Advertisement

Salah satu organ Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang bertugas mengawasi pelaksanaan kode etik jurnalistik oleh pers dan wartawan Indonesia. Anggota dewan dipilih oleh Kongres PWI tiap lima tahun sekali.

Seseorang atau suatu pihak yang merasa dirugikan oleh pers atau wartawan dapat mengadu kepada dewan ini dengan menyampaikan bukti-bukti secara tertulis. Dewan kemudian memeriksa dan menilai pengaduan. Apabila suatu pengaduan memang benar menunjukkan telah terjadinya pelanggaran kode etik, dewan dapat menetapkan hukuman berupa peringatan biasa, keras, atau pemecatan sementara dari keanggotaan PWI terhadap wartawan yang bersalah.

Advertisement

PWI telah mempunyai kode etik jurnalistik sejak tahun 1946, tetapi Dewan Kehormatan baru terbentuk pada tahun 1952. Pada waktu itu anggota-anggotanya terdiri atas Supomo, Roeslan Abdulgani, Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, dan Djawoto. Tokoh-tokoh yang kemudian pernah mengetuai dewan ini adalah Soemanang Soeriowinoto dan Mahbub Djunaidi. Ketua untuk masa bakti 1983-1988, hasil Kongres PWI di Manado tahun 1983, ialah Rosihan Anwar. Ia digantikan oleh Dja’far Husin (D.H.) Assegaff untuk masa bakti 1988-1993, hasil Kongres PWI di Samarinda tahun 1988.

Incoming search terms:

  • pengertian PWI
  • pengertian dewan kehormatan
  • apa yang di maksud dewan PWI
  • apa yang dimaksud dewan kehormatan PWI
  • Pengertian kehormatan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian PWI
  • pengertian dewan kehormatan
  • apa yang di maksud dewan PWI
  • apa yang dimaksud dewan kehormatan PWI
  • Pengertian kehormatan