Advertisement

DADAP
Suatu jenis pohon berkayu lunak, ringan, dan tidak awet. Daunnya beranak daun tiga. Bunganya tersusun dalam malai yang keluar di dekat ujung cabang. Dikenal sekitar 100 jenis dadap yang tersebar di Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Asia. Di Jawa hanya terdapat 10 jenis.

Dadap Ayam disebut juga dadap laut, blendung atau dalungdung. Tingginya 12—25 meter. Diameter batang 40—60 sentimeter. Kayunya berwarna putih. Anak daunnya di ujung; panjangnya 10—30 sentimeter dan lebarnya 9—25 sentimeter. Pada musim kemarau daunnya rontok. Bunganya yang merah biasanya terdapat pada cabang yang tidak berdaun. Polongnya 10—45 sentimeter, bersekat-sekat. Bijinya berwarna merah tua dan berkerut-kerut.

Advertisement

Dadap ayam berasal dari Asia Tenggara. Tumbuhnya di tepi pantai atau di hutan dekat pantai yang mengalami air pasang. Dadap ayam sering juga ditanam di sekitar pemukiman penduduk. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan stek atau biji. Pertumbuhannya cepat. Pepagan, daun, dan akarnya mengandung senyawa alkaloid yang bersifat racun, di antaranya erisodina, erisomina, erisovina, eritrina, dan hipaforina. Pepagannya juga mengandung saponin, sedangkan buah dan daunnya mengandung glukosida sianida.

Kayunya digunakan sebagai pagar atau bahan peti pengepakan. Daunnya yang muda dimasak sebagai sayur, obat sakit ginjal atau obat tidur. Dari daunnya juga dibuat tapel yang diberikan pada anak-anak agar dapat tidur nyenyak. Pepagannya berguna untuk mengawetkan ikan sebelum dikeringkan atau di- asap. Dahulu, di Ternate, bijinya digunakan untuk meracuni ayam.

Dadap Bong tingginya 12—17 meter. Diameter batangnya 30—40 sentimeter. Anak daunnya bundar telur-segi tiga-belah ketupat, dan rata. Panjang anak daunnya di ujung 5—16 sentimeter dan lebarnya 6,5—9 sentimeter. Bunganya berwarna putih. Polongnya tidak bersekat di antara biji-bijinya. Di Jawa Timur, pohon ini tumbuh di tepi pantai, di hutan pantai atau hutan dekat pantai yang terkena air pasang. Namun banyak juga yang ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Pada musim kemarau, daun-daunnya rontok dan akan tidak berdaun dalam waktu yang lama. Kayunya digunakan untuk peti pengepak, kotak dan batang korek api.

Dadap Srep tingginya sampai 22 meter dengan diameter batang 80—120 sentimeter. Bunganya berwarna merah pucat. Biasanya bentuk polongnya lancor. Bagian bawah polong rata dan tidak berbiji, sedangkan bagian atasnya berbiji 1—5 buah dengan sekat di antaranya.

Dadap Srep berasal dari Asia Tenggara. Di Jawa, tumbuhan ini tumbuh liar di padang rumput, semak, dan hutan sampai ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Seleksi terhadap tanaman ini telah sering dilakukan untuk memperoleh kultivar-kultivar yang berduri sedikit atau bahkan tidak berduri sama sekali. Kultivar itu ditanam sebagai peneduh di tepi-tepi jalan, kebun kopi, cokelat, pala, dll. Selain itu, tanaman ini dipakai pula sebagai penopang sirih dan lada. Kayunya digunakan untuk peti pengepak. Pepagannya dibuat tapel untuk mengobati penyakit demam. Daunnya juga dibuat tapel untuk obat sakit kepala atau untuk wanita sehabis melahirkan.

Dadap Wangi tingginya 5—10 meter. Perbungaannya yang berbulu cokelat dan rapat, muncul di cabang- cabang yang tidak berdaun. Daun mahkotanya hijau. Polongnya berujung seperti kait dan terbagi atas rongga-rongga biji. Semua atau sebagian cabang-cabangnya membengkok dan pada waktu mudanya berbulu rapat berwarna cokelat. Di Jawa dan Madura pohon ini dijumpai di dataran-Hataran rendah atau ditanam secara lokal.

Klasifikasi Ilmiah. Dadap termasuk suku Fabaceae (kacang-kacangan). Dadap ayam adalah Erythrina orientalis. Dadap bong E. microcarpa. Dadap srep E. subumbrans. Dadap wangi E. euodiphylla.

Incoming search terms:

  • pengertian dadap
  • arti dadap
  • jenis jenis dadap
  • makna dadap srep
  • pengertiann umum dadapmerah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian dadap
  • arti dadap
  • jenis jenis dadap
  • makna dadap srep
  • pengertiann umum dadapmerah