Advertisement

Sebagian besar molekul insektisida yang digunakan untuk membasmi serangga tidak dikonsumsi oleh serangga yang akan dibcismi tersebut. Jadi bagaimana kecepatan degradasi insektisida tersebut di lingkungan? Kecepatan degradasi insektisida dipengaruhi terutama oleh struktur kimia senyawa tersebut. Insektisida dalam kelompok yang sama dengan struktur yang hampir sama mempunyai kecepatan degradasi yang hampir sama, tetapi tidak tepat sama.

Komponen insektisida organofosfor dan kar bamat terdegradasi cepat menjadi senyawa-senyawa sederhana, sedangkan komponen organokhlorin urnumnya tetap tidak berubah dalam jangka waktu yang lama.

Advertisement

Meskipun struktur kimia merupakan faktor utama vang menentukan kecepatan degradasi, tetapi kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap kecepatan degradasi. Kondisi tersebut misalnya tipe tanah, jumlah bahan organik yang terdapat di dalamnya, suhu, dan lamanva tanah tersebut ditanami. Oleh karena itu nilai umur setengah biasanya dinyatakan dalam kisaran. Pada Tabel 7.2 terlihat bahwa insektisida yang tergolong dalam karbamat dan organofosfor mengalami degradasi setelah beberapa minggu, sedangkan insektisida yang tergolong organokhlorin membutuhkan waktu beberapa tahun untuk degradasi.

Reaksi kimia lengkap yang terjadi selama degradasi belum diketahui dengan pasti. Komponen organofosfor dan karbamat mengalami degradasi dengan cara hidrolisis (reaksi dengan air) sehingga menghasilkan produk yang tidak beracun. Molekul organokhlorin tidak mengalami hidrolisis tetapi mungkin dipecah secara lambat oleh mikroorganisme. Karena reaksi tersebut berjalan sangat lambat, sebagian besar senyawa tersebut akan menguap dan hilang dari tanah sebelum degradasi lengkap selesai. Perbedaan antara insektisida organokhlorin dengan insektisida lainnya adalah produk hasil degradasi organokhlorin bersifat racun dan lebih lama terdapat di lingkungan.

 

Advertisement