PENGERTIAN DEMOKRATIS DI SKANDINAVIA – Berbagai jenis sosialisme yang lahir di bangsa-bangsa Skandinavia, terutama Denmark, Swedia, dan Norwegia juga harus disebut. (Jenis ini dalam arti sempit juga lahir di negara-negara Eropa Barat seperti Inggris dan Belanda). Sebetulnya bangsa-bangsa Skandinavia tidak sama sekali sosialis, paling tidak dalam arti ekonomi. Ekonomi mereka masih sangat kapitalis. Banyak saranasarana produksi dimiliki secara perorangan dan produksi dilakukan untuk mencari keuntungan. Tapi di sana ada nasionalisasi. Beberapa industri berat dimiliki dan dijalankan oleh pemerintah.

Ma syarakat-masyarakat Skandinavia hanya betul-betul “sosialis” dalam arti politik. Dimulai pada tahun 1930an, partai politik sosialis menempati posisi dominan di pemerintahan, dan masih bertahan hingga sekarang. Partai-partai ini telah menunjukkan tujuan pembaharuan ekonomi sedemikian rupa agar lebih adil dan egaliter. Walaupun produksi dapat mengambil keuntungan dalam ruang kehidupan ekonomi, pemerintah memaksa perusahaan-perusahaan pribadi itu memikirkan kepentingan nasional. Negaramencampuri urusan bisnis pribadi supaya bisa mengelola ekonomi untuk kebaikan masyarakat. Negara senantiasa memperhatikan dan membantu mengatur harga, pajak, bunga, dan lain-lain.

Sosialisme versi bangsa-bangsa Skandinavia lebih menjauhi konsep sosialisme klasik Marxian daripada yang terjadi di negara-negara sosialis. Marx berpendapat bahwa kapitalisme tak dapat diperb arui, dan bahwa sosialisme menghendaki penghapusan sama sekali kekayaan pribadi dan pemilikan sarana produksi secara kolektif. Ia tak begitu mempercayai segala eksperimen untuk memperbarui sistem kapitalis.

1.Revolusi industri dimulai di Inggris pada paruh kedua abad xviii. Pada abad xix menjalar ke negara-negara Eropa Barat dan ke Amerika Serikat. Revolusi industri merupakan transformasi ekonomi dan teknologi besar-besaran yang menyebabkan mesin dan pabrik mendominasi produksi. Masyarakat industri kapitalis merupakan anak pgrubahan besar ini.

2. Revolusi Industri menjadi fase terpenting dalam perkembangan sistem kapi Ia dilahirkan oleh kapitalis sebagai usaha untuk memperluas produktivitas dan rnenurunkan biaya operasi. Akibatnya, ia memantapkan suatu usaha yang secara fundamental baru bagi kapitalis dalam mencapai keuntungan: dengan memadatkan nilai tambah produksi. Industrialisasi berkembang pertama kali di masyarakat-masyarakat yang secara ekonomis adalah kapitalis yang sudah maju.

3. Beberapa akibat penting dari industrialisasi ialah peningkatan besar-besaran produktivitas tenaga kerja, terciptanya sekelompok besar dan mencolok secara sosial yakni proletariat perkotaan, meningkatnya spesialisasi kerja, urbanisasi yang meluas di perkotaan, dan penurunan angka pertumbuhan penduduk yang mencolok karena penurunan angka kelahiran.

4. Pada akhir abad xix kapitalisme memasuki fase monopoli. Hal ini meliputi munculnya perusahaan-perusahaan besar sebagai basis unit ekonomi dan sejalan dengan pengurangan sifat kompetitif kehidupan ekonomi. Kapitalisme monopoli juga meliputi investasi yang meluas dari bangsa-bangsa kapitalis maju di negara-negara yang lebih miskin di dunia.

5. Sistem dunia kapitalis sekarang rata-rata sebagai berikut: Wilayah pusat yang utama ialah Amerika Serikat, Jerman Barat, Prancis, dan Jepang; wilayah pinggiran terdiri dari negara-negara termiskin di Asia, Amerika Latin, dan Afrika; dan wilayah semi pinggiran meliputi beberapa negara Eropa yang kurang maju, begitu pula beberapa negara yang lebih maju di Amerika Latin, Asia, dan Afrika.

6. Marx berteori bahwa salah satu akibat yang amat merusak dari kapitalisme ialah alienasi buruh. Marx berpikir bahwa kerja merupakan usaha realisasi diri bagi manusia, dan organisasi kerja kapitalisme menghancurkan kapasitas buruh untuk menemukan makna tugas-tugasnya. Penelitian terakhir membuktikan bahwa alienasi merupakan sifat ikutan dari perkembangan kapitalisme monopoli pada abad xx.

7. Masyarakat negara sosialis lahir di Soviet pada tahun 1917 dan di Eropa Timur setelah perang dunia II. Banyak perdebatan terjadi sekitar sifat ekonomi khusus masyarakat-masyarakat ini. Beberapa sosiolog melihatnya hanya sebagai versi alternatif dari produksi komoditi kapitalis, sementara yang lain percaya mereka mempunyai sifat sosialis yang khas. Dalam tahun-tahun belakangan nampak bahwa mereka kehilangan sifat sosialisnya dan bergerak menuju integrasi ke dalam ekonomi-dunia kapitalis.

8. Sistem ekonomi negara sosialis seharusnya tidak dikacaukan dengan ekono-mi sosialis Skandinavia seperti yang diduga selama ini. Ekonomi bangsa-bangsa Skandinavia pada dasarnya adalah kapitalis dalam arti produksi perorangan untuk mendapatkan keuntungan menjadi basis kehidupan ekonomi. Versi “sosialisme” Skandinavia merupakan suatu maksud untuk memperbarui kapitalisme melalui caracara politik, dan bukan ekonomi.

9. Alienasi menjadi ciri negara sosialisme sebagaimana juga menjadi ciri kapita-lisme Barat. Alienasi mungkin berkaitan erat dengan sifat teknologi dan birokrasi sebagaimana juga terkait dengan pemilikan sarana produksi.

Filed under : Bikers Pintar,