Advertisement

PENGERTIAN DAN CARA KERJA KOMPRESOR – Mesin yang digunakan untuk me­mampatkan udara atau gas hingga bertekanan lebih tinggi. Kompresor dapat juga dipakai untuk memper­tahankan kevakuman suatu ruangan, yakni dengan mengisap terus-menerus udara di ruangan tertutup. Kompresor yang hanya menghasilkan tekanan di ba­wah 2,5 kilogram per sentimeter persegi dinamakan penghembus (blower), sedangkan kipas angin (fan) hanya mampu menghasilkan tekanan sebesar 0,04 ki­logram per sentimeter persegi.

Klasifikasi Kompresor. Kompresor dapat dikla­sifikasikan menjadi dua bagian besar, yakni kompre­sor dinamik dan kompresor perpindahan. Kompresor dinamik dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis, yakni ejektor, radial, dan aksial, sedangkan kompresor per­pindahan dapat dibagi menjadi dua, yakni putar (rota­ry) dan torak atau bolak-balik.

Advertisement

Selain pengelompokan itu, berdasar cara yang di­gunakan untuk memampatkan udaranya, kompresor dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni perpindahan positif, dinamik, dan ejektor. Kompresor perpin­dahan positif mempunyai dua cara. Pertama, kompre­sor memampatkan udara dengan cara memperkecil volume gas atau udara yang masuk secara teratur ke dalam sebuah i^iang hingga tekanannya naik, lalu gas bertekanan tinggi ini didorong keluar. Kedua, udara yang dimampatkan tidak mengalami perubahan volu­me. Udara yang secara teratur masuk ke dalam ruangan didorong menuju lubang pengeluaran. Di tempat ini, sebelum udara keluar, dorongan diperbesar hing- ga udaranya bertekanan lebih tinggi. Kompresor yang menggunakan salah satu dari dua cara ini disebut juga kompresor aliran terputus-putus. Kompresor dinamik memampatkan udara melalui sudu-sudu yang bc pu­tar pada kecepatan tinggi. Putaran sudu-sudu mem­percepat aliran udara. Udara berkecepatan tinggi ini diubah menjadi udara bertekanan di dalam sudu-sudu tak bergerak.

Kompresor Ejektor merupakan kompresor yang menggunakan jet berkecepatan tinggi untuk memper­cepat aliran udara. Aliran udara berkecepatan tinggi kemudian diubah menjadi aliran bertekanan di dalam suatu pendifusi (sudu tak bergerak). Ejektor dan kompresor dinamik disebut juga kompresor aliran kontinyu.

Kompresor Radial ditandai dengan arah aliran uda­ranya yang radial. Aliran gas masuk ke roda berputar yang mempunyai sudu-sudu atau impeler. Impeler akan melemparkan gas ke keliling roda akibat adanya gaya sentrifugal. Sebelum dialirkan ke pusat impeler kedua, gas terlebih dahulu harus melalui pendifusi yang mengubah energi gerak menjadi tekanan. Rasio tingkat tekanan ditentukan berdasarkan perubahan kecepatan dan kerapatan gas yang terjadi.

Pada kompresor radial dapat dilakukan pendi­nginan di antara tingkat-tingkatnya agar proses kom­presi lebih isothermal dan efisien. Kompresor radial yang bertekanan efektif di bawah 4 atmosfer tidak membutuhkan pendingin. Putaran kompresor radial sangat tinggi bila dibandingkan dengan kompresor je­nis lain. Pada pesawat terbang, putaran kompresor radialnya mencapai 50.000 sampai 100.000 putaran per menit. Umumnya kompresor radial yang diperdagangkan berkemampuan putar sekitar 20.000 putaran per menit. Kapasitas minimum kompresor ra­dial dibatasi oleh aliran udara yang melalui tingkat akhir. Pada saluran ke luar, batas aliran yang diguna­kan sebesar 160 liter per detik.

Efisiensi kompresor dinamik pada tekanan kerja normal tujuh atmosfer tidak setinggi kompresor per­pindahan, kecuali untuk kapasitas sangat besar.

Kompresor Aksial ialah kompresor yang arah aliran gas termampatkannya sejajar dengan poros kompre­sor. Gas mengalir secara aksial di sepanjang kompre­sor melalui deretan sudu putar dan barisan sudu tak bergerak yang menghasilkan percepatan dan tekanan gas. Kapasitas aliran minimum kompresor aksial se- idtar 15 meter kubik per detik. Pendinginannya terjadi di antara setiap tingkat.

Karena diameternya berukuran lebih kecil, kom­presor aksial dapat bekerja pada putaran lebih tinggi bila dibandingkan dengan kompresor radial pada penggunaan yang sama. Secara keseluruhan, putaran- nya sekitar 25 persen lebih tinggi. Kompresor aksial banyak digunakan pada peralatan yang membutuhkan aliran udara konstan dan bertekanan sedang. Pada pe­sawat terbang, penggunaan rasio tekanan kompresor aksialnya dibatasi hingga 7 atmosfer untuk tiap ting­katnya. Kompresor aksial cocok digunakan pada per­alatan yang memerlukan udara berkapasitas besar dan selalu konstan. Penggunaannya yang khusus dapat mencapai kapasitas di atas 65 meter kubik per detik dengan tekanan efektif hingga 14 atmosfer.

Kompresor Torak merupakan kompresor tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Pada jenis ini eerakan piston dimanfaatkan untuk menciptakan te­kanan. Piston tipe batang biasanya digunakan pada kompresor torak gerak tunggal, sedangkan piston tipe kepala silang digunakan pada kompresor torak gerak ganda.

Kompresor Torak Bebas termasuk jenis kompresor perpindahan positif. Konstruksinya dibuat menjadi satu dengan motor diesel dua-langkah yang tak dilengkapi batang penghubung, poros engkol, roda gaya, dan kopling. Prinsip kerjanya sangat sederhana, kenyataannya, konstruksinya menjadi rumit karena membutuhkan pengaturan khusus. Pengaturan yang diperlukan termasuk menjaga keserempakan kerja an­tara dua torak yang ada di dalam silinder kompresor dan juga peralatan sistem penyalanya.

Gerakan masuk kedua torak dibangkitkan dengan cara memasukkan udara tekan ke sisi luar torak. De­ngan timbulnya gerakan masuk dua torak, udara yang bera; .i di dalam ruang bakar akan mengalami pemam­patan. Kemudian bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar dan terjadilah proses pembakaran di da­lam silinder motor yang berarti motor mulai bekerja. Akibat terjadinya pembakaran di dalam silinder mo­tor, torak terdorong ke arah luar dan torak bagian luar akan memampatkan udara di dalam ruang silinder kompresor. Kompresor ini bekerja seperti kompresor torak gerak tunggal tetapi mempunyai dua jenis si­linder, yakni silinder tekanan rendah dan silinder tekanan tinggi. Keuntungan lainnya, jenis ini mempu­nyai dua silinder, kiri dan kanan. Selain itu, kese­imbangan mesin sangat baik karena konstruksi mesin kiri dan kanan-simetris.

Kompresor Labirin termasuk kompresor perpin­dahan positif yang menghasilkan gerak bolak-balik dan toraknya tidak bercincin torak. Kompresor ini khusus digunakan untuk menghasilkan udara atau gas bebas minyak pelumas.

Perapatan antara torak dan dinding silinder dipero­leh dengan menggunakan labirin. Bagian dalam din­ding silinder beralur halus, sedangkan bagian tepi to­rak beralur tajam. Batang torak memiliki perapat (packing) yang berbentuk labirin. Udara yang dimam­patkan kompresor jenis ini bebas dari kontaminasi.

Kompresor Diafragma termasuk kompresor perpin­dahan positif yang bergerak bolak-balik, bekerja tan- pa cincin torak, dan bebas minyak pelumas. Konstruksinya tidak menggunakan torak, melainkan membrane  fleksibel yang disebut juga diafragma. Diafragma da­pat digerakkan secara mekanik ataupun hidraulik. Kompresor dengan diafragma yang digerakkan secara mekanik berkapasitas dan bertekanan sedang, sedang­kan kompresor dengan diafragma yang digerakkan secara hidraulik dapat menghasilkan tekanan yang cukup tinggi. Kompresor Sekrup adalah kompresor perpindahan positif yang dibuat dengan perbandingan tekanan ter­tentu.Pasangan rotor berbentuk sekrup di dalam ruang kompresi diatur sedemikian rupa sehingga selalu ber­putar secara serempak. Pengaturan ini dilakukan de­ngan bantuan sepasang roda gigi pada ujung poros se­krup yang terletak di luar ruang kompresi. Dengan konstruksi ini kedua rotor dapat berputar tanpa saling bergesek, sehingga tidak diperlukan sistem pelumas­an di dalam ruang kompresi. Karena itu kompresor se­krup menghasilkan udara tekan yang kering dan bebas minyak pelumas. Pengaturan kapasitas kompresor diatur oleh katup yang dapat menutup saluran udara masuk ke kompresor. Kapasitas kompresor juga dia­tur dengan mengubah putaran motor penggerak kom­presor. Saluran ke luar kompresor dilengkapi katup searah yang akan menutup bila aliran udara ke luar dihentikan. Dalam keadaan tanpa beban, udara dialir­kan melalui saluran tekanan tinggi ke sisi isap agar kompresor tidak bekerja sebagai pompa vakum. Ka­tup searah pada pipa hantar berfungsi untuk mencegah bekerjanya kompresor sebagai motor, bila udara di da­lam sistem atau penampung bertekanan cukup tinggi sewaktu kompresor dalam keadaan tak bekerja.

Kompresor Sudu mempunyai poros tunggal, dan perpindahan positifnya berlangsung pada rasio teka­nan tertentu. Siklus rotor yang sudunya dapat berge­rak dipasang di rumah stator dengan posisi eksentrik. Gaya sentrifugal yang timbul saat rotor berputar akan menyebabkan sudu menekan dinding stator. Udara akan masuk ke ruangan di antara sudu kompresor yang merupakan kantung bervolume terbesar. Dengan berputarnya rotor, sudu juga berputar di dalam din­ding stator sehingga volume kantung bertambah kecil dan mengakibatkan timbulnya pemampatan udara. Karena sudu berputar terus, udara yang sudah dimam­patkan akan sampai di saluran buang dan mengalir ke luar. Prinsip kerja ini merupakan kebalikan cara kerja motor udara. Sudu kompresornya terbuat dari sema­cam asbestos atau bahan kapas yang dikenal dengan nama phenolic resin-impregnated laminated fabrics. Ada juga sudu yang dibuat dari baja keras dan dileng­kapi pegas. Untuk udara bebas minyak pelumas, bia­sanya digunakan sudu dari perunggu atau grafit.

Kompresor Ring Cairan digunakan untuk meng­hasilkan udara bebas minyak pelumas dengan perban­dingan kompresi tertentu. Pada rotor terdapat susunan kipas tetap yang dipasang di dalam suatu silinder de­ngan kelonggaran tertentu sehingga sewaktu motor berputar, jarak ujung kipas terhadap dinding silinder selalu berubah. Sebagian volume silinder diisi dengan cairan. Selama rotor berputar, cairan ikut berputar akibat putaran dan dorongan kipas kompresor. Akibat gaya sentrifugal, cairan menjadi padat. Ruangan di antara kipas selalu berubah seperti halnya pada kom­presor sudu. Untuk menghindari timbulnya gaya ra­dial, kompresor ini sering dilengkapi dengan dua ruang kompresi yang simetris.

Penghembus Dua Impeler atau blower merupakan kompresor perpindahan tanpa katup. Di sini tidak ter­jadi pemampatan udara. Kompresi terjadi akibat alir­an balik sisi buang ketika setiap ujung rotor membuka saluran buang. Penghembus mempunyai rasio teka­nan dan efisiensi sangat rendah dan biasanya berope­rasi pada satu tingkat, meskipun ada juga yang beker­ja pada dua atau tiga tingkat. Selain berfungsi sebagai kompresor bertekanan rendah, penghembus dua im­peler juga digunakan sebagai pompa vakum dan alat ukur aliran gas. Konstruksinya terdiri atas sepasang rotor yang simetris bentuknya, dan berputar dengan arah berlawanan di dalam rumah silinder. Pasangan rotor ini saling menutup namun tak bersinggungan ka­rena diatur sepasang roda gigi yang terletak di kedua poros rotor. Ruangan kompresi tidak dilengkapi sis­tem pelumas, sehingga penghembus menghasilkan udara bertekanan yang bebas minyak pelumas. Umumnya pendinginan kompresor jenis ini dilakukan dengan udara.

Incoming search terms:

  • pengertian kompresor
  • cara kerja kompresor
  • Prinsip kerja kompresor
  • cara kerja kompresor udara
  • definisi kompresor
  • kompresor udara
  • pengertian kompresor udara
  • cara kerja kompresor angin
  • sistem kerja kompresor
  • apa itu kompresor

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kompresor
  • cara kerja kompresor
  • Prinsip kerja kompresor
  • cara kerja kompresor udara
  • definisi kompresor
  • kompresor udara
  • pengertian kompresor udara
  • cara kerja kompresor angin
  • sistem kerja kompresor
  • apa itu kompresor