Advertisement

Diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tanggal 10 De-sember 1948. Deklarasi ini memuat hal-hal penting mengenai hak-hak manusia dan kebebasan-kebebasan dasar yang dapat dijadikan dasar untuk kesejahteraan dunia.

Perjuangan manusia menegakkan hak-haknya melalui proses panjang. Perjuangan ini dimulai di Inggris pada tahun 1215, yakni ketika rakyat Inggris yang dipelopori oleh golongan bangsawan memaksa raja,

Advertisement

John Lackiand menandatangani Magna Charta Libertatum (Piagam Agung Pembebasan). Rakyat Inggris merasa muak atas tindakan otoritas raja yang sampai menggadaikan negerinya kepada Paus Innocentius III di Roma. Piagam itu berisi peraturan-peraturan, untuk melindungi rakyat dari tindakan sewenang- wenang.

Empat ratus tahun lebih kemudian (1627) muncul lagi konflik antara rakyat (parlemen) dan raja. Rakyat (parlemen) mengajukan Petition of Rights (Petisi Hak- hak), yang menegaskan kembali pembatasan kekuasaan raja, kepada rajanya, Karel I. Dalam konflik itu, Karel I akhirnya dihukum pancung. Pada tahun 1688, kembali meletus konflik antara raja dan parlemen. Rakyat Inggris, meskipun tetap setia terhadap bentuk “merajakan”, terpaksa pula memakzulkan Raja James II dan mengangkat Ratu Marie dan suaminya Raja Willem II yang juga menjadi raja Belanda (Dinasti Oranje-Nassau). Revolusi yang disebut Glorius Revolution ini ditandai dengan diundangkannya Bill of Rights (Undang-undang Hak-hak) yang kembali menegaskan hak-hak warga negara Inggris.

Ketika konflik antara raja dan rakyat (parlemen) Inggris meledak, banyak rakyat Inggris bermigrasi ke Amerika, yaitu benua baru yang ditemukan Colom- bus pada tahun 1492. Di benua baru ini, mereka mendirikan koloni, namun tetap mengakui kekuasaan raja di negeri asal. Namun, ketika usai Perang Tujuh Tahun (1756-1763), yaitu perang kolonial berebut daerah jajahan, mula-mula dengan Perancis kemudian dengan Spanyol, Raja Inggris sangat menekankan kekuasaannya atas rakyat koloni Amerika. Rakyat koloni Inggris di Amerika dibebani pajak yang berat guna menutupi ketekoran keuangan akibat perang selama tujuh tahun itu. Akibatnya muncul perlawanan rakyat koloni yang kemudian meluas menjadi perjuangan kemerdekaan untuk sama sekali lepas dari Inggris. Pada tanggal 4 Juli 1776, diumumkan Deklarasi Kemerdekaan Amerika, yang memuat pokok-pokok pikiran Thomas Jefferson mengenai hak-hak manusia; banyak fasal yang dikutip langsung dari Bill of Rights Inggris. Semua isi dokumen itu kemudian dimasukkan dalam UUD (Konstitusi) Amerika Serikat.

Sementara itu, pemerintahan Perancis abad ke-17 dan 18 ditandai dengan kekuasaan absolut raja yang didukung oleh Gereja. Raja yang paling kuat menegakkan kekuasaan absolut itu ialah Louis XIV (lahir 1638, memerintah 1643-1715) dengan semboyannya yang terkenal L’etat c’est moi (baca: Leta semoa, berarti negara adalah saya); disedut juga voluntas regis suprema lex (kehendak raja adalah undang- undang tertinggi). Penggantinya pun, Louis XV, meneruskan tradisi yang sama. Semboyannya adalah apres nous la deluge (sesudah kita, kiamat akan terjadi).

Kekuasaan raja yang absolut dan gaya hidupnya yang mewah menimbulkan kebencian sangat mendalam di kalangan rakyat dan cendekiawan. Mereka mulai melancarkan kritik dengan menyebarkan pikiran- pikiran bebas. Jean Jacques Rousseau (1712-1774), sa-

lah seorang filosof Perancis penulis Le Contract Social, menjelaskan hak rakyat untuk diajak membincangkan masalah kekuasaan dan pemerintahan. Tokoh-tokoh seperti Rousseau, Diderot, D’Alembert, Voltaire, Montesquieu Proudhon, dan Iain-lain (cendekiawan sebelum revolusi) disebut kaum Encyclopedisten, sebab mereka mengembangkan pikiran-pikiran mereka yang mendasar di dalam suatu ensiklopedi.

Pada tahun 1789, pecah Revolusi Perancis. Kaum bangsawan Gereja terpaksa melepaskan hak-hak istimewa mereka. Dewan Nasional (Assemblee Nationale atau Parlemen) dibentuk dan mulai merumuskan konstitusi Perancis. Di dalam konstitusi yang diselesaikan pada tahun 1791, terdapat penegasan hak-hak manusia dan warga negara (Droits de l ‘Home et du Citoyen), antara lain:

1. Semua orang dilahirkan bebas dengan hak-hak yang sama.

2. Setiap warga negara berhak ikut ambil bagian dalam memilih wakil-wakilnya yang akan menyusun undang-undang.

3. Setiap orang berhak secara lisan dan tertulis me-ngemukakan pendapat, asalkan tak menyalah gunakan hak itu.

4. Jumlah pajak yang dibayarkan oleh seseorang haruslah didasarkan atas harta yang dimilikinya.

Pernyataan hak-hak yang dihasilkan pada Revolusi Perancis itu disebut juga Piagam Demokrasi.

Memasuki abad ke-20, negara-negara merdeka di dunia berhasil membentuk Liga Bangsa-Bangsa setelah Perang Dunia I. Namun Perang Dunia II tidak bisa dicegah, karena konstelasi kehidupan bangsa- bangsa masih belum adil, terutama dengan munculnya Hitler (1933-1945) di Jerman yang hendak menguasai Eropa dan dunia. Barulah kemudian pada tanggal 24 Oktober 1945, bangsa-bangsa kembali mendirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hari ini dianggap sebagai hari lahirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Belajar dari masa silam, pada tanggal 10 Desember 1948 PBB mengumumkan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Kemudian, pada tahun 1950, tanggal 10 Desember ditetapkan sebagai Hari Hak Asasi Manusia.

Incoming search terms:

  • #################################
  • pengertian deklarasi ham
  • jelaskan makna deklarasi HaM keluar dan ke dalam
  • yang dimaksud deklarasi HAM
  • Jelaskan makna deklarasi hak asasi manusia keluar dan ke dalam
  • Jelaskan tentang HAM di dalam deklarasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • #################################
  • pengertian deklarasi ham
  • jelaskan makna deklarasi HaM keluar dan ke dalam
  • yang dimaksud deklarasi HAM
  • Jelaskan makna deklarasi hak asasi manusia keluar dan ke dalam
  • Jelaskan tentang HAM di dalam deklarasi