Advertisement

Unsur dasar yang membentuk informasi. Pada hakikatnya komputer merupakan suatu alat pengolah data yang dapat menghasilkan informasi. Data yang diolah komputer dinyatakan dalam bentuk byte yang masing-masing terdiri atas sejumlah bit tertentu (bilangan biner). Nilai byte data ini menunjukkan suatu kode informasi tertentu yang telah dibuat baku. Bakuan yang banyak digunakan adalah bakuan ASCII dan EBCDIC, dengan suatu nilai byte menyatakan suatu aksara tertentu. Aksara-aksara tersebut oleh program komputer dapat dianggap data dengan jenis tertentu, seperti data numerik (angka), untaian aksara {string), nilai logika (boolean), ataupun aksara khusus yang digunakan sebagai tanda dalam komunikasi data, misalnya tanda ganti baris, tanda akhir baris, tanda akhir berkas (file), dan sebagainya.

Satuan Data. Data, dalam suatu sistem basis data (database) dicacah menurut satuan elemen data, can- tuman, dan berkas data.
(1) Elemen data adalah satuan data yang menggabarkan atribut kasus atau kejadian. Dalam struktur basis data, elemen data dikenal dengan istilah field atau domain. Misalnya dalam suatu basis data (bank data) personalia, elemen-elemen data yang disimpan untuk setiap orang berupa nama, nomor induk, umur, status pekerjaan, dan sebagainya. Penentuan mengenai elemen-elemen data apa yang harus disimpan dalam suatu basis data dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan sistem (fungsi ini biasanya dipegang oleh administrator basis data). Pada umumnya, untuk menekan penggunaan memori serta untuk memudahkan proses pemasukan dan pengolahan data, digunakan kode-kode untuk menyatakan nilai elemen-elemen data ini.
(2) Cantuman atau yang dalam struktur basis data dikenal dengan istilah record atau tuple, adalah kumpulan elemen data (field) yang merupakan seperangkat atribut suatu kasus/kejadian. Jumlah elemen data untuk setiap cantuman ini bersifat tertentu dan tetap, sehingga panjang cantuman (jumlah karakter tiap canbunian) tertentu. Untuk mencari cantuman data tertentu dalam sistem basis data biasanya digunakan indeks. Sebagai contoh, dalam suatu basis data personalia, pencarian cantumannya dapat dilakukan berdasarkan atribut nomor pegawai.
(3) Berkas data atau file data adalah sekumpulan cantuman data. Delimiter atau tanda pemisah adalah bagian dari berkas data yang tidak merupakan bagian dari data itu sendiri. Delimiter berfungsi sebagai tanda pemisah bagian data, baik antara elemen data (field), maupun antara record. Delimiter ini biasanya berupa sebuah aksara spasi, koma, atau titik koma, garis miring atau aksara pengatur khusus. Jenis ka- tegori yang disebut belakangan biasanya berupa aksara ganti baris (carriage return).
Pemasukan Data, dalam suatu sistem pengolahan data yang besar, merupakan salah satu kegiatan sistem yang paling banyak menyerap sumber daya, baik waktu maupun tenaga manusia, meskipun kegiatan ini hanya dilakukan satu kali untuk setiap data atau kelompok data, yaitu pada awal pemrosesan. Pemasukan data adalah proses memasukkan data dari sumber atau dokumen sumber (misalnya formulir isian), ke dalam unit penyimpan data komputer. Proses ini dapat dilakukan baik secara manual melalui papan ketik (keyboard), dengan mesin pelubang kartu data yang selanjutnya diumpankan pada mesin pembaca kartu, mesin pembaca pita kertas, dan mesin pembaca optis untuk formulir isian. Karena kegiatan ini banyak menggunakan tenaga manusia, kemungkinan terjadinya kesalahan cukup besar dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan pengolahan data lainnya.

Advertisement

Pengawasan Data bertugas menjaga kelengkapan, kebenaran, dan keabsahan data yang diolah. Peranan pengawasan data sangat besar terutama pada kegiatan pemasukan data. Kemungkinan terjadinya kesalahan, baik oleh faktor mesin maupun operator, sangat besar. Di sini kendali data bertugas mencatat sumber-sumber data yang masuk, baik berupa formulir maupun dari media lain, mengelompokkan data, sampai mencari, menelusuri, dan memperbaiki data yang tidak absah, rusak ataupun hilang pada waktu proses. Selain itu, pengawas data juga bertugas memelihara kondisi fisik dan kemutakhiran data yang disimpan.
Pengawas Data adalah orang atau tim yang menjalankan fungsi kendali data pada suatu sistem pengolahan data. Lihat KONTROL DATA.

Pengelompokan Data adalah proses pembagian data ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai dengan kebutuhan pengolahan data. Pembagian bisa dilakukan, misalnya, berdasarkan lokasi asal sumber data, pengelompokan menurut jumlah tertentu, dan karakteristik data tertentu. Kelompok-kelompok data ini disebut batch, yang dalam pengolahan diperlakukan secara terpisah. Dengan pembagian data semacam ini, jika dalam proses ditemukan kesalahan, proses pencarian (lokalisasi) data yang salah serta pelaksanaan pemrosesan ulang akan lebih mudah dilakukan Keuntungan lainnya, pembagian data ini memudahkan proses pengecekan yang membutuhkan peng-hitungan manual dan memudahkan penjadwalan kegiatan pengolahan data.
Data Tipuan (dummy data) atau data sulih adalah data yang bukanlah hasil observasi informasi nyata, melainkan diciptakan untuk diumpankan pada program komputer yang menjalankan proses tertentu.

Data sulih banyak digunakan untuk melakukan pengujian terhadap suatu program, terutama dalam rangka pengembangan atau pembandingan perangkat lunak komputer. Pada beberapa kasus, data sulih dibuat berupa data ekstrem atau data yang memiliki kondisi tertentu, untuk menguji fungsi atau karakteristik tertentu dari program.

Pesatnya perkembangan perkomputeran di Indonesia menyebabkan beredarnya istilah asing yang tidak sempat diindonesiakan atau dicarikan istilah padanannya yang diterima secara meluas. Beberapa di antaranya adalah data division (Lihat COBOL), data element (Lihat BASIS DATA), data entry (Lihat BASIS DATA), data processing (Lihat PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK), data set (Lihat BASIS DATA), dan database (Lihat BASIS DATA).

Incoming search terms:

  • pengertian tanda delimiter

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tanda delimiter