Advertisement

World Bank (Bank Dunia)

Bersamaan dengan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund = IMF). Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (International Bank for Reconstruction and Development = IBRD) atau Bank Dunia (World Bank) didirikan pada tahun 1944 dan mulai beroperasi pada tahun 1946. Pada dasarnya Bank Dunia merupakan badan pembangunan internasional yang peran utamanya adalah memberi pinjaman untuk proyek pembangunan jangka panjang dengan mata uang asing kepada negara-negara anggota. Bank Dunia adalah yang terbesar di antara badan resmi pembangunan yang ada. Sejak pembentukannya, peran Bank Dunia sudah mengalami perubahan secara substansial.

Advertisement

Perannya semula (sebagaimana ditunjukkan oleh nama aslinya) adalah memberi fasilitas bagi pembangunan kembali perekonomian Eropa setelah Perang Dunia II. Semula mempunyai 45 negara anggota, lalu menjadi 150 negara anggota pada pertengahan tahun 1990-an. Pinjaman dalam jumlah besar pertama-tama diberikan kepada Eropa, bahkan menjelang pertengahan tahun 1950-an pinjaman kepada Eropa berjumlah dua pertiga dari total pinjaman yang disalurkan. Karena pembangunan kembali Eropa pasca-perang itu cepat sekali (lebih karena bantuan bilateral Rencana Marshal daripada kegiatan-kegiatan IBRD), fokus Bank Dunia pun berubah. Dalam proses inilah Bank Dunia tampil sebagai badan pembangunan ekonomi dunia yang terkemuka, yang memberikan pinjaman kepada negara-negara berkembang. Fokusnya masih tertuju pada upaya memberi pinjaman untuk mendorong pembangunan ekonomi. Akhirnya, Bank Dunia menjadi badan resmi pemberi pinjaman yang terbesar di dunia bagi pembangunan negara-negara berpendapatan rendah. Selain pinjaman finansial, Bank Dunia juga menyediakan bantuan besar di bidang teknik pada proyek-proyek yang didanainya.

Pada tahun 1956 Bank Dunia melakukan pengembangan dengan membentuk Korporasi Keuangan Internasional (the International Finance Corporation) yang tujuannya menyediakan dan memberikan fasilitas dana secara eksklusif untuk pengembangan usaha swasta di negara-negara anggota. Pengembangan berikutnya dilakukan pada tahun 1960 dengan dibentuknya Badan Pembangunan Internasional (the International Development Agency) yang memusatkan perhatiannya pada negara-negara peminjam berpendapatan rendah dengan jangka waktu yang lebih longgar. Pada tahun 1988 Badan Jaminan Investasi Multilateral (the Multilateral Investment Guarantee Agency) didirikan sebagai bagian dari kelompok Bank Dunia untuk memberi fasilitas dan mendorong investasi asing secara langsung di negara-negara berkembang. Badan ini melaksanakan tugasnya antara lain melalui sebuah program jaminan untuk mengurangi risiko-risiko politik menurut para calon investor. Karena itu, kelompok Bank Dunia terdiri dari bank, perantara (broker), konsultan, dan badan asuransi.

Pinjaman Bank Dunia biasanya untuk proyek-proyek berskala besar dalam bidang energi, transportasi. infrastruktur, komunikasi dan fasilitas umum. Pinjaman-pinjaman seperti itu meringankan kendala tabungan domestik dan devisa dari pembangunan ekonomi negara peminjam. Salah satu ciri negara-negara berkembang adalah tingkat optimum dari formasi modalnya melampaui kapasitas negara itu untuk meningkatkan tabungan domestik, dan cadangan devisanya tidak cukup untuk terus-menerus mengisi kekosongan tersebut. Bank Dunia bertindak sebagai perantara dengan menyalurkan berbagai tabungan yang dihasilkan negara-negara maju menjadi investasi di negara-negara berkembang. Semua pinjaman Bank Dunia diberikan kepada pemerintah atau entitas yang dijamin oleh pemerintah bersangkutan (untuk fasilitas umum misalnya).

Pinjaman-pinjaman tersebut biasanya bisa dibayar kembali dalam kurun waktu 10 sampai 15 tahun dan dengan suku bunga yang merefleksikan biaya dana (cost of fund) bagi Bank Dunia. Bank Dunia belum pernah mengalami kredit macet, dan belum pernah harus menagih dari modal yang dipinjamkannya. Bank Dunia memiliki tingkat peluang kredit paling tinggi di pasar- pasar modal dunia.

Meskipun sepanjang sejarah proyek-proyek pembangunan mendominasi pinjaman Bank Du-nia, namun prioritas dan fokusnya berubah dari waktu ke waktu. Penekanan yang makin besar diberikan pada upaya menanggulangi kemiskinan per se dan ini tercermin dalam pengembangan pinjaman untuk sektor pedesaan. Dalam Annual Report tahun 1991 dinyatakan bahwa “penghapusan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama Bank Dunia”. Pergeseran penekanan ini, juga tercermin pada kemampuan negara ber-kembang berpendapatan lebih tinggi untuk meng- ambilalih perbankan dan pasar modal interna-sional secara langsung, terlihat dalam proporsi pinjaman yang semakin meningkat kepada negara-negara berpendapatan rendah. Karena itu, pada tahun 1981, 35 persen pinjaman diberikan kepada kelompok negara-negara ini, sementara pada tahun 1991 proporsi itu meningkat sampai lebih dari 40 persen. Pinjaman ditujukan untuk proyek-proyek kesehatan dan peningkatan gizi dan juga untuk pendidikan. Isu-isu lingkungan juga sudah diberi prioritas yang makin besar.

Sejak tahun 1988, Bank Dunia juga ikut berpartisipasi dalam program-program pengurangan hutang dan restrukturisasi hutang negara berkembang yang menghadapi masalah berat dalam pelunasan hutang itu setelah selama bertahun-tahun sektor swasta mendapat pinjam-an.

Bank Dunia dimiliki oleh negara-negara ang-gota yang menyumbangkan modal bagi Bank Dunia. Namun operasional peminjaman utamanya dibiayai oleh pinjamannya sendiri di berbagai pasar modal internasioal. Bank Dunia sudah menjadi satu-satunya penjamin hutang-hutang terbesar di dunia. Bank Dunia dapat meminjam dengan kurun waktu yang sangat menguntungkan tidak hanya karena reputasinya yang begitu baik pelunasannya dan layanan hutangnya, tetapi juga karena belum pernah meminjam dalam jumlah yang melebihi modalnya sendiri. Rasio yang sesuai 1:1 ini menjadikannya sebagai bank yang paling hati-hati dan cermat di dunia. Dengan demikian, Bank Dunia meminjam atas namanya sendiri dan memberikan pinjaman-pinjaman kepada negara-negara yang tidak mampu mendapatkan akses langsung ke pasar-pasar swasta atau hanya dapat melakukannya dalam jangka waktu yang kurang menguntungkan daripada dari Bank Dunia.

Bank Dunia tentu menghadapi para pengritik dari berbagai spektrum politik. Salah satu spek-trum itu mengritik Bank Dunia karena menjadi agen kapitalisme dan imperialisme dan karena memberikan berbagai syarat pinjaman yang mengharuskannya mencampuri prioritas sosial dan politik berbagai negara. Bias ini terjadi karena Bank Dunia dikendalikan oleh negara-negara maju yang kaya, sementara negara-negara peminjam yang miskin tidak memiliki suara yang berarti dalam proses pengambilan keputusan. Spektrum lain mengritik bahwa Bank Dunia terlalu pasif, dan tidak cukup responsif dalam memasarkan berbagai kekuatan pasar demi pembangunan ekonomi. Aliran ini juga menyatakan bahwa bias Bank Dunia lebih cenderung ke sektor pemerintah daripada proyek-proyek swasta dan belum cukup bersungguh-sungguh dalam melindungi deregulasi.

Apapun hasil dari berbagai benturan kritik tersebut, kenyataannya tidak berubah bahwa Bank Dunia telah menjadi pelaku pembangunan terbesar di dunia dan juga menjadi salah satu di antara peminjam terbesar dalam pasar-pasar modal internasional.

Incoming search terms:

  • Makalah bank dunia
  • karakteristik bank dunia
  • pengertian ekonomi pembangunan menurut bank dunia
  • badan pembangunan internasional untuk mendapat pinjaman dari bank dunia
  • lambang dan makna world bank asia
  • pengertian bank dunia

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Makalah bank dunia
  • karakteristik bank dunia
  • pengertian ekonomi pembangunan menurut bank dunia
  • badan pembangunan internasional untuk mendapat pinjaman dari bank dunia
  • lambang dan makna world bank asia
  • pengertian bank dunia