Advertisement

Yang secara harfiah berarti peredaran masa atau periode yang berulang, adalah upaya manusia untuk memproduksi barang kebutuhannya, tidak dengan cara mengolahnya dari bahan mentah (sumber daya alam), melainkan dengan memproses kembali barang yang sudah terpakai. Contohnya pengolahan sampah—seperti kertas atau benda logam—menjadi zat seperti semula. Daur ulang juga diharapkan dapat memperkecil pengurasan sumber daya alam yang makin menipis di masa mendatang, di samping memperkecil kebutuhan energi. Misalnya saja, daur ulang baja bekas menggunakan 40 persen energi yang digunakan untuk mengeksploitasikan bahan mentah. Begitu pula daur ulang kemasan aluminium hanya membutuhkan energi sebesar 5 persen energi yang digunakan jika orang harus menambangnya. Sebagai alasan lainnya, daur ulang mengurangi pencemaran, limbah padat, dan kerusakan tanah akibat penambangan.

Namun, pada kenyataannya alasan yang disebut di atas tidak selalu benar. Harga bahan mentah yang relatif sangat rendah datang dari negeri yang satu-satunya sumber penghasilannya adalah penambangan bahan tersebut. Juga ada negeri yang kemampuan teknisnya baru sampai pada tingkat mengeksploitasi sumber daya alam dan energi primer, belum pada tingkat daur ulang. Selain itu, dalam beberapa hal, biaya daur ulang bahkan lebih tinggi daripada biaya memproduksi bahan mentah. Daur ulang untuk bekas produk canggih menjadi sangat mahal, di samping pemakaian energi yang sangat tinggi. Misalnya, dahulu untuk membuat plat mobil dipakai baja saja, tetapi sekarang dipakai logam paduan, sehingga untuk memisahkan logam penyusunnya dibutuhkan biaya lagi. Selain itu, setiap daur ulang juga membutuhkan energi.

Advertisement

Tetapi dengan meningkatnya perhatian manusia terhadap masalah lingkungan, para pakar mulai me-ngembangkan cara pengolahan kembali bahan limbah. Dengan demikian teknologi daur ulang di masa datang menjadi sangat penting.

Incoming search terms:

  • devinisi daur ulang

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • devinisi daur ulang