PENGERTIAN BENCANA EKOLOGI DAN DENTOGRAFI ADALAH – Dalam bukunya An Inquiry into the Hunum Prospect (1980), Robert Heilbroner ,mengemukakan suatu penilaian yang sangat pesimistik mengenai masa da-ang. Sebagaimana dikemukakannya (1980:20): Harapan bagi manusia , saya percaya, adalah menyakitkan, sulit, dan barangkali meresahkan, dan harapan yang dapat dipertahankan bagi prospek masa depannya agaknya memang sangat tipis. Jawaban terhadap apakah kita dapat mengangankan masa depan itu yang lain daripada suatu kelanjutan kegelapan, kekejaman, kekacauan masa lalu agaknya tidak; dan terhadap pertanyaan tentang apakah kelak menjadi paling jelek, ya.

Heilbroner melihat ada tiga alasan fLmdamental mengapa masa datang itu tampak suram. Salah satttnya ialah tingkat pertumbuhan penduduk yang ada sekarang dalam skala dunia. Disimpulkannya situasi demografi dunia sekarang ini sebagai berikut (1980:32-33):

Pada umumnya situasi demografis semua Asia Tenggara, sebagian besar Amerika Latin, dan sebagian Afrika sebenarnya menunjukkan suatu hasil aliran Malthus yang suram. Asia Tenggara, misalnya, semakin bertumbuh dengan suatu tingkat yang akan melipatgandakan jumlahnya dalam kurang dari 30 tahun; Benua Afrika sebagai keseluruhan setiap 27 tahun; Amerika Latin setiap 24 tahun. Jadi, sementara kita dapat mengharapkan daerah-daerah terindustrialisasi di dunia ini harus mendukung kira-kiral,4 sampai 1,7 milyar orang seabad dari sekarang, dunia yang sedang berkembang, yang sekarang ini berjumlah sekitar 2,5 milyar, akan harus mendukung sekitar 40 milyar pada waktu itu jika daerah itu terus melipatgandakan jumlahnya kira-kira setiap seperempat abad.

Salah satu konsekuensi dari berjejalnya penduduk dengan demikian jelas merupakan kemerosotan kondisi-kondisi ekonomi negara-negara Dunia Ketiga. Kemerosotan ini tak diragukan akan disertai oleh meningkatnya kekacauan sosial dan meningkatnya karakter pemerintahan diktator agar dapat mengendalikan kekacauan itu. Seperti dicatat oleh Heilbroner, “Kondisi ini dapat terus berlangsung selama suatu jangka waktu yang panjang, yang secara efektif menyingkirkan claerah-daerah itu dari perhatian bagian sisa lainnya dunia ini dan menyerahkan milyaran penduduknya kepada keadaan manusia yang sebanding dengan keadaan yang paling jelek yang sekarang tampak sayup-sayup di daerah-daerah India dan Pakistan” (1980:38).

Tentu saja ada kemungkinan bahwa beberapa dari negara-negara Dunia Ketiga akan berusaha untuk mengatasi masalah-masalah demikian sebelum mereka menjadi parah. Heilbroner menandaskan bahwa hal ini akan memerlukan munculnya pemerintahan “besi” yang ditujukan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan pengendalian kelahiran yang sangat ketat, seperti yang sekarangberlaku di Cina. Lagipula, sebagaimana dikemukakan oleh Heilbroner, pemerintahan yang demikian tidak mungkin membatasi teknik-teknik otoriter pada peraturan tingkat kelahiran. Mereka cenderung memperluas kekuasaan mereka juga ke dalam banyak sektor lain kehidupan sosial, dan dengan demikian uasha untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di banyak negara Dunia Ketiga akan disertai oleh kenaikan umum dalam penindasan politik. Heilbroner menyimpulkan pembahasannya mengenai dampak-dampak dari tingkat pertumbuhan penduduk sekarang ini dengan menandaskan (1980:43-44): Jika proyeksi-proyeksi tingkat pertumbuhan penduduk sekarang secara kasar adalah cermat, dan jika pembatasan-pembatasan lingkungan terhadap pertumbuhan luaran (output) menunjukkan pengaruh negatifnya dalam dua generasi berikut, maka kemerosotan manusia secara masif di daerah-daerah yang terkebelakang hanya dapat dihindari dengan suatu redistribusi luaran dan energi dunia berdasarkan suatu skala yang jauh lebih besar daripada apa pun yang selama ini dipandang secara serius. Dalam suasana yang paling baik redistribusi demikian akan sangat sulit dicapai. Pengalihan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya ini agaknya tidak mungkin terbayangkan kecuali di bawah semacam ancaman. kemungkinan itu, yang kemudian harus dihadapi, ialah bahwa bangsa-bangsa yang terkebelakang yang tidak akan kehilangan “apa pun” akan mengarahkan pistol nuklir mereka kepada kepalakepala para penumpang di gerbong-gerbong kelas satu yang dapat kehilangan segala sesuatu.

Heilbroner juga pesimis mengenai masa datang karena tingkat yang sekarang di mana bangsa-bangsa industri menggunakan habis sumber daya alam. Ia percaya kita sekarang sedang bergerak ke arah keterbatasan yang pasti kemampuan buku ini untuk mendukung bentuk teknologi indus tri. Agar dapat menghindari bencana ekologi di masa datang yang dekat, negara-negara industri harus mulai membatasi secara tajam tingkat pemanfaatan sumber daya mereka. Menurut Heilbroner hal ini hanya akan dapat dilakukan melalui pemerintahan otoriter, karena individu-individu dan kelompok-kelompok swasta tidak akan secara sukarela membatasi penggunaan sumber daya mereka. Kemudian, ada suatu prospek definitif ancaman yang sangat besar terhadap, jika bukan kehancuran dari, lembaga-lembaga demokrasi dasar kita. “Bagi mayoritas bangsa kapitalis saya tidak melihat bagaimana orang dapat menghindari kesimpulan bahwa transformasi yang diperlukan itu akan mungkin melebihi kemampuan demokrasi perwakilan” (Heilbroner, 1980:106). Prospek itu juga tertuju kepada suatu standar hidup yang sangat menurun yang akan menyertai menurunnya kegiatan industri.

Filed under : Bikers Pintar,