Advertisement

Suatu keadaan ditemukannya diverticulum, yakni penonjolan-penonjolan berupa saku-saku berdiameter 2—3 sentimeter, di usus halus. Saku-saku tersebut umumnya merupakan penonjolan selaput lendir usus dan jaringan di bawahnya ke arah luar melalui lapisan otot. Hal ini terjadi di titik-titik lemah, misalnya tempat masuknya pembuluh darah ke dalam dinding usus halus.

Divertikulum lebih sering dijumpai di segmen usus halus yang teratas atau duodenum. Kelainan yang terdapat di duodenum biasanya tunggal, sedangkan bila divertikulum tersebut berada di segmen usus halus bagian bawah (jejunum dan ileum) umumnya kelainan itu berjumlah banyak. Akibat yang ditimbulkannya tergantung dari letaknya. Pada divertikulum duodenal, penonjolan yang terjadi dapat menekan jaringan atau organ tubuh di sekitarnya, misalnya saluran pankreas atau saluran empedu. Bila divertikulum terdapat di jejunum atau ileum, akan mudah terjadi gangguan perjalanan makanan. Hal ini akan menyebabkan berkembangbiaknya bakteri yang mengkonsumsi vitamin B12. Sebagai akibatnya, penderita akan mengalami sindroma semacam anemia pernisiosa.

Advertisement

Selain itu, divertikulum dapat mengalami peradangan, luka, atau kadang-kadang pecah. Pada keadaan- keadaan tersebut penderita menunjukkan gejala penyakit yang berat. Divertikulosis yang terganggu ini biasanya ditangani sesuai dengan gangguan yang ada, dengan pemberian obat-obatan maupun dengan tindakan bedah.

Advertisement