Tiga karakteristik dasar.

Pengertian base and superstructure (basis dan supra-struktur) adalah Ini adalah metafora Marxis un­tuk mendeskripsikan relasi antara ekonomi (relasi produksi) dengan pemerintah, poli­tik dan ideologi. Marx dan Engels tidak pernah mengernbangkan ide mereka ten-tang basis dan suprastruktur dalam risalah khusus dan secara sistematis, namun ada­lah mungkin untuk melihat setidaknya tiga karakteristik dasar dari pemikiran mereka tentang subjek ini: kompabilitas (compa­bility), umpan balik (feedback), dan non­reduksionisme (non-reductionsm):

Sebuah masyarakat akan eksis jika ada kompatibilitas (“kesesuaian”) an­tara pemerintahnya (politik, hukum), ide-idenya, dan struktur ekonomin­ya. Tetapi, semuanya itu mustahil: jika ekonomi berubah, pemerintah dan ide juga harus berubah. Marx mungkin berpendapat bahwa hanya ada satu tipe suprastruktur yang kompatibel dengan basis tertentu. G. V. Plekha­nov, Lenin, dan Stalin jelas menganut pandangan ini. Kompatibilitas juga diinterpretasikan sebagai perubahan yang tidak terelakkan dalam supra­struktur setelah terjadi perubahan di basis. Ini adalah interpretasi kompat­ibilitas yang kuat. Menurut interpre­tasi yang lemah, jumlah suprastruktur yang kompatibel harus lebih sedikit ketimbang jumlah semua suprastruk­tur (yang mungkin); korespondensin­ya adalah satu-dengan-banyak. Jadi, pernyataan tentang suprastruktur ma-sib dapat dijelaskan dengan menggunakan pernyataan tentang basis teta­pi deskripsi suprastruktur tidak dapat diambil dari deskripsi tentang basis. Tesis ini juga dapat diperlemah men jadi tesis campuran bahwa: (a) jika se buah basis berubah, maka suprastruk­tur akan berubah untuk memulihkan kompatibilitas, atau basis kembali kr tipe semula; dan (b) jika suprastruk­tur berubah maka basis berubah un­tuk memulihkan kompatibilitas atau suprastruktur kembali ke tipe semula atau masyarakat hancur.

Ada hubungan timbal balik antara ba – sis dan suprastruktur. Istilah “feed­back” pertama kali dipakai secara sistematis dalam konteks ini oleh fil­suf Jerman Timur, Georg Klaus, setelah tahun 1960. Ide ini tersirat dalam tu­lisan Marx dan eksplisit dalam tii­lisan Engels. Umpan balik (feedback) menjelaskan kemunculan pelaksanaan fungsi suprastruktur terhadap basis – nya. Pernyataan tentang fungsi pentrr­intah atau ide dapat diterjemahkan kr dalam kalimat kondisional yang dapat diterima di dalam mode penjelasan it – miah. Tesis umpan balik ini sesuai den gan interpretasi kuat dan lemah atas te­sis kompatibilitas.

Semua properti dari suprastruktur ti. dak tergantung kepada beberapa prop­erti basis. Ada entitas, properti pemer­intah dan ide-ide yang tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan pc, nyataan tentang basis deskripsi basis). Suprastruktur berkem­bang dari suprastruktur sebelumnya, dan herasal dari pilihan atau tinda­kan hebas di dalam batasan struktural yang dikenakan oleh kondisi kompati­bilitas dan umpan balik. Suprastruktur dianggap komponen utama dari setiap masyarakat manusia; is bukan pelayan atau budak murni dari basis.

Teori sosiologi umum.

Umpan balik dan non-reduksionisme dicakup oleh label “otonomi suprastruktur relatif”. Konsep basis dan suprastruktur, karenanya, menjadi konsep tentang keter­batasan dan kemampuan manusia dalam bertindak dan beraktivitas. Dalam tulisan­tulisan Marxis tidak terdapat metode un­tuk menunjukkan, secara ante factum, mana properti dan entitas di dalam be­berapa institusi suprastruktural yang ter­gantung kepada basis dan mana yang ti­dak. Jadi, kita tidak punya teori sosiologi umum di sini, walaupun kita punya sketsa teori yang menunjukkan beberapa hubu­ngan penting di dalam masyarakat yang dapat dipakai sebagai inti program riset dalam sejarah, sosiologi, antropologi so­sial, hukum, dan ilmu politik. Ekspresi “basis dan suprastruktur” di­aplikasikan secara luas pada hubungan an­tar-institusi kemasyarakatan. Ia juga da­pat diaplikasikan untuk relasi antarlevel di dalam beragam institusi (keluarga, kelom­pok pemburu, unit etnis, dan sebagainya).

Basis dan suprastruktur.

Istilah “basis dan suprastruktur” di­perkenalkan oleh Marx (1859). Dia meng­klaim bahwa bentuk negara, politik, dan idedologi merupakan suprastruktur yang didirikan di atas basis relasi produksi, di mana relasi produksi ini kompatibel de­ngan level alat-alat produksi tertentu. Jadi, suprastruktur oleh Marx tidak dideskripsi­kan sebagai sesuatu yang tergantung secara langsung pada teknologi. Ketergantung­an itu diperantarai oleh struktur ekono­mi. Pada awal 1844 Marx rnenulis dalam manuskrip Paris bahwa beberapa nilai ma­nusia tergantung, kepada kondisi ekono­mi (secara khusus, sikap terhadap kerja dan kebebasan dideskripsikan sebagai tergantung kepada ada-tidaknya alien­asi di dalam perekonomian). Klaim bah­wa pemikiran dan pemerintahan didasar­kan pada MODE OF PRODUCTION banyak dijumpai dalam German Ideology (Marx dan Engels, 1845-6). Engels mendiskusi­kan relasi antara basis dan suprastruktur dalam sejumlah surat yang ditulis antara tahun 1890 dan 1895. Dia memperkenal­kan deskripsi umpan balik dari hubungan antara basis dan suprastruktur, menunjuk­kan bahwa institusi yang termasuk supra­struktur memiliki beberapa karakteristik yang tidak ditentukan oleh basisnya. Ter­kadang dia menggunakan istilah basis se­cara longgar, dengan memasukkan ling­kungan alam dan seluruh mode produksi (Engels, 1894).

Basis ekonomi. Pengertian base and superstructure (basis dan supra-struktur).

Pada 1920-an beberapa penulis Sovi­et mulai membuat perbedaan antara basis teknologi (bagian dari alat-alat produksi) dan basis ekonomi. Basis ekonomi terdiri dari relasi produksi, pertukaran dan dis­tribusi. Tulisan-tulisan ekonomi di Barat sejak 1870 belum dikenal oleh filsuf dan ekonom Soviet; jadi tidak ada penelitian detail atas relasi produksi oleh mayoritas Marxis. Walau begitu, ekspresi “basis” (atau “basis ekonomi”) tidak dipakai oleh penulis Soviet untuk menunjukkan selu­ruh mode produksi. Mereka juga memper­lakukan suprastruktur sebagai sesuatu di luar mode produksi dan didasarkan pada mode tersebut. Mayoritas berpendapat bahwa walaupun relasi produksi adalah faktor penentu utama bagi suprastruktur, ada pula relasi langsung dari alat produk­si ke suprastruktur. Pandangan Soviet ini (dan Eropa Timur) berbeda dengan pan­dangan beberapa penulis Barat yang di­pengaruhi oleh tradisi Marxis Perancis, yang menggunakan istilah “basis” untuk menunjukkan haik itu alat maupun rela­si produksi. Penggunaan Soviet tampak­nya sesuai dengan Marx (1859) dan leb­ih dekat dengan korpus tulisan Marx dan Fngels. j. Plam,matz berpendapat Marx menginterproasikan relasi produksi sebagai relasi kepemilikan legal. Pandan­gan ini ditentang oleh G. A. Cohen, yang juga memberikan analisis dasar atas relasi basis-suprastruktur. Pandangan Cohen di­dasarkan pada bukti tekstual yang bagus (Marx, 1859).

Revolusionalisasi realitas. Pengertian base and superstructure (basis dan supra-struktur).

Ada tendensi di dalam tulisan MARX­ISM Barat modern untuk memperlakukan ide basis dan suprastruktur sebagai prinsip penjelas. G. A. Cohen menegaskan bahwa relasi antara suprastruktur dengan basis adalah relasi fungsional dan bahwa bah­wa penjelasan fungsional adalah bentuk penjelasan yang valid. Ini menimbulkan kontroversi dalam studi Marxisme analitis tentang sifat dari relasi fungsional dan per-an dari penjelasan fungsional. Dalam ilmu sosial abad ke-19, EXPLANATION belum menjadi kata yang lazim dipakai. Marx dan Engels pada dasarnya tertarik un­tuk mengetahui apa yang mereka anggap merupakan hubungan riil antar-entitas riil. Walaupun mereka mengembangkan kon­sep dan terminologi untuk tujuan pemaha­man dan penjelasan, minat mereka bukan dipusatkan pada konsep tetapi pada reali­tas sosial dan revolusionalisasi realitas itu. Penggunaan konsep “basis dan supra­struktur” secara amat sederhana dan non­metaforis oleh beberapa Marxis dan anti­Marxis sesungguhnya baru muncul di abad ke-20. Marxisme dijadikan sistem teoretis yang tertutup, menyeluruh dan non-falsifi­able oleh para pemikir Second Internation­al, oleh Lenin, dan oleh penafsir Marx dari kubu Stalinis.

Filed under : Bikers Pintar,