Advertisement

PENGERTIAN DAN JENIS CABANG LARI – Salah satu cabang atletik, menurut jarak tempuhnya, terbagi atas lari jarak pendek, menengah dan jauh. Nomor ini umumnya diselenggarakan di lin­tasan atletik, berbeda dengan maraton, lintas alam, atau lari “10 kilometer” yang menggunakan jalur jalan raya. Dalam ctletik, lari merupakan salah satu acara yang menarik bagi penonton lomba atletik.

Semakin pendek jarak tempuhnya, si atlet semakin dituntut berkondisi fisik yang prima. Seorang sprinter (pelari jarak pendek) dituntut memiliki kekuatan istimewa, khususnya menjelang garis finis. Tak kalah pentingnya adalah waktu mengambil start. Keterlam­batan (Lalam mengambil star- biasanya berakibat jSlai Itulah sebabnya dalam lomba 100 meter putra atau putri, sering dijumpai kasus “mencuri” start. Faktor angin sering kali juga menjadi kendala bagi pelari ja­rak pendek. Karena itu, kecepatan angin diperhitung­kan dalam menentukan sah tidaknya rekor seorang atlet. Hal ini pernah dialami Purnoino di Yogyakarta pada tahun 1986 yang rekornya tak diakui dunia.

Advertisement

Pada pelari jarak menengah dan jarak jauh, titik utama keberhasilannya terletak pada segi stamina, ke­tahanan, dan pengaturan irama larinya. Mereka harus tahu kapan saat mengubah irama larinya. Menjelang finis, ia harus mempercepat irama larinya. Lawan yang dihadapi pelari jarak pendek dan menengah ada­lah peserta lainnya. Namun dalam nomor jarak jauh, maraton khususnya, lawan yang dihadapi adalah diri­nya sendiri. Sebagai pelari maraton, ia harus memiliki kesanggupan mengalahkan rasa jenuh berlari sejauh 42,165 kilometer.

Dibandingkan dengan nomor lari maraton, lari lin­tas alam jauh lebih ringan. Jarak tempuhnya hanya 7 kilometer (minimum) sampai 14 kilometer (maksi­mum). Khusus untuk kelompok junior putra, jarak tempuh minimum 5 kilometer dan maksimum 10 ki­lometer. Untuk putri, jarak tempuh tak boleh lebih da­ri 5 kilometer dan minimal 2 kilometer. Jarak tempuh untuk lari lintas alam tingkat internasional senior 12 kilometer, junior 8 kilometer, dan putri 4 kilometer.

Nomor lari lintasan atletik dibagi dalam dua ba­gian, yaitu perseorangan dan beregu. Nomor beregu dijumpai pada nomor lari beranting (estafet) putra-putri. Nomor ini terdiri atas 4 x 100 meter, 4 x 200 meter’ dan 4 x 400 meter.

Ketentuan Lintasan. Federasi Internasional Atletik Amatir menentukan bahwa panjang lintasan tidak bo­leh kurang dari 400 meter, dan lebarnya tidak kurang dari 7,32 meter. Di sebelah dalam lintasan, ada batas tepi yang dibuat dari semen atau kayu dengan ukuran tinggi 5 sentimeter, atau dibuat saja garis selebar 5 sentimeter.

Bila lintasan lari dibuat di lapangan rumput, perlu dipancangkan bendera batas dengan jarak 5 sentime­ter. Bendera batas ini dipancangkan sedemikian rupa sehingga tak seorang pelari pun akan melompatinya. Itu sebabnya, tiang bendera harus ditanam di tanah dengan kemiringan 60° ke arah luar.Bila batas tepi lintasan bersemen atau berkayu, pengukuran lintasan diambil 30 sentimeter ke arah luar. Sebaliknya, jika tepi lintasan tanpa batas semen atau kayu, pengukuran diambil 20 sentimeter dari tepi dalam lintasan.

Pada nomor lari jarak pendek, termasuk nomor 400 meter, setiap peserta harus berlari pada lintasannya sendiri. Lintasan satu dengan lainnya terpisah. Setiap lintasan lari minimal lebarnya 1,22 meter dan maksi­mal 1,25 meter. Kiri kanannya dibatasi garis selebar 5 sentimeter (garis sebelah kanan setiap lintasan harus dimasukkan dalam pengukuran lebar tiap jalur).

Setiap peserta lomba lari dalam lintasan lapangan atletik ditetapkan mengarah ke kiri. Dalam perlomba­an internasional, lintasan lari minimal 6 dan maksimal 8 buah. Kemiringan lintasan dibatasi. Kemiringan ke samping lintasan bila mungkin ke arah dalam.

tiomor 800 Meter. Nomor iri? umumnya diseleng­garakan dalam lintasan terpisah sejauh akhir tikungan pertama, dengan menggunakan jalur lintasan secara maksimal. Start diatur berjenjang (tidak sebaris) sehingga jarak lari mulai dari garis start ke finis akan berjarak sama untuk setiap peserta.Para pelari boleh meninggalkan jalur larinya masing-masing pada saat memasuki daerah lintasan lurus. Karena itu perlu penyesuaian titik start tiap lintasan untuk memberi kompensasi bagi pelari lintasan luar yang menempuh jarak lebih jauh. Pelari akan mencapai lintasan dalam pada akhir lintasan lurus bersamaan dengan pelari lain pada lintasan dalam.

Nomor 4 x 200 dan 4 x 400 Meter. Dalam nomor lari beranting (estafet) ini putaran penuh pertama ditem­puh pada jalur lintasan masing-masing. Pelari kedua pada 4 x 40Q meter dan pelari ketiga pada 4 x 200 meter tetap berlari pada jalur larinya masing-masing sampai memasuki lintasan yang lurus. Jarak start sam- pai finis dalam nomor lari beranting diukur sedemi. kian rupa sehingga setiap regu akan menempuh jarak yang sama, baik pada nomor 4 x 200 meter ataupun 4 x 400 meter.

 

Incoming search terms:

  • pengertian lari
  • definisi lari
  • defenisi lari
  • nomor lari estafet kelompok junior adalah
  • panjang lintasan lari dalam 1 putaran
  • lari pengertian
  • pengertian tentang lari
  • arti lintasan lari
  • lintasan lari dan keterangan
  • panjang lintasan untuk lari satu kali putaran lapangan adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian lari
  • definisi lari
  • defenisi lari
  • nomor lari estafet kelompok junior adalah
  • panjang lintasan lari dalam 1 putaran
  • lari pengertian
  • pengertian tentang lari
  • arti lintasan lari
  • lintasan lari dan keterangan
  • panjang lintasan untuk lari satu kali putaran lapangan adalah