PENGERTIAN DEMENSIA – USIA TUA DAN GANGGUAN OTAK – Demensia yang disebut oleh orang awam sebagai kepikunan—merupakan istilah deskriptif umum bagi kemunduran kemampuan intelektual hingga ke titik yang melemahkan fungsi sosial dan pekerjaan. Demensia terjadi secara sangat perlahan selama bertahun-tahun; kelemahan kognitif dan behavioral yang hampir tidak terlihat dapat dideteksi jauh sebelum orang yang bersangkutan menunjukkan hendaya yang tampak jelas. Kesulitan dalam mengingat banyak hal. terutama berbagai peristiwa baru-baru ini, merupakan simtom utama demensia Orang dapat meninggalkan berbagai tugas tanpa diselesaikan karena lupa mencruskannya setelah terhenti karena suatu interupsi. Orang yang mengisi teko air th kran air membiarkan air terus mengucur dari kran; orang tua yang tidak mampc mengingat nama anaknya dan di kemudian hari bahkan tidak ingat bahwa ia punyai anak atau tidak mengenali mereka ketika mereka datang mengunjunginya Kebersihan diri dapat menjadi kurang terjaga dan penampilan menjadi tidak rape karena orang yang bersangkutan lupa mandi atau bagaimana cara berpakaim dengan benar. Pasien dengan demensia juga dapat tersesat, sekalipun di lingkungan yang tidak asing baginya. Kutipan yang menyentuh di atas disampaikan oleh salah satu anak perempuan Ronald Reagan.

Penilaian dapat menjadi salah, dan orang yang bersangkutan dapat mengalami kesulitan untuk memahami berbagai situasi dan membuat rencana atau mengambil keputusan. Orang-orang yang mengalami demensia mengabaikan standar mereka dan kehilangan kendali atas impuls-impuls mereka; mereka dapat menggunakan bahasa yang kasar, menceritakan lelucon yang tidak pantas, mengutil, dan melakukan pendekatan seksual dengan orang asing. Kemampuan untuk menangani berbagai pemikiran abstrak menurun, dan gangguan emosi menjadi hal umum, termasuk simtom-simtom depresi, afek datar, dan ledakan emosional secara berkala. Delusi dan halusinasi terjadi pada lebih dari 50 persen pasien. Pasien demensia juga kemungkinan menunjukkan gangguan bicara, seperti pola bicara yang membingungkan. Meskipun sistem motorik tetap berfungsi, mereka dapat mengalami kesulitan melakukan berbagai aktivitas motorik, seperti menggosok gigi, melambaikan tangan, atau berpakaian. Terlepas dari fungsi indrawi yang tetap utuh, mereka juga dapat mengalami kesulitan mengenali lingkungan sekeliling yang tidak asing atau menyebut nama benda-benda umum. Episode delirium, suatu kondisi kebingungan mental parah (dibahas secara rinci pada bagian berikutnya), juga dapat terjadi. 

Perjalanan demensia dapat progresif, statis, atau melambat, tergantung pada penyebabnya. Banyak orang yang mengalami demensia progresif akhirnya menarik diri dan menjadi apatetis. Pada fase akhir penyakit ini, orang yang bersangkutan kehilangan kecemerlangan dan integritasnya. Para kerabat dan teman mengatakan bahwa orang yang bersangkutan bukan dirinya lagi. Keterlibatan sosial dengan orang lain semakin berkurang. Akhirnya, orang tersebut kehilangan kesadaran terhadap sekelilingnya. Prevalensi demensia meningkat seiring bertambahnya usia. Sebuah studi menemukan prevalensi sebesar 1 persen pada orang-orang yang berumur 65 hingga 74, 4 persen pada mereka yang berusia 75 hingga 84 tahun, dan 10 persen pada mereka yang berusia lebih dari 84 tahun . Angka-angka tersebut dapat sangat dianggap tidak tepat karena tidak mencakup para individu yang meninggal karena beberapa penyebab demensia (lihat pembahasan berikut mengenai penyakit Alzheimer). Insiden tahunan, yaitu jumlah kasus baru yang terjadi dalam satu tahun, di Amerika Serikat lebih dari 5 persen pada mereka yang berusia lebih dari 85 tahun.

Filed under : Bikers Pintar,