Advertisement

Adalah salah satu keluarga bahasa yang daerah pemakaiannya mencakup daerah yang disebut wilayah Cina Asal di Cina, Tibet, timur laut Cina, Xinjiang (Turkestan), dan Asia Tenggara. Yang khas pada bahasa ini adalah bahwa hampir semua katanya bersuku kata satu (monosilabis), dan suku kata ini merupakan unit morfologis. Bahasa-bahasa yang termasuk keluarga bahasa ini merupakan bahasa bernada; bahasa klasik dari bahasa-bahasa ini mempunyai konsonan inisial bersuara tetapi pada perkembangannya, di masa kini, konsonan bersuara itu berubah menjadi tak bersuara kecuali pada bahasa Wu dan bahasa Xiang.

Keluarga bahasa Sino Tibet mempunyai empat cabang utama, yaitu rumpun bahasa Cina, rumpun bahasa Kam-tai, rumpun bahasa Miao-Yao, dan rumpun bahasa Tibet-Burma. Rumpun bahasa Cina terdiri atas bahasa-bahasa yang digunakan oleh suku bangsa Han (suku bangsa yang berasal dari sekitar Sungai Kuning) di Cina. Rumpun bahasa ini mempunyai jumlah pemakai paling banyak, mencapai 1.008 juta orang lebih. Bukti tertua adanya bahasa ini ditemukan pada peninggalan kulit penyu dan tulang binatang bertulisan di sekitar Henan. Diperkirakan kulit penyu dan tulang binatang itu sudah ada sejak 4.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Usaha membaca tulisan-tuli >an itu masih terus dilakukan walaupun menemui banyak kesulitan. Pengetahuan mengenai fonologi bahasa Cina diperoleh dari teks berbahasa klasik Shijing (kitab syair). Dari kitab ini terlihat bahwa dalam rumpun bahasa Cina terdapat gugus konsonan seperti gl-, bl-, ml-, yang dalam bahasa Cina modern sudah tidak tampak lagi.

Advertisement

Seluruh rumpun bahasa Cina disebut juga bahasa Han atau bahasa suku bangsa Han. Daerah tempat suku bangsa Han menetap inilah yang disebut wilayah Cina Asal. Di dalamnya tidak termasuk daerah suku- suku minoritas seperti Tibet, Mongolia, Manchuria, dsb. Bahasa Han terdiri atas tujuh bahasa daerah. Dari ketujuh bahasa daerah ini, bahasa Mandarin berdialek Beijing merupakan bahasa nasional, di RRC maupun di Taiwan.

Secara keseluruhan, bahasa Han atau bahasa Cina mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (1) Nada merupakan bagian yang penting dalam suku kata, nada juga membedakan makna suatu kata dengan kata lain. Jumlah nada pada tiap bahasa daerah tidak sama. Bahasa Mandarin mempunyai empat nada ditambah nada netral, bahasa Wu mempunyai tujuh nada, sedangkan bahasa Yue mempunyai sembilan nada; (2) semula bahasa Han bersifat monosilabis (bersuku kata satu), kemudian, dalam perkembangannya, berubah menjadi polisilabis (bersuku kata lebih dari satu). Dalam bahasa Han modern tidak terdapat gugus konsonan dan sebagian besar suku katanya tidak berakhir dengan konsonan; (3) bahasa Han tidak mengenal fleksi. Verbanya tidak mengalami perubahan bentuk, baik kala lampau, sekarang, maupun yang akan datang. Kala ditunjukkan dengan menggunakan partikel, seperti le telah, zheng sedang, dan vao akan, atau nomina waktu seperti zuotian kemarin, xianzai sekarang, mingtian besok, dsb. Selain itu verbanya juga tidak berubah bentuk, baik bila bergabung dengan subjek yang ketiga tunggal atau dengan subjek tunggal dan subjek jamak, misalnya: wo qu saya pergi ta qu dia pergi tamen qu mereka pergi (4) seperti dalam bahasa Indonesia, bahasa Han mengenal penggolongan benda. Misalnya sebatang pinsii sepucuk surat; (5) dikenal dua macam pola kalimu tanya yang memerlukan jawaban “ya” atau “tidak”. Pengulangan verba atau adverbia harus dengan menyisipkan kata bu (tidak), misalnya: ta qu bu qu dia pergi tidak pergi “Dia pergi atau tidak?” ta yao bu yao qu dia mau tidak mau pergi “Dia mau pergi atau tidak?”

Pengulangan verba harus dengan menggunakan partikel ma (apakah), misalnya: ta qu ma dia pergi apakah “Apakah dia pergi?”

(6) bahasa Han tidak mengenal kata sandang seperti dalam bahasa Indonesia. Misalnya sang suami, si Hitam. Ketakrifan (definiteness) diungkapkan dengan urutan kata, misalnya: ke lai le

tamu datang sudah mu itu sudah datang” lai ke le datang tamu sudah “Datang seorang tamu”

Dari urutan seperti ini dapat ditarik kaidah bahwa nomina yang berposisi di depan verba biasanya takrif (definite), dan nomina yang berposisi di belakang verba biasanya tak takrif (indefinite).

Rumpun bahasa Kam-Tai terdiri atas kelompok bahasa Tai dan kelompok bahasa Kam-Sui. Kelompok h ah as a Tai terdiri atas bahasa Zhuang dan kelompok bahasa Barat Daya. Bahasa Zhuang yang mempunyai beberapa dialek dipakai di sebagian besar Guangxi, sebelah selatan Guizhou, Man, Bendi, dan Shu Li (sebelah utara Pulau Hainan). Kelompok bahasa Barat Daya yang dipakai oleh penduduk yang berdiam di luar Cina terdiri atas bahasa Ahom yang dipakai di daerah Assa; bahasa Kamti dan bahasa Shan yang digunakan di Myanmar dan daerah sebelah barat Yunnan; bahasa Siam dan bahasa Lao yang digunakan di Thailand dan Laos; bahasa Lu yan& digunakan di daerah sebelah selatan Yunnan; bahasa Thai Blanc; bahasa Nung dan bahasa Tho yang digunakan di Kambodia, barat daya Propinsi Guangxi, dan di selatan Yunnan. Ciri kelompok bahasa Tai ialah adanya konsonan aspirasi ph, th, kh.

Kelompok bahasa Kam-Sui terdiri atas bahasa Kam, bahasa Sui, bahasa Mak, dan bahasa T’en. Bahasa-bahasa ini digunakan di tenggara Guizhou dan beberapa distrik di utara Propinsi Guangxi. Kelompok bahasa Kam-Sui mempunyai ciri-ciri bersuku kata satu; mempunyai nada; berurutan SPO (subjek-predi- kat-objek); bahasa Kam dan bahasa Sui memiliki bunyi nasal tak bersuara; terdapat perbedaan yang jelas antara bunyi letupan velar dan palatal dalam bahasa Kam dan bahasa Sui, tetapi ciri ini tidak tampak dalam bahasa Mak dan bahasa T’en; bahasa Sui mempunyai konsonan praglotis dalam jumlah besar, bahasa Mak dan bahasa T’en mempunyai konsonan praglotis ter-batas, sedangkan bahasa Kam tidak memilikinya.

Rumpun bahasa Miao-Yao terdiri atas bahasa Miao dan Yao. Bahasa Miao digunakan oleh beberapa suku bangsa yang menetap di pegunungan sebelah barat Propinsi Hunan, sebagian besar Guizhou, sebelah utara Guangxi, selatan Sichuan, Yunan, Indocina, dan Thailand. Ciri-ciri bahasa Miao adalah bersuku kata satu; mempunyai nada; konsonan n tidak selalu menduduki posisi akhir; dialek Hei Miao yang digunakan di tenggara Guizhou tidak mempunyai gugus konsonan dan konsonan pranasal tetapi mempunyai konsonan aspirasi p\ th, kh, tqh, dsb.

Bahasa Yao digunakan oleh beberapa suku bangsa yang menetap di sebelah barat laut Propinsi Guandong, selatan Guizhou, Pegunungan Guangxi, Yunan, Indocina, dan Thailand. Bahasa Yao mempunyai 5 sampai 8 nada; konsonan -m, -n, -n dapat menduduki posisi akhir; dan bersusunan SPO (subjek-predikat- objek).

Rumpun bahasa Tibet-Burma mempunyai empat cabang, yakni bahasa Tibet, bahasa Katchin, bahasa Burma, dan bahasa Lolo. Bahasa Tibet digunakan di Tibet, Xikang, Qinghai, dan Sichuan. Dialek barat bahasa ini mempunyai prefiks dan gugus konsonan. Dialek tengahnya tidak mempunyai prefiks, gugus konsonannya lebih sedikit, serta suku katanya tidak berakhir dengan konsonan. Bahasa Katchin digunakan di daerah barat laut yang berbatasan dengan Yunan. Bahasa Burma digunakan di Myanmar dan Assa. Bahasa Lolo mempunyai beberapa dialek. Dialek Lolo digunakan di sebagian besar Yunnan, barat laut Guizhou, selatan Sichuan, Indocina, dan Thailand. Bahasa Lolo mempunyai dua jenis tulisan, yaitu tulisan hieroglif dan tulisan silabis; mempunyai 5 sampai 6 nada; memiliki sedikit diftong; sistem fonetisnya sangat sederhana.

Ciri-ciri rumpun bahasa Tibet-Burma ini adalah adanya nada yang bunyinya bergantung pada konsonan inisialnya, yaitu bersuara atau tidak bersuara, serta dipengaruhi oleh prefiksnya; berurutan SOP (sub- jek-objek-predikat).

Incoming search terms:

  • bahasa sino tibet
  • arti kata tibet
  • rumpun sino tibet
  • maksud sino
  • bahasa tibet
  • apakah yang di maksud dengan tibet cina
  • arti kata stibet
  • artikel tentang sino-tibet
  • tulisan tibetan
  • Bahas sino tibet

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • bahasa sino tibet
  • arti kata tibet
  • rumpun sino tibet
  • maksud sino
  • bahasa tibet
  • apakah yang di maksud dengan tibet cina
  • arti kata stibet
  • artikel tentang sino-tibet
  • tulisan tibetan
  • Bahas sino tibet