PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK ASMA – Asma diderita oleh sekitar 100 juta orang di seluruh dunia dan 15 juta orang di antaranya adalah penduduk Amerika Serikat. Pada tahun 2000, kerugian ekonomi karena asma di AS, termasuk biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas, mencapai 14,5 miliar dolar (NHLBI, 2001). Berlawanan dengan situasi terkait banyak penyakit lain, prevalensi asma semakin meningkat; naik 74 persen dari tahun 1984 hingga tahun 1994 (National Center for Health Statistics, 1994). Penyebab kenaikan tersebut tidak diketahui, namun polusi udara kemungkinan merupakan suatu faktor. Memang, pasien yang berobat ke ruang gawat darurat karena asma sangat berkurang di wilayah perkotaan Atlanta selama olimpiade tahun 1996, di mana pada saat itu penggunaan kendaraan bermotor sangat dibatasi. Dari 15 juta orang Amerika yang menderita asma, sepertiganya adalah anak-anak. Angka kematian anak karena masalah kesehatan terkait asma meningkat 78 persen antara tahun 1978 dan 1993. Pada masa kanak-kanak, asma lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Pada usia 15 tahun lebih banyak terjadi pada perempuan hingga setelah usia 45 tahun, pada usia itu sekali lagi lebih banyak terjadi laki-laki.

Karakteristik Asma
Ketika terjadi serangan asma, terjadi penyempitan saluran udara pada paru-paru, yang mana saluran udara tersebut bersifat hipersensitif, sehingga menjadi sangat sulit untuk bernapas (terutama untuk menghembuskan napas) dan tersengal-sengal. Penyempitan ini dapat dipicu oleh infeksi virus, zat-zat alergen, polusi, asap, olahraga, kedinginan, dan kondisi emosional. Selain itu, peradangan jaringan paru diperantarai oleh sistem imun, mengakibatkan peningkatan sekresi lendir dan edema (akumulasi cairan di dalam jaringan).

Serangan asma terjadi secara berkala, kadang hampir setiap hari dan kadang setiap beberapa minggu atau beberapa bulan, dengan keparahan yang bervariasi. Tanpa diketahui mengapa, serangan paling sering terjadi di awal pagi. Frekuensi serangan dapat meningkat secara musiman, pada saat serbuk sari tertentu muncul. Saluran udara tidak terus-menerus tersumbat; sistem pernapasan kembali normal atau hampir normal secara spontan atau setelah menjalani perawatan, dan hal inilah yang membedakan asma dari berbagai penyakit pernapasan lain seperti misalnya emfisema (Creer, 1982). Bagi para individu yang menderita asma yang disebabkan oleh olahraga, serangan terjadi setelah berolahraga berat dan melelahkan. Meskipun beberapa atlet menurun kondisinya karena serangan tersebut, atlet-atlet lain mampu meraih prestasi tertinggi terlepas dari asma yang mereka derita. Contohnya adalah Jackie Joyner-Kersee, yang meraih medali emas olimpiade sebanyak enam kali dalam lari halang rintang.
Sering kali serangan asma terjadi secara mendadak. Penderita asma merasa dadanya sesak, tersengal-sengal, batuk, dan mengeluarkan lendir. Serangan parah merupakan pengalaman yang menakutkan dan dapat menyebabkan serangan panik (Carr, 1998, 1999), yang memperparah asma. Penderita mengalami kesulitan berat untuk memasukkan dan mengeluarkan udara dari paru-paru dan merasa dirinya tErCekik; suara tarikan napas, tersengal, dan batuk yang keras dan kasar menambah ketakutan penderita. Penderita dapat merasa sangat kelelahan karena usaha keras untuk bernapas tersebut dan tertidur segera setelah napasnya kembali normal. Penderita asma membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeluarkan napas, dan suara seperti siul, yang biasanya disebut bengek, dapat dideteksi di seluruh dada. Simtom-simtom dapat berlangsung selama satu jam atau selama beberapa jam atau kadang bahkan selama beberapa hari. Di luar terjadinya serangan tidak terdapat gejalagejala abnormal yang dapat dideteksi ketika individu bernapas secara normal, namun pengeluaran napas dengan paksa dan keras sering kali memungkinkan suara bengek dapat didengar melalui stetoskop.

Filed under : Bikers Pintar,