Advertisement

Lembaga kesenian yang dibentuk oleh pemerintah DKI Jakarta tahun 1968. Lembaga ini muncul atas ide dan inisiatif Ali Sadikin, gubernur saat itu, yang merasa perlu adanya lembaga tempat mengembangkan dan menggelarkan karya seni Jakarta. DKJ resmi berdiri setelah keluarnya Surat Keputusan Gubernur Ali Sadikin tanggal 18 Juli 1968. Pengelola pertama DKJ terdiri atas 25 orang yang ditunjuk oleh gubernur sebagai pembantu pemerintah DKI dalam kesenian. Pengelola itu antara lain Ny. S. Suleiman, Trisno Sumardjo, Oesman Effendi, I Wayan Diya, Arief Budiman, H. Misbach J. Biran, D.A. Peransi, Goenawan Mohammad, Ajip Rosidi, Zaini, Teguh Karya, B. Brata S., Rudy Laban, B. Sitompoel, Darsjaf Rachman, Pramana Pmd., Wahju Sihombing, Taufiq Ismail, Asrul Sani, D. Djajakusuma, Syuman Jaya, Gayus Siagian, Adidharma, Iravati M. Sudiarso, dan Sardono W. Kusumo. Orang-orang inilah yang berjasa dalam awal pertumbuhan DKJ.

Keanggotaan DKJ diubah setiap dua tahun, namun dalam perkembangan berikutnya masa jabatan ini diperpanjang menjadi tiga tahun. Anggota DKJ ini dipilih oleh Akademi Jakarta, lembaga tertinggi lingkungan Pusat Kesenian Jakarta, yang terdiri atas 10 orang, yaitu Affendi, S. Takdir Alisjahbana, Moh. gubernur; baru pada pengurusan kedua Akademi Jakarta menunjukkan peranannya.         i

Advertisement

Akademi Jakarta ini juga bertugas metnbuat kebijaksanaan pembinaan kebudayaan Jakarta dan menilai hasil kerja pengelola DKJ setiap periode. Untuk merangsang pertumbuhan, Akademi Jakarta memberikan hadiah kepada seniman Indonesia yang ber-prestasi besar di bidangnya; yang pernah mendapatkan hadiah ini adalah Rendra (1875) dan pelukis Zaini (1977). Anggota Akademi Jakarta diangkat seumur hidup, dan ditetapkan harus 10 orang; karena itu setelah D. Djajakusuma meninggal, kedudukannya diganti oleh Umar Kayam.

DKJ bertugas mengurus Taman Ismail Marzuki (TIM), juga memiliki proyek pendidikan kesenian, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta yang sekarang bernama Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Lembaga pendidikan ini mengajar semua cabang seni, musik, seni rupa, teater, dan sinematografi. Jika IKJ adalah wadah pembinaan seniman dan calon seniman, maka TIM adalah tempat para seniman berkarya. Dalam kompleks TIM yang terletak di Jl. Cikini Raya 73, terdapat berbagai tempat pameran dan pergelaran. Teater Arena, Teater Tertutup, Teater Terbuka, Teater Halaman, dan Graha Bhakti Budaya adalah panggung pementasan musik, tari, dan drama. Di sisi lain terdapat tempat pameran, yaitu Galeri Utama dan Ruang Pameran Lama. Dan di sudut lain ada gedung tempat berlatih tari.

DKJ memiliki program tetap, yaitu menyelenggarakan festifal kesenian, baik tradisional maupun modern, di antaranya lomba penulisan lakon drama (1972), penulisan lakon untuk anak-anak (sejak 1977), penulisan cerita roman (sejak 1970), penulisan esai (sejak 1978), festival puisi (sejak 1978). Program besar lainnya menyelenggarakan pameran seni lukis dua tahun sekali (biennale) yang biasanya dilaksanakan pada tahun genap dan merupakan kompetisi berhadiah. Pameran ini diperuntukkan bagi pelukis mapan. Namun selang beberapa tahun, pada setiap tahun ganjil DKJ juga menyelenggarakan pameran untuk pelukis muda usia. Maka ada dua pameran, yaitu, untuk biennale tahun genap, pameran pelukis senior dan, untuk biennale tahun ganjil, pameran pelukis yunior. Sejak tahun 1987, DKJ menyelenggarakan pameran tiga tahunan (triennale) seni patung. DKJ juga menyelenggarakan pertemuan sastrawan, nenerbitkan buku-buku seni dan budaya.

Pada mulanya, program DKJ lebih bersifat lokal, hanya Jakarta, namun pada perkembangannya meliputi lingkup nasional. Program DKJ menjadi standar seni di Indonesia, sehingga festival seni daerah serta pameran seni rupa seluruh Indonesia disponsori dan diselenggarakan di DKJ.

Munculnya DKJ mengilhami daerah lain untuk membentuk lembaga yang sama, misalnya Surabaya membuat Dewan Kesenian Surabaya, Ujungpandang membentuk Dewan Kesenian Makasar. Hasil pembinaan dewan daerah itu biasanya berpuncak pada pergelaran di DKJ karena DKJ dipandang sebagai barometer.

Advertisement