Advertisement

Dalam bahasa Inggris afterimage, adalah kesan penglihatan yang tetap tinggal setelah objeknya hilang. Gejala ini digolongkan sebagai gejala kesan iringan (aftersensation). Rangsangan yang kedua setelah adanya rangsangan pertama (misalnya perubahan dari terang ke gelap) dapat menimbulkan citrapasca.

Kesan citrapasca negatif terjadi bila ada kesan warna komplementer setelah orang melihat warna tertentu, atau kesan warna yang kabur setelah warna yang mencolok (misalnya ada kesan warna hijau setelah orang melihat warna merah, atau warna abu-abu setelah warna hitam legam). Kesan citrapasca positif terjadi bila kesan warna semula sama mencoloknya dengan citrapascanya, atau bila warna semula sama jenisnya Jengan warna citrapasca.

Advertisement

Citrapasca terjadi karena masih adanya kegiatan perangsangan pada sistem saraf penglihatan, meskipun rangsangnya telah tidak ada. Jung (1961) menjelaskan proses citrapasca secara psikofisiologis berdasarkan penelitian neurofisiologis dan ia membuktikan bahwa beberapa kasus kegiatan neurologis pada sistem saraf penglihatan berkorelasi dengan tahap-tahap proses citrapasca, seperti: gejala sabuk charpentiei% citrapasca hering, citrapasca purkinyesanson, citra-pasca hess, kontras berurutan dan penglihatan gelap $ antaranya.

Advertisement