rangka pengembangan kelestarian kebudayaan daerah yang merupakan salah satu kebudayaan nasional.

Advertisement

Pemakai bahasa Minangkabau meliputi Propinsi Sumatra Barat dan daerah Muko-muko (Bengkulu), Natal dan Barus (Sumatra Utara), Tapak Tuan (Aceh), Bengkinang, serta Pekan Baru dan Taluk (Riau). Pada saat ini penduduk Sumatra Barat berjumlah 3.554.000 orang (statistik 1978), ditaksir 90% di antaranya adalah penutur bahasa Minangkabau.

Sistem Fonologi. Bahasa Minangkabau mempunyai fonem-fonem berikut:

(1) 5       fonem vokal: / i, a, u, e, o /;

(2) 20 fonem konsonan: / p, b, m, w, t, d, n, 1, r, s, c, j, y, n, k, g, rj, o, ?, h/;

(3) 6 fonem diftong: / i,3, u3, aw, ay, uy, e d /

Sistem Morfologis Sintaksis. Morfem bahasa

Minangkabau dapat terdiri atas satu silabe, dua silabe, tiga silabe, atau empat silabe; tetapi tidak ada morfem yang bersuku lebih dari empat. Sebuah suku kata bisa terdiri atas sebuah vokal (V), atau sebuah vokal didahului oleh sebuah konsonan (KV), atau sebuah vokal didahului dan diikuti oleh sebuah konsonan (KVK)

Secara morfemis, kata-kata bahasa Minangkabau dibagi atas dua macam, yaitu kata yang terdiri atas satu morfem (monomorfem) dan kata dengan lebih dari satu morfem (polimorfem). Secara sintaksis kata dibagi atas kelas benda, kerja, sifat, keterangan, bilangan, depan, sandang, sambung, dan seru. Ada lima macam pola umum kalimat dasar Bahasa Minangkabau, yaitu: FN-FN, FN-FV, FN-FA, FN-FL, dan FN-FNU. Dari pola kalimat dasar yang lima macam ini diperoleh bermacam-macam pola kalimat transformasi, yaitu tunggal, tanya, ingkar, perintah, pasif, tak lengkap, dan emfatik, setara, bertingkat, dan setara bertingkat.

Tekanan terdiri atas tekanan kata dan lekanan kalimat. Jeda terdiri atas jeda tengah dan jeda akhir. Lagu terdiri atas lagu kalimat berita, kalimat ingkar, kalimat perintah, dan kalimat tanya.

Incoming search terms:

  • deskripsi tentang bahasa minang
  • keterangan tentang bahasa minang kabau

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • deskripsi tentang bahasa minang
  • keterangan tentang bahasa minang kabau