PENGERTIAN DIFUSIONISME  – Difusionisme adalah landasan pembentukan prinsip determinisme budaya. Difusionisme mencapai puncaknya dengan relativisme Franz Boas (Bohannan dan Glazer, 1988). Kemudian, interpretivisme dan post-modernisme pada masa belakangan ini bereaksi terhadap penekanan pada struktur sosial dan visi monolitik proses sosial yang dominan sebelumnya. Antropolog yang berorientasi masyarakat dan antropolog yang berorientasi kebudayaan (sekali lagi, tak persis sama dengan antropologi `sosiar dan antropologi `budaya’) tampaknya berbicara dengan bahasa-bahasa yang berbeda, atau mempraktikkan sepenuhnya disiplin yang berbeda (selanjutnya, lihat, Kuper 1988).

Hanya sedikit perspektif yang menggabungkan kajian-kajian me-ngenai masyarakat dan kebudayaan (sebagaimana dikonsepsikan oleh kedua pihak ekstremis). Perhatian strukturalisme, secara khusus, berorientasi pada masyarakat (seperti aliansi karena perkawinan atau transisi antara status-status dalam kegiatan ritual) dan yang berorientasi pada kebudayaan (seperti aspek-aspek tertentu simbolisme). Feminisme juga berorientasi pada masyarakat (hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam keteraturan sosial dan simbolik).

Pendekatan daerah kebudayaan (culture area) atau regional adalah berasal dari tradisi sosial maupun kebudayaan, tetapi tampaknya tidak mudah untuk menggolongkan aneka ragam kebudayaan ke dalam daerah-daerah kebudayaan, khususnya pada masa kini.

Filed under : Bikers Pintar,