PENGERTIAN EFEK UMUR, KELOMPOK, DAN WAKTU PENGUKURAN – Umur kronologis tidaklah sesederhana tampaknya sebuah variabel dalam penelitian psikologis. Karena berbagai faktor yang berhubungan dengan umur dapat berperan, kita harus berhati-hati bila mengatribusikan perbedaan dalam berbagai kelompok umur semata-mata pada efek penuaan. Dalam bidang penuaan, sebagaimana dalam berbagai studi mengenai tahap perkembangan sebelumnya, termasuk masa kanak-kanak, dilakukan pernilahan di antara tiga macarn pengaruh.

• Efek umur adalah konsekuensi dari memiliki usia kronologis saat ini.

• Efek helompoh adalah konsekuensi dilahirkan pada tahun tertentu dan tumbuh besar dalam periode waktu tertentu dengan berbagai tekanan, masalah, tantangan. dan kesempatan tersendiri yang unik.

• Efek wahtu penguhuran adalah konsekuensi yang timbul karena berbagai peristiwa dalam suatu masa tertentu dapat memiliki efek spesifik terhadap suatu variabel yang diteliti sepanjang waktu.

Dua desain penelitian utama yang digunakan untuk mengukur perubahan perkembangan, yaitu lintas seksional dan longitudinal, mengklarifikasi istilah-istilah tersebut.  Dalam studi lintas sehsional peneliti membandingkan berbagai kelompok umur yang berbeda dalam satu waktu yang sama dalam variabel yang dikehendaki. Misalnya pada tahun 1995 kita melakukan suatu pengumpulan pendapat dan menemukan bahwa banyak responden yang berusia lebih dari 80 tahun yang berbicara dengan aksen Eropa, sedangkan mereka yang berusia 40-an dan 50-an tidak-dernikian Dapatkah kita menyimpulkan bahwa ketika orang-orang menjadi tua, mereka akan memiliki aksen Eropa? Tentu tidak! Studi lintas seksional tidak meneliti orang-orang yang sama sepanjang waktu; konsekuensinya, studi tersebut hanya memungkinkan kita untuk membuat pernyataan mengenai efek umur dalam sebuah studi atau eksperimen tertentu, bukan tentang perubahan umur seiring perjalanan waktu.

Dalam studi longitudinal, peneliti memilih satu kelompok misalnya lulusan angkatan tahun 2004 dan secara periodik menguji ulang kelompok tersebut dengar  menggunakan alat ukur yang sama selama beberapa tahun. Rancangan ini memungkinkan kita untuk menelusuri pola konsistensi atau perubahan individui sepanjang waktu efek kelompok dan menganalisis bagaimana perilaku di mask terdahulu berhubungan dengan perilaku di usia tua.

Masalah lain yang timbul dalam studi longitudinal adalah fenomena yang dikenal sebagai pengikisan, di mana para peserta sering kali berhenti di tengah jalan ketika studi berlangsung, baik karena meninggal atau kurangnya minat, menciptakan suatu sumber bias yang umum disebut mortalitas selektif. Orang-orang yang paling kurang mampu adalah orang-orang yang paling mungkin untuk berhenti di tengah jalan dalam sebuah studi, orang-orang yang tidak mewakili yang tetap bertahan dalam studi biasanya memiliki kesehatan lebih dibanding populasi umum. Oleh karena itu, temuan yang diperoleh dalam studi longitudinal dapat terlalu optimistik berkaitan dengan tingkat penurunan suatu variabel seperti aktivitas seksual sepanjang rentang kehidupan.

Filed under : Bikers Pintar,