Advertisement

Cetak Ofset. Cara ini kini banyak menggeser cara cetak-mencetak lainnya, karena hasilnya yang bagus dan mudahnya pembuatan lempeng cetakannya. Cetak ofset mula-mula dikembangkan oleh Caspar Herman pada tahun 1906. Pada tahun 1969 hanya ada satu perusahaan penerbitan pers di Indonesia, yaitu penerbit harian Indonesian Observer dan Merdeka, yang mulai menggunakan mesin cetak mutakhir web offset. Tetapi pada awal tahun 1988 sudah lebih dari 200 unit mesin cetak serupa ini digunakan oleh para penerbit pers di Indonesia. Cetakan litografi ofset adalah sejenis litografi yang didasarkan pada tak bercampurnya air dengan minyak. Pada lempeng, bayangan dan bukan-bayangan sama tinggi (di sini bedanya dari leterpres maupun gravur). Dulu lempeng itu terbuat dari batu, sekarang dari logam.

Bayangan dibuat pada lempeng dengan pensil berlemak. Bila lempeng dibasahi air, daerah bayangan tidak basah. Kemudian tinta yang menyukai lemak dioleskan pada lempeng, tinta ini hanya melekat ke bagian bayangan, tidak ke daerah lain yang terkena air. Kemudian kertas ditempelkan dan ditekan, maka tinta itu akan pindah ke kertas. Dalam litografi ofset, bayangan itu tidak langsung dipindahkan dari lempeng ke kertas, melainkan lewat silinder karet.

Advertisement

Untuk membuat lempeng litografi ofset, dulu orang menuliskan bayangan dengan tangan. Sekarang digunakan teknik fotografi untuk memindahkan bayangan dari film negatif (yang memuat gambar setengah-nada dan teks) ke lempeng. Karena itu, semua yang dapat difoto, dapat dicetak. Ada berbagai jenis lempeng untuk teknik cetak ini:

Lempeng permukaan paling banyak digunakan. Lempeng ini mempunyai salutan diazo yang akan mengeras bila terkena cahaya. Setelah dikembangkan dengan lak dan gom, bagian ini akan tertempeli lak. Salutan yang tak kena cahaya tidak akan mengeras dan akan tercuci habis; pada daerah itu gom akan menempel. Lak akan mudah ditempeli tinta, sedangkan gom ditempeli air.

Lempeng etsa-dalam (deep-etching plate) biasanya terbuat dari aluminium dengan salutan peka cahaya yang terbuat dari gom arab dan amonium bikromat. Untuk mengetsa lempeng ini harus digunakan film negatif. Daerah bukan-bayangan akan terkena cahaya dan mengeras, sedangkan daerah bayangan tidak. Setelah dicuci, permukaan logam akan tampak pada daerah bayangan. Bagian ini akan sedikit teretsa bila lempeng direndam dalam larutan asam encer. Pada bagian yang teretsa ini diendapkan tembaga. Permukaan tembaga, berbeda dari aluminium, bisa direkati lapisan lak. Kelebihan lak bersama salutan peka cahaya yang telah mengeras pada daerah bukan-bayangan dibuang dengan pencucian dan penyikatan. Tinta nantinya akan lebih senang menempel pada lapisan lak daripada pada permukaan aluminium. Lempeng etsa-dalam mampu digunakan untuk mencetak 50—250 ribu lembar.

Lempeng dwilogam dan trilogam memanfaatkan beda sifat logam dalam hal menarik air dan minyak. Tembaga dan perunggu lebih mudah ditempeli tinta, sedangkan aluminium, kromium, nikel, dan baja nirkarat lebih mudah ditempeli air. Jenis pertama adalah baja atau aluminium yang disalut tipis dengan tembaga. Jenis kedua, tembaga yangidisalut tipis dengan kromium.

Pada mulanya kedua jenis ini disalut dengan lapisan peka-cahaya, yang akan mengeras bila dikenai cahaya. Salutan yang tak mengeras dibuang dengan pencucian. Logam salutan yang ada di bawahnya juga dibuang dengan melarutkannya dengan asam. Akhirnya lapisan peka-cahaya yang telah mengeras juga dibuang. Maka siaplah lempeng itu untuk digunakan.

Pada lempeng trilogam, logam ketiga (misalnya baja tahan karat) digunakan untuk menguatkan. Lempeng dwi dan trilogam dapat digunakan untuk mencetak 500.000 lembar atau lebih.

Mesin cetak ofset. Komponen dasar semua mesin cetak ofset sama. Lempengnya berupa lembar logam tipis yang dilekatkan pada silinder. Silinder ini disertai dua perangkat silinder geser. Perangkat pertama yang disebut sistem pelembap, membasahi lempeng sebelum pembubuhan tinta, agar bagian latar belakang tak akan tertempeli tinta. Kemudian perangkat kedua, yang disebut sistem tinta, membubuhkan tinta pada daerah bayangan. Silinder karet memungut bayangan dari lempeng dan mencetakkannya ke kertas yang melewati silinder karet dan silinder tekan.

Kertas untuk mesin ini dapat berupa lembaran ataupun gulungan (rol). Mesin yang mencetak gulungan kertas sanggup bekerja cepat (200 meter per menit). Karena itu, mesin ini banyak dipakai untuk mencetak surat kabar, yang harus selesai dicetak dalam beberapa jam saja. Untuk mencetak halaman berwarna, dapat juga dipakai gulungan kertas. Tetapi, bila dikehendaki mutu yang lebih tinggi, biasanya dipakai kertas lembaran, agar cetakan berbagai warna itu dapat tepat berimpit.

Incoming search terms:

  • pengertian lapisan GOM pada meain offset

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian lapisan GOM pada meain offset