Advertisement

Dihormati oleh manusia pemujanya sebagai pencipta alam semesta beserta segala isinya, penjaga ketertiban alam dan kesusilaan. Di Indonesia, tokoh dewa tertinggi terdapat pada masyarakat yang mengenal dewa-dewa dalam sistem kepercayaannya. Pada masyarakat Batak Toba, dewa tertinggi adalah Ompu Tuan Mula Jadi Na Bolon. Selain menciptakan alam, dewa ini juga menguasai segala musim dan kesuburan. Ia juga nenek moyang yang menurunkan semua orang Batak. Oleh sebab itu, setiap tahun diadakan upacara penghormatan untuknya, yaitu upacara mangase taon.

Di daerah lain, tokoh dewa .tertinggi diberi nama sesuai dengan sifat dan pekerjaannya. Masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah menyebut dewa tertinggi mereka Topeteru (sang pembentuk), Topebagi (sang pembagi nasib), Topejadi (sang pencipta), Karampua Nu Langi (berdiam di langit), dan sebagainya. Orang Sabu di Nusa Tenggara Timur menamakan dewa tertinggi mereka Deo Rai (pencipta), Deo Wero (pemelihara), dan Deo Wie (pengatur).

Advertisement

Dewa tertinggi orang Rote di Nusa Tenggara Timur terdiri atas tiga wujud, yang disebut teluk aman, yaitu Manadu (pencipta), Mansula (pengatur), Manfe (pemberi berkat). Nama lain di berbagai daerah adalah Mori Karaeng pada masyarakat Manggarai, Lera Wulan Tana Ekan pada masyarakat Lamahot, Sang Hiang Sakti pada masyarakat Lampung, Lowalangi pada masyarakat Nias, dan Sivva pada masyarakat Mej Brat di Irian Jaya.

Incoming search terms:

  • dewa tertinggi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • dewa tertinggi