Advertisement

PENGERTIAN DAN UNSUR LOGAM – Unsur yang bersifat penghantar listrik dan kalor, tidak tembus cahaya tetapi permukaannya mengkilap, umumnya dapat dibentuk dengan mudah dengan dijadikan kawat, lembaran, maupun ditempa dan dipotong (kalsium getas, iridium keras). Tetapi dengan mencampur logam menjadi lakur (alloy atau aliase) logam dapat dijadikan tegar, ulet atau keras. Banyak lakur yang meleleh dalam suhu lebih rendah daripada logam-logam penyusunnya.

Lebih dari 80 di antara 103 unsur yang dikenal ma­nusia adalah logam. Kerak bumi mengandung 8 per­sen aluminium, 5 persen besi, dan 4 persen kalsium. Kalium, natrium, dan magnesium juga melimpah (masing-masing sekitar 2,5 persen). Inti bumi diduga terdiri atas besi dan nikel. Logam berat seperti emas, merkurium, dan timbel diduga berada lebih dekat ke inti daripada ke permukaan bumi.

Advertisement

Ahli kimia membedakan logam dan bukan logam dengan cara elektrolisis. Logam akan membentuk ion positif, yang dalam elektrolisis akan menuju ke elek­trode negatif.

Kebanyakan logam berwarna keperakan dan meng­kilat serta lebih berat daripada air, kecuali emas, tembaga, dan strontium yang berwarna kemerahan. Logam alkali (kalium, natrium, dan litium) mengam­bang dalam air.

Beberapa logam sudah dikenal orang sejak peradaban kuno. Emas telah digunakan sebagai hias­an, piring, perhiasan, dan perabot rumah tangga sejak tahun 3500 SM. Perak telah dikenai sejak tahun 249(2 SM dan dianggap lebih berharga daripada emas kare­na lebih jarang adanya dalam keadaan logam bebas. Tembaga juga telah lama dikenal.

Sejak 1000 SM besi dan baja merupakan bahan konstruksi utama. Dewasa ini baik karena keunggulan aluminium maupun karena menipisnya suplai logam- logam itu, besi, baja, tembaga, timbel, zink, semakin digeser oleh aluminium. Plastik sedang menggeser aluminium dan baja, karena banyak kelebihan sifat lo­gam-logam ini yang dapat disamai oleh plastik.

Rekayasa umumnya mengartikan logam sebagai lakur. Umumnya logam tunggal kurang memiliki ni­lai komersial, sedangkan logam paduan pemakaiannya sangat luas dan jenisnya sangat bermacam-macam (sekitar 35.000 sampai 40.000 jenis). Berkem­bangnya berbagai jenis logam paduan disebabkan oleh penggunaan bahan logam yang menuntut kombi­nasi sifat-sifat kimia, fisika, dan mekanik, yang tidak mungkin dipenuhi oleh unsur logam tunggal.

Klasifikasi paling sederhana mengelompokkan lo­gam menjadi dua bagian, yakni logam klasik, seperti Fe, Cu, Zn, Pb, Sn, Ni, Al, dan logam jarang, terma­suk Y, Ti, La, dan Ce. Klasifikasi ini didasarkan atas nilai ekonomi masing-masing, termasuk jumlah keberadaannya di alam, bentuk ditemukannya (seba­gai unsur bebas atau dalam senyawa), serta tingkat ke­sulitan pemerolehan dari ikatan mineralnya. Logam jarang merupakan logam yang jumlahnya sedikit dan umumnya berasosiasi dengan unsur lain, sehingga su­lit mengekstraksinya. Klasifikasi ini bersifat dinamik, artinya dapat berubah sesuai dengan perjalanan waktu dan perkembangan teknologi, terutama dalam bidang metalurgi ekstraksi. Aluminium, misalnya, baru pada abad ke-20 berubah dari kelompok logam jarang men­jadi logam klasik. Demikian juga, titanium saat ini mungkin sedang beralih dari kelompok logam jarang ke kelompok logam klasik.

Meskipun sifatnya empiris, berbagai klasifikasi lain yang lebih rinci sudah dikenal. Salah satu klasifi­kasi itu adalah:

Logam-logam besi : Fe dan paduan-paduannya

Logam-logam bukan besi

Logam berat : Pb, Cu, Zn, Ni, Sn, Co, Mn

Logam ringan : Al, Mg, Be, Li, Na, K

Logam mulia : Au, Pt, Ag, Pd, Os, Ir, Ru, Rh

Logam sekunder : As, Sb, Bi, Cd, Hg, Co

Logam refraktori : W, Mo, Ta, Nb, Ti, Zr, V

Logam radioaktif : Ra, Ac, Th, U

Logam tanah jarang : Y, La, Ce, Sm, Gd

Logam jarang : Ge, In, Ga, TI, Hf, Re

Dalam klasifikasi ini, nama-nama di kelompok lo­gam bukan besi sesungguhnya tidak didasarkan pada batasan yang pasti. Logam-logam itu dikelompokkan berdasarkan berat jenisnya; sifat utamanya, seperti lo­gam mulia, logam refraktori, dan logam radioaktif; serta keberadaannya di alam, seperti logam sekunder yang biasanya terdapat bersama mineral logam lain yang jumlahnya lebih besar. Klasifikasi semacam ini tidak benar-benar pasti karena suatu logam mungkin saja dimasukkan ke dalam dua kelompok. Misalnya kobalt yang diklasifikasikan sebagai logam berat. Ka­rena terdapat di alam bercampur dengan logam lain yang jumlahnya lebih besar (tembaga) dan tidak bere­aksi terhadap asam, kobalt juga dapat dikelompokkan sebagai logam jarang. .

Nama-nama logam dapat dilihat dalam entri Unsur dan masing-masing muncul sebagai entri tersendiri.

Incoming search terms:

  • pengertian logam
  • definisi logam
  • pengertian logam radioaktif
  • logam radioaktif
  • contoh logam radioaktif
  • logam radio aktif
  • pengertian logam ringan
  • pengertian unsur logam
  • pengertian logam berat dan ringan
  • pengertian logam radioaktif dan contohnya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian logam
  • definisi logam
  • pengertian logam radioaktif
  • logam radioaktif
  • contoh logam radioaktif
  • logam radio aktif
  • pengertian logam ringan
  • pengertian unsur logam
  • pengertian logam berat dan ringan
  • pengertian logam radioaktif dan contohnya