Advertisement

PENGERTIAN CACAH KULIT – Atau rajah kulit, lebih populer di­sebut tattoo, atau tato dari kata Tahiti tatau. Cacah kulit dilakukan untuk membuat gambar pada kulit. Gambar ini tidak mudah hilang, karena zat warna di­masukkan ke dalam lapisan bawah kulit.

Zat warna atau pigmen yang dipakai biasanya ber­warna gelap, terbuat dari jelaga yang dicampur air, sari tumbuhan, atau minyak. Bahan pewarna ini dima­sukkan di bawah kulit dengan cara menusuk- nusukkannya dengan bantuan suatu alat, melukai atau menggores-gores kulit. Akhir-akhir ini dipakai iarum yang digerakkan dengan tenaga listrik. Pencacahan kulit ini menimbulkan rasa nyeri yang ringan saja, ka­rena alat cacahnya hanya sedikit menembus kulit. Bi­la cacah kulit menembus terlalu dalam, kemungkinan terjadinya infeksi menjadi lebih besar dan rasa nyeri yang ditimbulkannya lebih hebat.

Advertisement

Berbagai suku bangsa di dunia mempunyai adat mencacah kulit. Cacah kulit ini dapat berfungsi seba­gai hiasan saja, atau dipakai untuk menunjukkan sta­tus sosial tertentu, dan kadang-kadang dianggap dapat memberi perlindungan magis. Adat ini sudah dikenal sejak lama, dan diketahui bahwa orang Mesir sudah melakukannya sejak sebelum tahun 1300 sebelum Masehi. Cacah kulit juga dilakukan oleh berbagai su­ku bangsa di wilayah Kepulauan Pasifik, Selandia Ba­ru, Eropa, Amerika Utara dan Selatan, serta Asia. Di beberapa wilayah tersebut, cacah kulit hanya ditemu­kan pada kelompok manusia tertentu saja. Beberapa penelitian di Amerika dan Eropa menunjukkan bahwa tato lebih sering ditemukan pada keiompok kriminil daripada pada kelompok masyarakat biasa. Pelaut dan anggota angkatan bersenjata banyak pula yang mela­kukan pencacahan kulit. Di Indonesia, pada awal ta­hun 1980-an masyarakat pernah gempar karena masa­lah tato. Banyak penjahat bertato yang ditembak secara misterius, sehingga orang beramai-ramai menghapus tato.

Advertisement