Advertisement

Secara harfiah berarti pandangan. Kata ini berasal dari akar kata dis yang berarti melihat Berbagai arti yang kemudian dihubungkan dengan kata ini membentuk turunan arti beragam, antara lain pengertian, kepercayaan, pandangan spekulatif, pengetahuan. Bila tidak diberi kata keterangan samma (benar), kata ini merujuk pada pandangan keliru atau jahat, dan hanya pada beberapa kasus merujuk ke hal yang benar. Kekecualian itu terjadi pada, misalnya, ditthi-visuddhi yang berarti penyucian pandangan atau pengertian.

Berbagai pandangan spekulatif terus-menerus mempengaruhi pandangan manusia yang tercakup dalam Sutta Pitaka, di antaranya, yang keliru dan paling menyesatkan manusia, kepercayaan adanya diri atau aku (sakkayaditthi). Ada dua jenis pandangan yang tergolong kepercayaan serupa ini, yaitu kepercayaan keberadaan kekal (sassata-ditthi) dan kepercayaan kenihilan kehidupan (uccheda-ditthi). Yang pertama percaya bahwa akan ada suatu bentuk diri, jiwa, atau kepribadian yang terpisah dari proses fisis maupun mental yang membentuk kehidupan, dan akan terus berlanjut keberadaannya setelah kematian. Yang kedua mengacu pada kepercayaan bahwa diri atau kepribadian sebagai suatu makhluk adalah sama atau serupa dengan proses fisis atau mental, sehingga sewaktu kematian tiba semuanya akan hancur dan menjadi nihil kembali. Dalam hal ini, Budha kemudian menunjukkan bahwa ia tidak mengajarkan keduanya. Sebutan ‘diri’ atau ‘pribadi’ atau ‘manusia’ adalah sebutan kesepakatan belaka (vohara-vacana) yang arti sesungguhnya (paramattha-sacca) hanyalah proses gejala fisis maupun mental yang muncul dan hancur silih berganti secara berkesinambungan.

Advertisement

Incoming search terms:

  • arti sakkaya ditthi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti sakkaya ditthi