Advertisement

Dewa yang mempunyai sifat-sifat dan kepribadian yang bertentangan (dualistis), yaitu sifat baik dan arif bijaksana sekaligus buruk dan suka menipu. Dewa ini sering dianggap sebagai tokoh perantara antara manusia dan dewa-dewa.

Tokoh dewa penipu ini terdapat pada mitologi berbagai suku bangsa di Indonesia. Di kalangan orang Waropen di Irian Jaya, ada tokoh dewa yang digambarkan mempunyai ciri-ciri kedewataan sekaligus ciri- ciri manusia biasa, yaitu tokoh dewa seperti Uri, Kowei, dan Kirisi. Dewa ini disamakan dengan penjelmaan langit dan bumi. Dalam penjelmaannya sebagai dewa, ia menjadi makhluk yang amat besar dan mengajarkan segala keahlian yang ada di dunia kepada manusia. Sebaliknya, ketika menjelma sebagai manusia, ia biasanya menjadi orang yang sangat buruk, orang tua yang cacat, yang kulitnya penuh koreng, sering ditertawakan orang, dan kadang-kadang berfungsi sebagai pelawak. Dalam peranannya sebagai manusia yang buruk, ia sering berlaku sebagai penipu.

Advertisement

Advertisement