Advertisement

Pembangunan nasion secara inheren mencakup proses penentuan identitas nasional, yang pada hakikatnya tidak terpisah dari pembentukan kepribadian bangsa atau kebudayaan nasional.

Demikian itu jugalah proses yang secara imanen berkembang pada diri bangsa Indonesia dalam membudidayakan kultur politiknya sesuai dengan jiwa zaman, sehingga tidak hanya memantapkan eksistensinya dalam konstelasi dunia dewasa ini, tetapi juga mampu merealisasikan aspirasinya seperti yang telah dibayangkan oleh para perintis dan pejuang kemerdekaan.

Advertisement

Baik pengembangan kebudayaan teknologi maupun pemupukan identitas nasional menuntut agar dimensi manusiawi senantiasa diperhitungkan sebagai faktor kunci dalam proses pembangunan nasional.

Semakin meningkat jenjang pembangunan, semakin terasa mendesak pula perlunya menstrukturkan kepribadian manusia Indonesia; tidak semata-mata dalam kapasitasnya sebagai sumber daya manusiawi, tetapi lebih-lebih untuk memantapkan pembentukan identitas manusia Indonesia. Dengan mengingat tujuan pembangunan seperti itu, maka sangatlah wajar apabila pada tahap pembangunan dewasa ini di kalangan masyarakat pada umumnya, dan di lingkungan kaum cendekiawan khususnya, berkembanglah proses penyadaran mengenai pembangunan manusiawi dalam pelbagai dimensinya.

Permasalahan yang kita hadapi ialah, seberapa jauh bidang humaniora dapat berfungsi untuk menunjang pembangunan itu, dan bagaimana meningkatkan produktivitas dan efektivitas humaniora dalam pendidikan formal dan informal di satu pihak, dan di pihak lain dalam pembinaan generasi muda umumnya.

Advertisement