Advertisement

Bus kota merupakan alat transportasi jasa untuk mengangkut manusia dari suatu tempat ke tempat lain melalui jalan-jalan kelas satu di suatu kota. Pelayanan bus kota mengalami perkembangan sejarah yang secara bertahap mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Pada masa lalu sekitar 1960-an di Jakarta dikenal bus kota buatan Rusia bermerk Robur, yang diselenggarakan oleh satu perusahaan jasa angkutan (di Jakarta) bernama Tavip. Bagian depan bus ini berbentuk ‘tak berhidung’, meskipun mesinnya terletak di depan samping kanan pengemudi yang setirnya ada di sebelah kiri. Para penumpang biasanya naik secara berebutan, baik dari pintu belakang maupun pintu depan. Seorang kondektur secara rutin berjalar hilir mudik di dalam bus kota untuk meminta ongkos jasa pelayanan kepada para penumpang. Arah atau rute yang dijalani oleh bus kota ini disuarakan oleh seorang kenek yang berada di halte bus kota dengan imbalan upah yang ditentukan oleh kondektur.

Tahun 1970-an bus Robur yang bsrstir kiri dan talc berhidung ini kemudian diganti dengan kendaraan bus kota buatan Amerika bermerek Dodge. Tidak seperti bus Robur buatan Rusia yang tak berhidung, bus kota buatan Amerika ini mempunyai hidung di bagian depannya meskipun letak mesinnya sama-sama di depan. Pengoperasian bus kota ini dilakukan oleh beberapa perusahaan jasa pengangkut yang tampak saling bersaing, seperti Merantama, Saudaranta, Medal Sekarwangi, Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD), dan Damri. Masing-masing perusahaan menggunakan jenis kendaraan yang sama, tetapi dengan rute perjalanan yang berbeda. Pada awalnya cara melayani penumpang masih relatif sama dengan model pelayanan 1960-an. Akan tetapi, sejak 1974 mulai diperkenalkan ‘sistem karcis’ yang dapat dibeli di terminal atau pada kondektur di dalam bus kota. Sejak itu pula mulai terdapat pemisahan antara harga karcis untuk anak-anak sekolah dengan harga karcis untuk penumpang umum. Pekerjaan sang kondektur adalah menyobek karcis yang diberikan oleh penumpang dan sisanya disimpan oleh kondektur untuk ditukarkan dengan uang. Ketika itu diperkenalkan pula ‘sistem kotak uang’, yaitu pembayaran ongkos dilakukan penumpang dengan cara memasukkan uang atau karcis di kotak yang diletakkan di samping tempat duduk pengemudi. Sementara itu, pengemudi hanya memperhatikan atau mengawasi para penumpang yang memasukkan uang atau karcisnya. Dengan cara pembayaran melalui kotak uang ini, maka tugas utama kondektur ialah mengatur para penumpang yang harus naik dari depan dan turun dari belakang, tidak lagi seperti cara naik-turunnya penumpang pada 1960-an.

Advertisement

Penggunaan karcis sebagai alat pembayaran transportasi bus kota ini kemudian berubah kembali kepada cara pembayaran dengan uang langsung kepada kondektur, dan tarifnya diberlakukan sama, baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh. Para pengemudi dan kondektur mendapat penghasilannya berdasarkan pada jumlah uang yang harus disetorkan kepada pemilik perusahaan. Setelah jumlah uang yang dihasilkan dikurangi dengan uang setoran, sisanya dibagi antara supir dan kondektur. Sistem setoran dan bagi hasil ini tidak dilakukan pada perusahaan jasa PPD, karena pengemudi dan kondektur mendapat gaji bulanan yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Pada 1970-an itu juga PPD mendatangkan kendaraan buatan Inggris ber-merek Leyland berupa bus tingkat (double decker), yang dapat memuat penumpang dalam jumlah yang lebih banyak daripada bus biasa. Selanjutnya datang pula beberapa bus tingkat tambahan buatan Swedia bermerk Volvo. Akan tetapi, sejak 1980-an jenis kendaraan bus tingkat ini sudah tidak beroperasi lagi. Sebenarnya jenis bus tingkat ini lebih mudah dikemudikan untuk keperluan pengangkutan di kota yang harus sering berhenti dan berjalan lagi, karena mesinnya dilengkapi dengan sistem gigi otomatis. Namun kendalanya ialah pengadaan dan perawatan bus tingkat ini relatif lebih mahal, sehingga pada akhir 1990-an bus-bus ini sedikit demi sedikit mulai dikandangkan dan akhirnya tidak beroperasi lagi. Bus tingkat semacam ini pernah juga dioperasikan di kota Solo, tetapi seperti juga di Jakarta, akhirnya dikandangkan.

Kemudian pada 1990-an didatangkan bus-bus kota buatan Cinayang dikenal sebagai bus sambung atau banyak orang menyebutnya ‘bus akordion’, untuk mengatasi ledakan penumpang yang membutuhkan sarana transportasi umum. Akan tetapi, bus-bus akordion ini pada akhir 1990 tidak beroperasi lagi.

Pada akhir 1990-an, selain PPD perusahaan-perusahaan bus kota lain mulai tidak beroperasi, bahkan beberapa perusahaan seperti Merantama dan Saudaranta sejak 1980-an tidak beroperasi lagi, tepatnya sejak mulai diterapkan mobilmobil bus tanpa mesin di depan. Kemudian mulai berkembang bus-bus kota jenis tiga perempat-.seperti Metro Mini dengan merek Daihatsu. Bus-bus kota tiga perempat ini dapat’menampung sekitar 30 orang penumpang dan bahkan bisa sampai 50 penumpang termasuk yang berdiri. Metro Mini ini dapat melayani daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau oleh bus kota ukuran besar, sehingga secara keseluruhan Metro Mini ini berkembang pesat di hampir seluruh kota di Indonesia dengan nama-nama yang berbeda.

Perkembangan bus kota seperti Semarang, Bandung, dan Surabaya, dijalankan oleh perusahaan jasa transportasi Damri. Jenis kendaraan yang dipakai ialah bus tanpa hidung buatan Jerman merek Mercedes. Kemudian berkembang juga jenis-jenis bus kota yang lebih kecil dengan kapasitas penumpang sekitar 50 orang (Metro Mini di Jakarta).

Pada 2006 berkembanglah jasa pelayanan umum bus kota di Jakarta, yaitu Trans Jakarta yang beroperasi di jalan raya pada jalur-jalur khusus (bus yang tidak dapat dimasuki oleh kendaraan lain. Melalui sejumlah jalur khusus ini, bus-bus Trans Jakarta dapat berjalan lebih cepat daripada bus biasa di jalur umum. Kendaraan buatan Korea ini hanya menyediakan pintu untuk naik dan turun penumpang di satu sisi, yaitu di sebelah kanan. Penumpang hanya dapat naik dan turun di halte-halte yang telah ditentukan. Ongkosnya seragam.

Incoming search terms:

  • bus kota
  • arti medal sekarwangi
  • pengemudi bus disebut
  • siapa yang bertugas melayani penumpang bus?
  • siapa nama orang yang menarik karcis dalam bus
  • pengertian transportasi bis
  • penfemudi bus d sebut
  • orang yg bertugas meminta bayaran di bus disebut
  • nama tukang yang meminta karcis dibus
  • Gmn hukumnya lagi naik bis umum terus lupa bayar kondekturna tdk meminta ongkos

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • bus kota
  • arti medal sekarwangi
  • pengemudi bus disebut
  • siapa yang bertugas melayani penumpang bus?
  • siapa nama orang yang menarik karcis dalam bus
  • pengertian transportasi bis
  • penfemudi bus d sebut
  • orang yg bertugas meminta bayaran di bus disebut
  • nama tukang yang meminta karcis dibus
  • Gmn hukumnya lagi naik bis umum terus lupa bayar kondekturna tdk meminta ongkos