Advertisement

Atau disebut juga Daur Hidrologi, menggambarkan bagaimana air selalu dalam keadaan bergerak. Kita dapat memandang gerakan itu bermula dari saat terjadinya penguapan dari permukaan air. seperti laut, samudera, danau, dan sungai. Penguapan bahkan juga terjadi pada dedaunan, dan dalam hal ini orang menyebutnya penguappeluhan.

Setelah penguapan terjadilah pengembunan, yaitu proses berubahnya uap air itu karena merapat dan menjadi zat cair. Terhembusnya uap air itu oleh tiupan angin terhadap penghalang seperti gunung, menyebabkan terjadinya pencurahan. Di Indonesia, curahan yang lazim adalah hujan. Tetapi sewaktu-waktu dapat pula terjadi curahan berbentuk lain, berupa butiran es. Orang biasa menyebutnya hujan es. Di daerah yang bermusim dingin, terjadi curahan salju.

Advertisement

Hujan yang tercurah itu ada yang terus ‘lari’ atau melimpas, yaitu mengalir terus ke bagian yang lebih rendah. Maka terbentuklah larian atau limpasan. Larian itu ada yang langsung masuk ke dalam sungai atau danau, kolam, atau persawahan dan baru kemudian meneruskan perjalanannya. Baik air yang ada di sungai, dalam danau, kolam atau lainnya yang ada di permukaan tanah disebut air permukaan.

Sebagian daripada air yang tercurah oleh hujan itu meresap ke dalam tanah dan kemudian mengimbuh (mengisi kembali) cadangan air yang ada di bawah permukaan tanah. Aliran di dalam tanah itu pada suatu ketika muncul kembali di permukaan, misalnya lewat mata air atau rembasan. Air yang meluah itu kemudian bergabung dengan aliran air permukaan yang lain. Sama halnya dengan air yang ada di permukaan tanah, pergerakan air yang ada di bawah tanah dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah juga disebut larian atau limpasan, meskipun berlangsung dalam laju yang jauh lebih kecil daripada yang ada di permukaan tanah.

Ada lagi sebagian daripada air yang meneruskan perjalanannya, menuju ke kedalaman bumi. Orang menyebutnya proses penelusan yang dapat mencapai ratusan meter atau mungkin ribuan meter. Yang terakhir itu disebut penelusan-dalam.

Selain itu sewaktu terjadi pencurahan, ada sebagian air yang tertangkap oieh tajuk pepohonan, kemudian digunakan oleh tetumbuhan itu untuk hidup. Atau, air itu langsung diuappeluhkan. Air pun ada yang terikat oleh perakaran tumbuhan, kemudian dilepaskan lagi sedikit demi sedikit. Orang menyebut proses itu peluahan.

Demikianlah air terus beredar tiada henti-hentinya. Air dapat beredar karena ada gaya, yang di satu pihak menyebabkannya menguap, dan di pihak lain membuatnya jatuh kembali ke bumi terus mengalir ke laut. Penguapan disebabkan oleh sinar matahari dan gravitasi menyebabkannya kembali menuju bumi dan akhirnya ke laut.

Gerak air yang terus-menerus itu janganlah dianggap sebagai suatu proses yang berlangsung cepat dan teratur. Ada kalanya gerak itu terjadi sangat cepat. Lihatlah pada air terjun, misalnya. Tetapi mungkin ada saatnya butiran air terperangkap di antara batuan, dan diperlukan waktu ribuan atau bahkan jutaan tahun untuk butiran air itu terlepas kembali dan meneruskan peredarannya.

Incoming search terms:

  • arti daur air
  • pengertian penelusan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti daur air
  • pengertian penelusan