Advertisement

Partikel di udara yang memiliki sifat radioaktif. Debu radioaktif dapat berasal dari berbagai sumber.
{a) Ledakan bom nuklir merupakan sumber debu radioaktif yang sangat penting. Jika bom nuklir di-ledakkan dekat atau pada permukaan tanah, benda-benda di sekitar titik ledak akan terbakar dan kemudian menjadi gas. Gas ini bergerak membubung ke atas, setelah waktu tertentu akan mengkristal dan merupakan debu radioaktif. Debu ini tertiup angin menuju tempat permukiman dan mengenai manusia, makanan, air, tumbuhan, dan peralatan.
Debu radioaktif dapat timbul sebagai akibat reaksi pembelahan (fisi). Bagian-bagian tanah atau bagian bom yang hancur juga dapat bersifat radioaktif. Debu itu juga dapat berupa bahan nuklir yang hancur karena ledakan tetapi tidak sempat bereaksi. Debu semacam ini biasanya memancarkan sinar alfa dari un-sur Pu-239, U-238 atau U-235. Neutron dari ledakan nuklir di permukaan tanah menyebabkan tanah dan benda-benda di sekitarnya menjadi radioaktif. Isotop radiasi induksi ini memancarkan sinar beta dan gama.
(b) Bahan radioaktif dapat digunakan secara sengaja untuk mencelakakan pasukan musuh secara langsung, maupun untuk mencemari makanan, air, alat-alat perlengkapan, maupun medan.
(c) Dalam bidang industri cat, sering dipakai bahan radioaktif tertentu yang merupakan bahan campuran cat. Cat semacam itu banyak dipakai pada pelat jam tangan atau pada instrumen tertentu. Radioisotop pada peralatan tersebut dapat berada dalam wujud padat, cair atau gas, antara lain Ra-226, Co-60, dan sebagainya.
(d) Debu dapat terjadi karena kecelakaan pada senjata nuklir atau tercecernya bahan-bahan radio aktif ketika bahan-bahan tersebut dipindahkan ke tempat lain.
(e) Kecelakaan pada reaktor nuklir dan kebocoran pada laboratorium radiasi merupakan sumber lain. Isotop yang digunakan dalam laboratorium dapat berbentuk gas, cair atau benda-benda padat dengan ukuran yang sangat kecil. Bahan ini akan mudah tercecer atau bocor dari tempatnya. Isotop ini biasanya bersifat asam atau basa sehingga secara kimiawi sangat reaktif dan mudah membentuk garam yang lebih stabil. Ini berarti bahwa kontaminasi berlangsung lebih lama dan lebih mantap.
Cara penanggulangan terhadap penempelan debu radioaktif dilakukan dengan:
(1) mandi sebersih mungkin,
(2) dalam medan pertempuran, dengan jalan menyikat dan mengibaskan pakaian (disebut dekontaminasi primer), kemudian bila situasi telah memungkinkan, dengan dekontaminasi sempurna secara bersama di suatu ruang dekontaminasi,
(3) bila penempelan debu radioaktif sangat kuat, dengan mandi air hangat dengan pasta khusus yang dibuat dari detergen dicampur tartrat atau sitrat.

Incoming search terms:

  • debu radioaktif
  • bentuk debu radioaktif
  • bom Debu
  • debu radioaktif adalah
  • radioaktyf debu

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • debu radioaktif
  • bentuk debu radioaktif
  • bom Debu
  • debu radioaktif adalah
  • radioaktyf debu